Precedence: bulk
PEMIMPIN WANITA BOLEH JADI PRESIDEN
JAKARTA (SiaR, 4/5/99) Hasil konggres umat Islam yang menyatakan bahwa
pemimpin tidak boleh wanita dibantah oleh Guru Besar Ilmu Hadist, Universitas Al
Azhar, Kairo Prof Dr Mahmoud Shafi'e Al-Hekam. Menurutnya, jika akhlak dan
kredibilitas seorang wanita di suatu negara diakui oleh segala lapisan
masyarakat untuk duduk sebagai presiden maka tak ada alasan untuk mengharam-
kannya.
Alasan strategis yang dikemukakan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung bahwa
alasan akan berkoalisinya Partai Persatuan Pemangunan (PPP), Partai
Kebangkitan Umat(PKU) dan Partai Nahdlatul Umat (PNU) karena sama-sama
menolak jika presiden Indonesia adalah seorang wanita. Menurut Akbar,
koalisi mereka memang untuk menghadang Megawati Soekarnoputri ke kursi
Presiden.
Lewat KB Antara Kairo, Mahmoud Shafi'e Al-Hekam Senin (3/5) kemarin
memberikan bantahan pada argumentasi soal pemimpin wanita itu. Ia katakan,
"Kenapa tidak? Kalau memang dia mampu."
Pendapat senada juga dikemukakan Prof Dr Ny Nadia Abdel Hamid, seorang
guru besar sejarah Islam di Universitas Kairo. "Selama ini kita memang terjebak
pada masalah beda pendapat soal boleh atau tidaknya wanita menjadi pemimpin
negara," ujarnya. "Tapi kenyataannya, kebanyakan pemimpin laki-laki juga tidak
becus memimpin negara," tandasnya.
Menurut Prof Nadia, masalahnya tidak ada nash sharih atau Qath'I (dalil
definitif) baik di Al Qur'an atau pun Al Hadist yang tegas membolehkan atau pun
mengharamkan wanita jadi pemimpin negara.
Ada pun ayat Al Qur'an yang berbunyi: Al-Rijalu Qawwamuna 'Alan Nisa (kaum
lelaki jadi pemimpin bagi kaum wanita), para ulama tersebut sependapat ayat
ini berbicara masalah rumah tangga bukan soal kepemimpinan politik. "Jadi
kurang tepat bila ayat ini dikaitkan dengan masalah kekepemimpinan negara.
Kita kerap terjebak pada pemahaman nash-nash Al Qur'an dan Hadist secara
sepotong-potong," kata Prof Al-Hekam.
Tampaknya alasan PPP, PKU dan PNU berkoalisi dengan Golkar lebih tepat
karena kursi kabinet atau kekuasaan. Hal ini senada dengan pengamatan Dr AS
Hikam yang menuduh bahwa Ketua Umum PPP Hamzah Haz dan Ketua PKU adalah orang
Habibie.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html