Precedence: bulk


Pengantar dari FORTILOS

Dari FOKUPERS, kami menerima laporan lebih dalam tentang peristiwa pembantaian 
di tempat penampungan pengungsi pada hari Sabtu, 17 April 1999 di Dili.
Kenyatan kekerasan di Timor Lorosae tidak hanya sebatas jumlah korban (yang
umumnya anak muda) yang luka dan mati dibantai oleh gerombolan milisi dan
ABRI. Situasi kekerasan juga menjadikan anak-anak dan perempuan hamil atau
yang sedang menyusui menjadi korban. Anak-anak terganggu pertumbuhannya
ditekan situasi teror dan perempuan hamil atau yang sedang menyusui
mengalami gangguan dalam masa kehamilan dan menyusui. 


Laporan lengkap dari Dili kami kirim selengkapnya:

I. Sesuai dengan konfirmasi di rumah sakit Wirahusada bahwa korban luka
parah yang  ditembak dan dibacok/ditikam di rumah bapak Manuel Carrascalao,
di Miti Aut - Santana dan Balide adalah sebanyak 7 orang yaitu:

1. Victor dos Santos, 19 tahun dibacok di bagian siku tangan  kiri dan
kanan, hampir putus, di telapak tangan kiri hampir putus, luka dalam di
bagian lutut kaki kanan dan pelipis bagian kanan serta bagian belakang
terdapat luka irisan parang dan pedang;
2. Alfredo Sanches, ditikam/dibacok dan dicincang di bagian belakang dan
tembus ke paru-paru, di bagian kaki kiri dan kanan;
3. Joao, ditikam di bagian kepala yang dengan luka yang dalam; 
4. Agapito Ximenes, dibacok di bagian belakang, paha kiri dan kanan, di
pergelangan kaki kiri dan kanan, di bagian siku tangan kiri dan kanan
patah, sampai sekarang masih dalam keadaan kritis;
5. Manuel Gama, ditembak di bagian kaki kiri dan kanan sampai patah; 
6. Alfredo de Jesus, kena tembakan di bagian paha kiri dan kanan patah, di
bagian tulang kering kaki kiri dan kanan, kena bacokan di tangan kanan.
7. Antonio Mlulelo, (adalah seorang bapak tua yang menjaga rumah almarhum
Herman das Dores, bertempat tinggal di Balide. Orang ini, mengalami psiko
neurosis/gila, kena tikam di bagian dahi kiri).

Semua korban ini dijahit tanpa dibius dan jahitannya semrawut. Para korban
yang merasa kesakitan berat sambil berteriak dan menangis, didatangi
seorang tentara yang mengatakan bahwa, "ini gara-gara ulahnya orang
Portugis yang mau menjajah orang Timtim, akhirnya kalian (orang Timtim)
yang saling membunuh satu sama lain."

II. Korban Yang meninggal dalam tragedi di rumah bapak Manuel Carrascalao

Menurut informan dapat diperaya, pada malam sabtu (17/4/99), semua mayat
diangkut ke ruamh sakit Wirahusada dan kemudian ditempatkan di bagian kamar
mayat. Pada malam itu juga, sekitar pukul 20.00 Wita, mayat-mayat tersebut
diangkut oleh 3 truk militer dan dibawa ke tempat yang belum diketahui
sampai sekarang. Pada saat truk militer tersebut masuk, berhenti dan keluar
rumah sakit, listrik dipadamkan sebanyak tiga kali berturut-turut.

Mayat-mayat yang dijadikan bukti oleh ABRI adalah 12 orang, termasuk anak
pak Carrascalao untuk diketahui oleh Bapak Uskup dan pihak yang berwenang.
Mayat-mayat itu pun tidak dikuburkan di pemakaman Santa Cruz dan tidak
diserahkan kepada kelurga korban.

Berdasarkan catatan, pengungsi yang masih berada di kediaman bapak Manuel
Carrascalao ada sebanyak 102 orang dan teman-teman anak bapak Manuel C.
ada 7 orang, belum termasuk keluarga bapak Manuel sendiri. Sementara ini,
yang menjadi bukti korban yang meninggal adalah 12 orang. Kemana para
pengungsi yang lain? 

ICRC mengaku bahwa pada saat pembantaian, mereka berusaha menolong para
pengungsi, namun tidak diijinkan oleh ABRI dan gerombolan milisi untuk
masuk ke tempat kejadian. Tim ICRC diusir dan dicaci maki oleh anggora
ABRI. Pada pukul 15.00, ICRC kembali mencoba menerobos masuk ke rumah
Manuel Carrascalao. Mereka  hanya menemukan lumuran darah di dalam dan di
luar rumah. ICRC telah mendapat ancaman dari ABRI dan tidak mengaku
keberadaan ICRC di Timtim.

III. Dampak dari Operasi Sapu Jagad (pembantaian/tragedi) terhadap Anak-anak

Kesaksian seorang anggota Fokupers dalam memonitoring pelanggaran HAM di
kota Dili bahwa pada saat dia berkujung ke rumah tetangganya, dia
menyaksikan sendiri ketakutan luar biasa yang dialami oleh seorang bayi
berusia 4 bulan dan seorang anak yang berusia dua tahun. Pas pada waktu
mendengarkan bunyi tembakan secara sporadis yang dilepaskan oleh ABRI, bayi
itu langsung menangis, terkejut dan shock, sampai suaranya hilang dan
keluar keringat dingin. Sebelumnya, bayi itu sehat-sehat saja. Orang tuanya
bingung dan tidak tahu harus melakukan apa untuk menenangkan anaknya,
sementara situasi tidak mengijinkan untuk pergi keluar rumah dan konsultasi
dengan tenaga kesehatan. Begitu pula dengan anak yang berusia 2 tahun, pada
waktu mendengarkan bunyi tembakan langsung berteriak, menangis dan
menyembunyikan diri di bawah tempat tidur atau tempat lain yang kelihatan
aman. Anak menjadi ketakutan mendengarkan sesuatu yang berbunyi atau
teriakan keras meskipun bukan tembakan. Anak-anak langsung shock dan
menangis tak henti-hentinya, sampai orang tuanya sendiri merasa jengkel dan
memukul lagi. Hal ini dialami oleh sebagian anak di kota Dili pada saat team
Fokupers mendampingi para pengungsi atau pegamatan langsung di lingkungan
tetangga.

Trauma yang berkepanjangan akibat konflik yang tak kunjung selesai
berdampak pada pertumbuhan bayi dan anak-anak secara psikologis, fisik dan
sosial. Apakah mereka pantas untuk mengalami kekerasan seperti ini?
Satu-satunya jalan untuk mencabut akar penyebab penderitaan anak-anak
tersebut adalah melucuti semua senjata di tangan gerombolan milisi dan ABRI
harus ditarik dari Timtim.

IV. Dampak terhadap Ibu-ibu

Akibat situasi ketegangan ini, ibu-ibu yang sedang menyusui mengalami
kekurangan gizi yang mengakibatkan kurangnya produksi air susu ibu (ASI).
Di lain pihak masyarakat tidak bebas menjalankan aktivitas sehari-hari,
seperti pergi ke pasar, ke kebun, kantor dan lain-lain. Para ibu-ibu sering
mengalami sakit di bawah pusar, batuk, malaria, gatal.


Demikian dulu,
salam dari kami di FOKUPERS

"TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE"

FORTILOS
Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur
Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510
Telp. (021)79192763
Fax. (021)79192519
e-mail: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke