Precedence: bulk


Perkembangan Situasi di Timor Leste

BERITA AKTUAL (LIQUICA, ERMERA, SUAI, MALIANA) tanggal 10/04/99

I. LIQUICA
        Hari ini, Sabtu 10 April 1999 bertambah lagi korban akibat peristiwa
pembantaian Liquica (6/4) yang selama ini korban melindungi diri di rumah
masyarakat dengan luka-luka yang cukup berat yakni :

1. Joao Pereira 25 tahun pekerjaan swasta (Yayasan Goretti Liquica), warga
desa Dato. Korban dibacok di bagian kepala dan lengan tangan kanan. Dia
menyatakan bahwa pada saat terjadi pembantaian banyak orang yang meninggal
dan saling tertindih. Dia tidak bisa mengidentifikasikan korban yang
meninggal karena dia sendiri dalam keadaan shock, trauma dan pingsan. Namun
dia berusaha untuk menyelamatkan diri, meskipun dalam keadaan luka berat. 
2. Joao da Costa 22 tahun, korban dibacok dan ditikam bagian belakang dan
tangan kanan. (belum sempat memperoleh data lebih lengkap)

        Salah satu korban luka parah peristiwa tanggal 5 april'99 telah meninggal
dunia, kemarin tanggal 9 April '99 di rumah sakit umum Toko Baru Dili,
bernama Tomas de Jesus, 27 tahun, warga desa Fatukesi.

        Menurut informasi tadi siang keadaan Liquica masih tegang dan dikontrol
oleh pasukan gabungan militer (Besi Merah Putih, polisi, Halilintar, kamra,
Rajawali dan tentara militer) yang bersiap siaga dengan senjatanya.

II. ERMERA
        Saat berita ini diturunkan, (10/4) telah terjadi pengepungan dan penembakan
terhadap Kantor CNRT Kabupaten Ermera sekitar pukul 10.15 wita oleh aparat
keamanan yang bertugas di daerah itu. Kesatuan yang melakukan belum dapat
diketahui apakah dari kodim/teritorial. Sebagai informasi sementara yang
masuk ke sekretariat satu, orang meninggal dunia yakni, Antonio de Lima,
adik kandung dari Oscar de Lima, Bos PT Surik Mas Lorosae Dili dalam
peristiwa tersebut. Korban lainnya belum diketahui termasuk yang ditangkap
atau yang luka-luka.

III. SUAI 
        Sementara itu di daerah Kabupaten Kovalima, Suai, pada tanggal 9 April'99,
Laksaur Merah Putih melakukan tembakan terhadap empat orang mahasiswa UNTIM
yang sedang melakukan KKN yakni: Natalino de Jesus, Cosme Freitas, Victor
Gomes dan Abraao Nascimento (22 thn) Mahasiswa Fisipol, jurusan IP. Telah
dikonfirmasikan dengan seorang kontak person Suai yang mengatakan bahwa
memang benar tanggal 9/4/99 terjadi penembakan, namun penembakan tersebut
adalah penembakan peringatan (ancaman) terhadap masyarakat. Juga ada
penangkapan terhadap dua mahasiswa UNTIM yakni, Cosme Freitas, dan satu lagi
yang belum diketahui namanya. Jalan raya Kabupaten Covalima dikuasai oleh
milisi Laksaur Merah Putih yang melakukan pawai.

IV. MALIANA
        Pasukan gabungan seperti diuraikan pada tanggal 9/4/99 memang benar
dilakukan apel akbar di lapangan sepak bola dengan jumlah 4.000 orang, yang
mana para masyarakat dipaksa untuk melibatkan diri dalam apel akbar
tersebut, apabila tidak ikut maka akan dipukul atau dibunuh. Dalam upacara
itu para panglima pro integrasi, Joao Tavares, Eurico Guterres dan Cancio
Lopes berkampanye sambil mencaci maki Uskup Belo dan Xanana, dengan tujuan
agar masyarakat tidak boleh percaya terhadap kedua pemimpin tersebut (Gereja
dan Falintil).

        Pemeriksaan ketat oleh aparat gabungan dari Batu Gade, Kecamatan Balibo
sampai masuk Liquica Kota. Di dalam pemeriksaan tersebut bila pasukan
gabungan menemukan laki-laki yang berambut panjang langsung
ditebas/dipotong, diperiksa satu per satu, buka baju, periksa dompet, saku
tas. Bagi kaum perempuan mereka hanya dimintai KTPnya.

V. DILI
        Menurut para dokter Timor Leste, mereka telah menerima surat kaleng ancaman
dari pihak ABRI bila mereka merawat para korban pembantaian Liquica. Keadaan
para dokter yang sedang menjalankan tugas kemanusiaannya terancam.


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke