Precedence: bulk
USAI DIALOG INTERAKTIF RCTI, SEJUMLAH WARGA LAKUKAN AKSI PEMBAKARAN
SINGKAWANG (SiaR, 14/4/99), Boleh jadi kepala pemberitaan RCTI, Chrys
Kelana berniat memberikan sumbang saran bagi penyelesaian kerusuhan
Dayak-Melayu
melawan Madura di Kalimantan Barat. Namun, hasilnya justru sebaliknya.
Rakyat setempat justru marah pada pemberitaan yang dianggap menyerang pihak
mereka. Mereka membakari belasan rumah orang Madura di Sungai Keran, Kecamatan
Sungai Raya.
Pembakaran bergelombang terjadi pertama kali pada sekitar pk 23.30 WIB
di kawasan Condong, Singkawang. Sejumlah penduduk membakar sebuah rumah warga
Madura yang terletak di belakang SMPN 6 Singkawang. Kejadian ini lantas
merembet ke sejumlah rumah lainnya.
Aksi pembakaran itu sendiri berlangsung hanya sesaat setelah usai
dialog
RCTI yang menampilkan 3 pembicara yaitu Gubernur Kalbar HA Aswin, Ketua
Kadinda Kalbar Oesman Sapta Odang dan Didiek J Rachbini. Argumentasi Didiek
yang sebetulnya bagus dan tajam, dan sama sekali tak membela warga Madura
tapi justru mempertanyakan kriminalisasi pejabat negara, diterima masyarakat
setempat sebagai bernada memusuhi dan membela warga Madura.
"Didik Rachbini itu tak pernah turun ke lapangan dan tak paham pada apa
yang terjadi di sini," ujar seorang warga yang menilai acara tersebut
memanaskan
situasi dan warga Kalbar yang bersimpati pada Aswin.
Seorang pengamat media di Pontianak yang ditemui Siar menyatakan
penyesalannya atas aksi kemarahan yang ditunjukkan warga demngan membakar rumah
milik pendatang. "Kapan bangsa kita mau dewasa, kalau argumentasi bagus macam
yang dilontarkan Mas Didik ditanggapi dengan aksi kebringasan. Barangkali kini
saatnya kita merenungkan kembali apa yang tengah terjadi di Kalbar ini,"
ujarnya.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html