Precedence: bulk
LAPORAN SEMENTARA
KASUS PEMBANTAIAN DI LIQUISA, TANGGAL 05 - 07 APRIL 1999
Latar belakang singkat kejadian:
Pada tanggal 4 April 1999, pukul 16.00 Wita ada sekitar 18 orang anggota
Besi Merah Putih (BMP) datang di Desa Dato, sekitar 3 km arah barat Kota
Liqui�a dan tanpa alasan yang jelas, menghancurkan 1 buah rumah milik
Felisberto do Santos, pekerjaan PNS Peternakan Dati II Liqui�a. Masyarakat
Desa Dato seluruhnya dikenal masyarakat yang selalu mendukung gerakan
perjuangan rakyat Timor Lorosae untuk menentukan nasib sendiri
(Pro-Kemerdekaan). Warga masyarakat Desa Dato yang mendengar dan menyaksikan
aksi penghancuran rumah tersebut, sesaat kemudian langsung bereaksi
menyerang balik para anggota BMP. Setelah itu para anggota BMP itu melarikan
diri ke Markas Koramil Liqui�a Kota. Karena situasi kian tegang, kira-kira 1
jam kemudian, Pastor Paroki Liqui�a, Pastor Rafael dos Santos, yang
mendengar kejadian itu mendatangi Koramil Liqui�a, dan bertemu langsung
dengan Danramil, akhirnya situasi bisa diredakan dan disepakati bahwa
tanggal 5 Maret 1999, pukul 12.00 siang akan dilakukan pertemuan perdamaian
antara warga Desa Dato termasuk Felisberto dos Santos dengan para anggota
BMP. Karena disepakati bersama maka warga Desa Dato pun kembali ke rumah
masing-masing.
Pada tanggal 5 April 1999, pagi-pagi sekali sekitar pukul 07.00 wita, tanpa
diduga, tiba-tiba para anggota BMP dari Kec. Maubara melakukan penyerangan
secara besar-besaran dari arah barat Kota Liqui�a. Penyerangan ini mula-mula
diarahkan ke wilayah Desa Dato. Hal ini membuat masyarakat sekitarnya
ketakutan, ada yang melarikan diri hingga ada korban-korban jiwa.
Setelah mendengar serangan dari arah barat Kec. Maubara, anggota keamanan
dari Kodim 1638 Liqui�a, Koramil 01 Liqui�a, Polres Liqui�a dan BTT 143
melakukan serangan balasan yang juga membuat masyarakat lari tercerai berai.
Saat itu situasi Kota Liqui�a menjadi kacau balau.
Menurut beberapa saksi mata maupun para korban dan pemantauan kami, saat
penyerangan para anggota BMP berposisi mengambil di depan dilengkapi dengan
senjata tajam tradisional. Lalu melakukan penembakan dengan panah, melempar
batu ke arah sasaran masyarakat sipil yang sedang berjaga-jaga di sepanjang
jalan Desa Dato. Disamping itu juga membawa parang, kayu, samurai dengan
harapan bahwa siapa saja yang ditangkap akan disiksa dan dibunuh habis.
Namun begitu mendapat balasan dari masyarakat yang sedang berjaga-jaga di
sepanjang jalan Desa dato itu, anggota BMP yang dikomando oleh BTT 143 dan
anggota Koramil Maubara dari belakang itu mundur ke belakang. Saat mundur
itulah, secara berentetan dan membabi buta anggota BTT 143 dan anggota
Koramil Maubara melepaskan tembakan ke arah masyarakat yang berjaga-jaga
itu. Tidak pelak lagi tembakan-tembakan beruntun itu langsung mengenai
beberapa orang masyarakat.
Dari kejadian itu pula masyarakat Kota Liqui�a banyak yang melarikan diri
dan mengungsi ke Gereja Liqui�a, ada yang ke hutan dan ada juga yang lari ke
Dili. Diantaranya yang tertembak dan mengalami luka-luka dan berhasil
dievakuasi ke Dili adalah sejumlah 8 orang untuk dirawat di Poliklinik
Motael Dili, diantaranya :
1. Jose cerilio Do Santos, 17 Tahun, pelajar SMU Kristal Liqui�a, tinggal di
Desa Fatu Kesi (Liqui�a), anak dari kepala Desa Fatu Kesi, Filisberto do
Sampaio Piris, Kec. Liqui�a kota. Korban tertembak dengan satu buah peluru
tajam di bagian depan paha kiri dan tembus ke belakang.
2. Manuel Caldeiro, 27 tahun, warga transmigrasi di Kampung Faularan, Kec.
Maubara yang selama ini mengungsi ke Kab. Liqui�a, korban tertembak di
bagian tangan kiri dekat jari. Luka yang dialami cukup dalam dan parah.
3. Manuel Floris, 23 tahun, warga Liqui�a, tani. Tertembak di bagian perut
sedikit di atas pusar tembus ke belakang. Luka yang dialami sangat parah.
4. Nyonya Paulina de Jesus, 23 tahun, tani, warga Liqui�a terkena bacok
dibahu tangan kanan, dan di bagian pelipis mata kiri. Korban Paulina dibacok
di rumahnya saat terjadi penyerangan oleh para anggota Besi Merah Putih yang
dibantu oleh ABRI.
5. Fransisco Xavier, 31 tahun, tani, alamat Kampung Raimea, Desa Vatubou,
Kec. Maubara, dibacok dengan samurai.
6. Jaime Do Santos, 20 tahun, tani, warga Desa Fatu kesi, Kec. Liqui�a Kota.
Korban dari nomor 5-8 saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Bidau, Toko Baru,
Dili. Sedangkan dari nomor 1-4 dirawat di Klinik Paroki Motael, Dili.
7. Crisanto Oliveira, 23 thn, alamat Desa Dato. Korban ditangkap dan disksa
hingga luka-luka oleh anggota Kodim 1638 Liqui�a.
8. Lucas Soares, 36 thn, alamat Desa Dato. Korban dibacok pada bagian muka
dan kepala.
Sedangkan Korban yang meninggal dunia, 5 April 1999, adalah sbb:
1. Julio, 25 tahun, alamat kampung Kukae Laran, Desa Dato, Kec. Liqui�a Kota.
2. Laurindo, 40 thn, Kepala Dinas Peternakan Tingkat II Liqui�a, tinggal di
Liqui�a Kota.
3. Feliz, 27 tahun, tinggal di Desa Dato, Kec. Liqui�a Kota.
4. Fransisco, 25 tahun, tinggal di Desa Vatuvou, Kec. Maubara.
5. Paulino Ribeiro, 28 thn, pekerjaan PNS (TU SMU Negeri I Liqui�a) tinggal
di Desa Manumeta Kec. Liqui�a Kota.
Rumah penduduk yang dirusak dan di bakar 5 April 1999, masing-masing milik:
1. Jasinto Da Costa, status Kepala Desa Dato.
2. Filomeno da Paisao.
3. Gregorio N.M. dos Santos.
4. Amadeu.
5. Mateus Hulamuda, 48 tahun.
6. Fernando da Costa.
7. Mau Gunda, pekerjaan pengrajin besi.
8. Jorge.
9. Saulus.
10. Felisberto dos Santos.
Saat pembakaran rumah di atas, menurut beberapa saksi korban, beberapa
pelaku langsung yang dapat diidentifkasi, antara lain :
1. Abilio Martins, Pangkat Kopral Satu, TNI-AD
2. Domingos Askopas, Pangkat Prajurit Dua, TNI-AD
3. Yokobus, Pangkat Sersan Dua, TNI-AD
4. Tobias, Pangkat Kopral Satu, TNI-AD
5. Antonio Gomes, Pangkat Kopral Satu, TNI-AD
6. Jacinto, anggota TNI-AD di Liqui�a.
7. Alberto, anggota TNI-AD di Liqui�a.
8 Teofilio, anggota TNI-AD di Liqui�a.
Pada tanggal 6 April 1999, sekitar pukul 16.00 wita, anggota BMP dan
pasukan keamanan gabungan dari kesatuan BTT 143, Kodim 1639 Liqui�a,
Koramil Liqui�a Polisi dari Polres Liqui�a dan Brimob mengepung Gereja
Liqui�a. Antara lain dalam pengepungan tersebut, mereka melemparkan satu
buah granat ke dalam gereja sehingga mengakibatkan beberapa puluhan orang
meninggal dunia dan sebagian luka-luka berat. Disamping itu anggota Brimob
dan Polisi Liqui�a menembakan gas air mata, yang mengakibatkan masyarakat
dalam gereja lari keluar. Saat itu juga anggota BMP langsung menyerang
dengan senjata tajam tradisional akibatnya banyak masyarakat yang terbunuh,
disiksa dan hilang secara paksa. Sesuai dengan data-data yang dihimpun oleh
Yayasan HAK berdasarkan laporan masyarakat korban, saksi mata dan CNRT
terdiri dari, sbb :
Data korban meninggal dunia, 6 April 1999, di Gereja Liqui�a diolah dari
data berbagai sumber:
(Pengaduan Kelurga Korban, investigasi & Saksi Korban).
1. Jacinto Canisio Pereira, 47 thn, pekerjaan Kepala Desa Dato, mati di
Gereja Liqui�a.
2. Antonio Do Santos, 24 thn, tinggal di Desa Hatukesi, mati di Gereja Liqui�a.
3. Jacinta Da Conceicao, 34 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja Liqui�a.
4. Joni Mausoko, 28 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja Liqui�a.
5. Evangelina Goncalves, 14 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja.
6. Juvelina, 16 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja Liqui�a.
7. Salvador, 13 thn, tinggal di Desa Vatubou, mati di Gereja Liqui�a.
8. Santiago, 12 thn, tinggal di Desa Vatubou, mati di Gereja Liqui�a.
9. Americo, 28 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Desa Dato.
10. Afonso, 26 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Desa Dato.
11. Francisco, 30 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja Liqui�a.
12. RafaelMaria 18 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja Liqui�a.
13. Paulo de Fatima, 53 thn, tinggal di Desa Daruleten, mati di Gereja Liqui�a.
14. Erminho do Santos, 35 thn, tinggal di Desa Maumet, mati di Gereja Liqui�a.
15. Manuel Lisboa, 40 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Desa Dato.
16. Fernando da Costa S., 29 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Gereja.
17. Antonio Marcos, 27 thn, tinggal di Desa Hatukesi, mati di Gereja Liqui�a.
18. Elidio do Santos, 20 thn, tinggal di Desa Hatukesi, mati di Gereja Liqui�a.
19. Secar do Carmo, 21 thn, tinggal di Desa Vatuboro, mati di Desa Dato.
20. Mautersa, 22 thn, tinggal di Desa Vatubou, mati di Desa Dato.
21. Abel Ballo, 26 thn, tinggal di Desa Vatubou, mati di Gereja Liquica.
22. Julito Maria, 18 thn, tinggal di Metabou, mati di Gereja Liquica.
23. Filipe, 17 thn, tinggal di Desa Metagou Kec. Liquica, mati di Gereja
Liquica.
24. Americo Marcal, 40 thn, tinggal di Desa Darulete, mati di gereja Liquica.
25. Rudolfo do Santos, 15 thn, tinggal di Desa Darulete, mati di Gereja Liquica.
26. Loubato do Santos,16 thn, tinggal di Desa Darulete, mati di Gereja Liquica.
27. Floriano Santos, 30 thn, tinggal di Desa Vatuboro, mati di Gereja Liquica.
28. Joanico, 35 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Desa Dato.
29. Abrao, 37 thn, tiggal di Desa Hatukesi, mati di Gereja Liquica.
30. Francisco do Santos, tinggal di Guguleur, Mati di gereja Liquica.
31. Jose Ribeiro, tinggal di Desa Guguleur, Mati di Gereja Liquica.
32. Julio, tinggal di Desa Vatubou, Mati di Gereja Liquica
33. Agustinho, 42 thn, tinggal di Desa Darulete/Maubara, mati di Gereja Liquica.
34. Manuel da Costa, 30 thn, tinggal di Desa Dato/Liquica, mati di Gereja
Liquica
35. Luarindo da Costa G. 45 thn, tinggal di Desa Dato, mati di Desa
Maumeta/Mercado
36. Thomas de Jesus, 26 Thn, tinggal di Desa Hatukesi Kec. Liquica, mati di
RSUP Dili
37. Tito Afonso, 29 thn, Desa Gugleur Kec. Maubara, mati di Gereja Liquica
38. Alsino Gonsalves, 45 thn, Desa Gugleur Kec. Maubara, mati di Gereja Liquica
39. Felisberto, 27 thn, Desa Liquica Kota, mati di Dato.
40. Tiago dos Santos, 17thn, Pelajar SMPK Liquica, mati di Gereja
41. Afonso, 35 thn, Desa Dato, mati di Gereja.
42. Hermenio, 17 thn, siswa SMPK Liquica, Desa Hatukesi, mati di Gereja .
43. Rita, 36 thn, mati di Gereja.
44. Sejario, 25 thn, Desa Leopa, mati di Gereja.
45. Custori, 31 thn, mati di Gereja.
46. Alsino, 25 thn, Desa Leopa, mati di Gereja.
47. Alsino Fernandes, 28 thn, Desa Leopa, mati di Gereja.
48. Felisberto dos Santos, bendahara Dinas Peternakan TK II Liquica, mati di
Gereja.
49. Leovilgildo, Pelajar SMU 3, mati di Gereja.
50. Victor, mati di Gerja Liquica.
51. Lusio, mati di Gereja Liquica.
52. Antonio Gonsalves, 25 thn, Pemuda Katholik Paroki Liquica, mati di
Gereja Liquica.
53. Jose Mosquita, 25 thn, Desa Leopa, mati di Geraja.
54. Agusto dos Santos Mausinho, 36 thn, Liquica Kota, mati di Gereja Liquica.
55. Paulino Voavida, 22thn, Kampun Villa,Desa Vavekenia, mati di Gereja Liquica.
56. Adios, mati di Gereja Liquica.
57. Thomas de Jesus, 26 tahun, tinggal di Desa Hatukesi,mati di Gereja Liquica.
Sedangkan data korban penembakan yang luka-luka dari kasus di Gereja
(6/4/99) - Tidak semua dirawat di rumah sakit, sbb :
1. Joao Kuda, 34 thn, tinggal di Desa Hatukesi, kejadian di Gereja Liquica.
2. Agostinho dos Santos, 37 thn, tiggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
3. Joao Mautega, 23 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
4. Bento quintao, 24 thn, tinggal di Kampung Loidahar, kejadian di Dato.
5. Felix de Carvalho, 26 thn, tinggal di Dato, kejadian di Dato.
6. Laurindo do Santos, 29 thn, tinggal di Desa Maumeta, kejadian di Dato.
7. Matias da Silva, 50 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di Dato.
8. Ornai, 17 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
9. Geraldo Soares, 31 thn, tinggal di Desa Maumeta, kejadian di gereja.
10. Mario Martins, 26 thn, tinggal di Desa Daruleten, kejadian di gereja.
11. Bendito Hornai, 54 thn, Dato, kejadian di Gereja.
12. Miguel do Santos, 30 thn, tinggal di Desa Loidahar, kejadian di gereja.
13. Adao Sances, 25 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
14. Manuel da Costa, 27 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
15. Jose Ramos, 22 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
16. Joe Nunes Soares, 35 thn, tinggal di Desa Vavikinia, kejadian di gereja.
17. Fransisco, 27 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
18. Mateus Alves, 35 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
19. Juvito, 23 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
20. Jaimito Serrao, 26 thn, tinggal di Desa Vavikinia, kejadian di gereja.
21. Casimiro, 60 thn, tinggal di Desa Hatu kesi, kejadian di gereja.
22. Cergio Serao, 21 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
23. Fernado Serao, 23 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
24. Jeca Serao, 22 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
25. Clara Monis, 16 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
26. Antonio Monis, 50 thn, tinggal di Desa Vatubou, kejadian di gereja.
27. Manuel Flores, 27 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di Dato.
28. Maria Lurdes, 34 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
29. Jacinto da Costa, 40 thn, Dato, kejadian di Dato.
30. Bento, 49 thn, tinggal di Desa Dato, kejadian di gereja.
31. Maubusa tinggal di Desa Guguleur, kejadian di gereja.
32. Alberto, tinggal di Vatuboro, kejadian di gereja.
33. Jaime do Santos, 25 thn, tinggal di Desa Hatukesi, kejadian di gereja.
34. Jose, tinggal di Desa Vavikinia, kejadian di gereja.
35. Cerilio, 18 thn, tinggal di Desa Hatukesa, kejadian di gereja.
NB: Kejadian di Dato adalah kejadian yang terjadi pada tanggal 4 April 1999,
di Desa Dato. Sedangkan yang dimaksud kejadian di gereja adalah kejadian
pembantaian yang terjadi pada 6 April 1999 di dalam dan lingkungan Gereja
Liquica.
Sedangkan korban yang dilaporkan menghilang hingga sekarang belum ditemukan:
1. Calistro, 38 tahun
2. Ernesto, 28 tahun,
3. Visenti
4. Leogildo da Silva,
5. Jasinto Fernandes Horonai,
6. Deolindo da Costa
7. Ligina da Costa Horonai
8. Neomia Horonai
9. Joaquin Balo, 35 tahun
10. Anita de Jesus, 5 tahun
11. Anadulse dos Santos, 7 tahun
12. Victor de Jesus, 35 tahun
13. Joao de Jesus,
14. Mateus Helamuda, 45 tahun, tinggal di Desa Dato Kec. Liquica Kota.
Berita kasus Liquica pada tanggal 7 April 1999.
Pada 7 April 1999, sesuai dengan pemantauan kami, terhadap situasi di
Liquica bahwa informasi terakhir kasus pembantaian masyarakat di Kab.
Liquica antara lain, melakukan pemantauan secara langsung di Liquica
bersama-sama dengan KONTRAS, Komisi Keadilan & Perdamaian Diosis Dili,
Danrem 164 WD Timor Timur, Kol. Tono Suratman, Kapolda Timor Timur, Kol.
Timbul Siraien dan para wartawan. Uskup Belo pergi bersama-sama dengan
Danrem Timor Timur, Kol. Tono Suratman. Informasi selanjutnya mengenai kasus
Liquica yang dapat diberikan adalah, bahwa korban-korban yang tewas di
halaman gereja pada kejadian penembakan tanggal 6 april 1999, yaitu sesuai
data gereja 40 orang lebih, pada tengah malam, sekitar pukul 01.00 wita
malam itu juga telah diangkut oleh tentara (ABRI) dengan menggunakan 6 buah
truk menuju arah barat Kota Liquica. Ada beberapa saksi mata yang dapat
dipercaya mengatakan mayat-mayat itu akan dibuang dan disembunyikan atau di
tenggelamkan di sebuah danau yang letaknya dipinggiran Kota Liquica. Posisi
danau itu berada di antara daerah Liquica dan daerah Kec. Maubara.
Sementara korban yang luka-luka yang sempat dievakuasi ke dili, pada hari
ini (7/4/99) bertambah menjadi 15 orang. Yang terbaru berjumlah 7 orang. Ke
7 Orang korban luka-luka ini saat ini sedang dirawat di RSUP Dili. Sedangkan
situasi terakhir kota Liquica, menurut beberapa orang warga Liquica yang
melarikan diri ke Dili mengatakan, sampai hari ini (7/4/99) pihak pasukan
gabungan dan para militer BMP masih terus melakukan penyerangan, penembakan
dan pengejaran terhadap masyarakat Liquica. Dalam aksinya, pasukan gabungan
ABRI dan BMP tidak lagi melihat apakah orang itu pro kemerdekaan atau pro
otonomi, melainkan aksi tersebut telah memukul rata masyarakat Liquica.
Berita tanggal 12 April 1999.
Sementara itu, pada hari ini (12/4/99), diperoleh kabar bahwa di Kab.
Ermera situasinya masih tegang, menyusul penyerangan dan penembakan hingga
tewas dari kelompok milisi sipil pro-Indonesia dan pasukan ABRI dari
kesatuan Koramil, KODIM Ermera dan pasukan tempur atas diri korban Antonio
Lima dan seorang korban lagi bernama Julio. Pada pukul 15.00 Wita,
(12/4/99), kami mendapatkan informasi di Ermera ternyata sebagian besar para
pemuda kota itu telah melarikan diri bersembunyi di hutan. Sedangkan kaum
perempuan di Ermera selain diteror dan diintimidasi juga di paksa oleh
tentara dan milisi bersenjata pro otonomi untuk mengibarkan bendera merah
putih di setiap rumah. Para pemuda yang melarikan diri ke hutan karena
selain adanya peristiwa penembakan tersebut juga karena pada hari ini
tentara dari semua kesatuan di Ermera dalam melakukan operasinya membawa
serta senjata otomatis dan granat yang digantung di pinggang setiap orang
tentara. Dalam kasus Ermera dikabarkan ada empat belas orang yang tertembak
(termasuk Antonio de Lima dan Julio), namun hingga saat ini belum diperoleh
identitasnya karena akses ke daerah itu sangat rawan.
Hal yang cukup genting juga terjadi di Kab. Suai Covalima. Tadi pagi
(12/4/99, pukul 12.00 Wita), diperoleh informasi bahwa Milisi pro otonomi
LAKSAUR Merah Putih dan tentara (ABRI) dari berbagai kesatuan yang bertugas
di Kab. Suai Covalima telah melakukan operasi penggeledahan, pemeriksaan
disertai dengan penyiksaan atas masyarakat di Kab. Suai Covalima. Informasi
yang kami dapatkan dari pihak paroki Suai, mengatakan, dalam operasi itu
tampa memandang bulu, masyarakat Suai telah menjadi sasaran penyiksaan,
termasuk kaum perempuannya. Selain melakukan aksi pemeriksaan dan penyiksaan
di atas, Tim Gabungan itu juga merencanakan untuk melakukan pawai keliling
sambil menembakan senjata ke arah siapa saja yang di temui di pinggir jalan.
Data korban hingga saat ini belum bisa diperoleh, karena situasinya masih
sangat rawan. Sementara Drs. Alipio Maya Moniz yang pada tanggal 5 April
1999, di tangkap oleh kelompok milisi pro otonomi LAKSAUR Merah Putih dan
aparat gabungan ABRI, pada 11 april 1999, telah di lepaskan kembali dalam
keadaan cedera berat atau babak belur. ***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html