Precedence: bulk
LAPORAN PERKEMBANGAN TERAKHIR DARI BECORA
DILI (MateBEAN, 20/4/99), Di tengah teror dan ancaman yang terjadi di
Timtim, para koresponden MateBEAN terus berupaya mengumpulkan kejadian dan
fakta-fakta yang terjadi di ibukota Timtim. Berikut adalah perkembanmgan
terakhir yang diterima redaksi MateBEAN.
Pertama, saya ingin membetulkan dan melengkapi sedikit informasi tentang
kejadian penyerangan milisi pro otonomi kemarin (18/4) di Becora, Dili
Timur. Mengenai korban, sebenarnya tidak ada yang tewas, tetapi hanya luka
berat akibat tembakan dan pemukulan. Dan jumlahnya ada 5 orang yaitu :
1. Salustiano Martins, laki-laki, 19 tahun. Korban adalah seorang pengungsi
yang berasal dari Kec. Maubara, Kab. Liquica yang sejak beberapa waktu lalu
mengungsi ke Dili dan tinggal di Becora. Pada kejadian itu, korban mengalami
patah kaki kirinya akibat tembakan peluru. Korban untuk sementara dirawat di
Klinik gereja Motael.
2. Graciano Barbosa, laki-laki, 18 tahun, penduduk Desa Becora. Korban
mengalami luka tembak di telapak tangan kanan.
3. Leao dos Santos, laki-laki, 42 tahun, penduduk Desa Becora. Paha kanan
korban tertembus peluru senjata api.
4. Marcelina Borges Lay, perempuan, 30 tahun. Korban mengalami luka memar di
muka dan kepala karena dipukul oleh milisi dengan tongkat.
5. Augusto da Silva, laki-laki, 45 tahun. Korban mengalami luka tembak pada
kedua tangan.
Kejadian kemarin yang mengakibatkan ke-4 korban mengalami luka terjadi
persis di depan bekas Restoran Tropikal (sekitar 50 m arah Timur pasar
Becora).
Hari ini kami mendapat informasi tambahan mengenai perkembangan para korban
tanggal 17/4 yaitu:
Para korban yang berada di rumah Manuel Carrascalao sebagian besar telah
dibawa oleh pihak keamanan (polisi) ke Rumah Sakit ABRI Wirahusaha - Lahane
Barat. Belum diperoleh informasi tentang identitas para korban, dan berapa
yang luka yang sedang dirawat di situ. Menurut informasi seorang sumber,
bahwa di rumah sakit tersebut banyak sekali korban yang luka akibat tembakan
peluru dan bacokan dan tusukan barang tajam. Dan sempat melihat bagaimana
para perawat dengan kasar mengobati para korban. Korban dijahit tanpa diberi
suntikan patirasa.
Informasi mengatakan bahwa di kamar mayat hanya ada 12 mayat. Dan
mayat-mayat ini sempat dikunjungi oleh Bapak Uskup. Ada kemungkinan besar
yang mati banyak. Tapi sewaktu tanggal 17/4 malam dibawa ke rumah sakit,
para perawat yang ada di rumah sakit tidak diperkenankan untuk melihat kamar
mayat. Dan pada malam kira-kira dari pk 21.00-22.30 listrik di rumah sakit
dan wilayah sekitarnya sempat mati tiga kali. Dan pada waktu itu, terlihat
ada beberapa truk yang keluar dari rumah sakit. Sehingga diperkirakan pada
saat listrik dipadamkan, truk-truk tersebut mengangkuti mayat-mayat lain ke
luar dari rumah sakit. Hal ini mungkin dilakukan untuk meyakinkan bahwa
hanya ada 12 mayat saja sebagaimana telah diinformasikan Komandan Korem.
Ke-12 mayat tersebut tadi sore (19/4) sekitar jam 16.00 telah dikubur di
pemakaman Santa Cruz, termasuk anak Bapak Manuel Carrascalao. Pada
penguburan tersebut tidak tanpak banyak orang - termasuk keluarga para korban.
Berikut identitas para korban kejadian tanggal 17/4 yang sempat dan sedang
dirawat di klinik gereja Motael. Korban meninggal adalah Manuel Pinto,
laki-laki, 50, penduduk Kampung Buruma, Desa Bahu, Kec. Baucau Kota. Korban
meninggal di Klinik gereja Motael karena mengalami luka parah akibat peluru
semjata api yang kena di punggung dan tembus ke dada sebelah kiri. Sebelum
menembus nafas terakhir, korban sempat menceritakan kepada para perawat
tentang kejadian yang menimpanya.
Korban ditembak di terminal Bis Becora, sewaktu dia baru saja tiba dari
Baucau dan masih berdiri melihat aksi para milisi melakukan pembakaran rumah
dan kios di sekitar terminal. Sewaktu mendengar rentetang tembakan yang
dilepas para milisi, korban sempat berlari beberapa meter sebelum sebuah
peluru mengenainya.
Sedangkan detil korban luka adalah sebagai berikut:
1. Afonso Mendonca, laki-laki, 18 tahun, tinggal di Taibessi, pekerjaan kuli
pelabuhan. Korban mengalami luka berat di kepala karena dibacok empat kali.
Ia dibacok di depan hotel Resende, sekitar jam 11.00, tanggal 17/4, saat
hendak pergi ke tempat kerja di pelabuhan Dili.
2. Carlos da Silva, laki-laki, 22 tahun, penduduk Desa Metiaut (Pasir
Putih), Dili Timur. Carlos adalah salah seorang korban penyerangan milisi ke
rumah-rumah penduduk Desa Metiaut pada tanggal 17/4. Saat penyerangan,
korban sedang berada
di dalam rumahnya dan terkena juga tembakan peluru di dada sebelah kiri.
3. Agapito Ximenes, laki-laki, 23 tahun, penduduk Desa Metiaut. Kejadianya
seperti butir 2, dan korban ditembak di kedua kakinya yaitu lutut kanan dan paha
kiri.
4. Joao Baptista, laki-laki, 18 tahun, penduduk Desa Metiaut. Kejadiannya
sama seperti butir 2 di atas, dan korban mengalami luka tembak tumit kanan.
5. Manuel Gama, laki-laki, 18 tahun, penduduk Desa Metiaut. Kejadiannya sama
seperti nomor 2 di atas, dan korban mengalami luka tembak di pergelangan
tangan kiri dan punggung kiri.
6. Joao Junior Caiero Alves, laki-laki, 18 tahun. Korban termasuk salah satu
korban penyerangan para milisi ke rumah Bapak Manuel Carrascalao, tanggal
17/4. Korban mengalami luka tembak di siku tangan sebelah kanan, telapak
tangan kiri, dan tusukan benda tajam di lambung kiri dan dada kiri.
7. Victor dos Santos Martins, laki-laki, 19 tahun. Korban salah satu
pengungsi yang ada di rumah Bapak Manuel Carrascalao. Dan korban mengalami
luka tembak pada lutut kanan dan bacokan pada kedua tangan serta pipi kanan.
8 dan 9 identitasnya telah disebutkan di atas yaitu korban penyerangan
milisi ke Becora tanggal 18/4 (Salustiano dan Augusto).
Hari ini, Senin 19/4, pihak milisi kembali melakukan penyerangan terhadap
penduduk desa Becora. Kejadiannya persis di dekat kantor Polsek dan Koramil
Dili Timur. Belum diperoleh informasi tentang korban penyerangan ini.
Informasi lain yang saya peroleh bahwa diantara beberapa pimpinan milisi
tadi siang terlibat percecokan kecil karena masalah uang. Tidak diperoleh
kejelasan tentang kejadian yang sebenarnya.
Senin (19/4) siang di halaman kantor gubernur, kembali diadakan sebuah
upacara pengukuhan Pam Swakarsa. Sebanyak 1.200 anggota Pam (pasukan
keamanan) Swakarsa Kabupaten Dili dikukuhkan Bupati Dili Domingos M.D.
Soares. Hadir dalam acara itu antara lain Wadanrem Kol (Inf) Mujiono.
Menurut Bupati Dili, anggota Pam Swakarsa mendapat gaji antara Rp 100-200
ribu per orang per bulan. Dikatakan pula, dananya diambil dari RAPBD
Kabupaten Dili tahun Anggaran 1999-2000.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html