Precedence: bulk


        AEPPOLTI menentang perbuatan Pemerintah Indonesia di Timor Leste karena
Indonesia tidak membangun rakyat di Timor Leste. Indonesia tidak menghargai
dan menghormati kemauan, suara dan pilihan rakyat. 

        Sejak penyerbuan Indonesia di Timor Leste, Presiden Soeharto mulai
memperintahkan tentara Indonesia untuk membantai rakyat Timor Leste seperti
binatang yang tidak berhak untuk hidup di dunia ini. Sudah lebih 300 ribu
orang pribumi Timor Leste yang dibantai oleh pasukan militer Indonesia. Maka
rakyat sendiri menolak integrasi maupun otonomi khusus dengan Negara pembunuh.

        Baru kemarin, tentara Indonesia telah membantai rakyat di Kabupaten Ermera,
jumlah l4 orang, ini adalah nomor sementara, belum ada informasi yang benar
dan jujur. Berangkali bisa sampai ratusan seperti pembantaian di Liqui�a
baru-baru ini. Indonesia cuma melaporkan 25 sampai 56 orang.

        Tapi, menurut berita dari rakyat yang terluka parah dan dirawat di rumah
sakit disana, mengatakan bahwa hampir 200 mati terbunuh. Mayat-mayat mereka
disembunyikan oleh tentara Indonesia dan milisias pro-integrasi.

        AEPPOLTI sudah tahu dan sudah kenal baik perbuatan Indonesia selama 24 th
di Timor Leste dan di dalam penjara Indonesia. Banyak rakyat yang terlibat
dalam kelompok milisias, mereka dipaksa dan ditakuti oleh tentara  dengan
berapa orang milisias radikal. 

        Tapi saudara-saudara adalah orang yang beragama Katolik, Protestan dan
Islam. Kalau saudara-saudara membunuh kawan-kawan yang menangis, keluar air
mata dan meminta pengampunan. Apakah saudara-saudara tidak merasa sedih dan
sakit hati? Andaikata tidak merasa, karena adalah tidak manusiawi. Mereka
adalah binatang, kalian adalah anak Tuhan Allah.

        Saudara-saudara punya otak untuk memikirkan diri: apa yang baik, apa yang
buruk dan apa yang pahit ,apa yang manis. Kita semua adalah anak Timor
Leste. Apakah tidak pernah menonton Televisi Indonesia, Televisi Portugal
dan Televisi Internasional tentang perang masyarakat di Indonesia? Coba
lihat di Ambon, di Irian Jaya, Aceh-Sumatera, Madura Kalimantan dan Jakarta
sendiri. Masyarakat Indonesia seutuhnya tidak mau Bapak Presiden Habibie,
Bapak Wiranto, Ali Alatas dan kawan2 lainnya.

        Sekarang ini di Kalimatan banyak masyarakat berontak melawan pemerintah
Indonesia dan tentaranya. Kita menonton lewat televisi. Tentara-tentara dan
polisi-polisi Indonesia menangkap banyak orang di Kalimantan. Tentara dan
polisi turut mandi di dalam seperti babi dan kerbau.

        Mereka sudah hidup sama pemerintah Indonesia selama 50 th lebih, mereka
mengalami penderitaan, kematian kesiksaan sedemikian. Apa lagi kita yang
tidah biasa hidup dengan pemerintah diktator seperti di Indonesia.

        Maka itu, saudara-saudara jangan ikut orang, kita juga adalah manusia
lambang Tuhan. Kita punya otak untuk memikir. Kita punya mata untuk melihat
perkembangan dunia dan punya untuk dengar suara dunia internasional.

Sekian dan terima kasih. Tuhan bersama semua...


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke