Precedence: bulk
DAVID XIMENES: MASA DEPAN TIMOR TIMUR MASIH SURAM
DILI (Matebean, 4/5/99), Pelaksana Harian CNRT Timtim, David Diaz
Ximenes mengatakan pembubaran CNRT di Ambeno secara paksa dilakukan oleh
kelompok pro-otonomi pertanda bahwa masa depan Timtim masih suram. Karena
banyak orang tidak mempunyai niat yang baik untuk menyelesaikan masalah
Timtim secara damai.
David Ximenes yang dihubungi MateBEAN di tempat persembuyiannya mengatakan
kalau kelompok pro-otonomi masih tetap memaksakan kehendaknya kepada
kelompok pro-kemerdekaan, maka sulit untuk bisa menemukan titik terang bagi
penyelesaian masalah Timtim secara menyeluruh.
"Tanda-tanda rekonsiliasi antara orang Timtim tak ada dengan adanya
ancaman terhadap anggota CNRT di daerah-daerah. Kelompok pro-otonomi selalu
memberikan pernyataan bahwa mereka ingin damai, ingin rekonsiliasi, tapi justru
mereka sendiri yang melakukan intimidasi dan teror terhadap kelompok
pro-kemerdekaan," katanya.
Menurut David masalah Timtim hanya akan selesai secara damai kalau aparat
keamanan melucuti semua senjata yang dimiliki oleh kelompok pro-otonomi. Dan
perlunya PBB mengirim Police Force sesegera mungkin untuk menyaksikan
pelucutan senjata kelompok pro-otonomi.
"Kalau stabilisasi keamanan di Timtim masih tetap dikendalikan oleh
tentara Indonesia, maka sulit untuk mewujudkan perdamaian di Timtim. Selama ini
yang melakukan propaganda, provokasi, intimidasi dan teror terhadap masyarakat
sipil itu kan tentara yang mendalangi. Lantas sekarang mereka kendalikan
stabilitas keamanan di Timtim apa mungkin Timtim bisa damai," katanya.
David mengatakan sikap Falintil menghadapi masalah Timtim sangat jelas,
yaitu mewujudkan perdamaian di Timtim, dan Falintil tidak ingin berperang
lagi. "Walau ada upaya untuk memancin Falintil untuk bereaksi, namun
Falintil sangat sadar bahwa perang tidak bisa menyelesaikan masalah Timtim.
Kalau terjadi perang yang menjadi korban bukan kelompok pro-otonomi atau
kelompok pro-kemerdekaan,
tapi justru masyarakat yang tak berdosa yang menjadi korban dari peperangan itu.
Hal itu membuat Falintil sangat sadar sehingga Falintil tidak ingin berperang
lagi," kata David.
Soal ditemukan 11 mayat di Ermera yang diduga dari kelompok pro-otonomi,
David mengatakan dirinya tidak yakin dengan temuan itu. Bisa jadi ke-11
mayat itu berasal dari kelompok pro-kemerdekaan. Namun untuk menciptakan
situasi yang tidak damai, maka kelompok pro-otonomi mengklaim bahwa ke-11
mayat itu berasal dari kelompok pro-otonomi.
Menurut sumber MateBEAN di Ambeno, perekayasaan pembubaran CNRT itu
dihadiri oleh Gubernur Abilio. Namun yang bubar bukan pengurusnya, melainkan
para simpatisan. "Tidak benar CNRT bubar di Ambeno. Yang bubar para
simpatisannya saja. Pembubaran itu juga direkayasa oleh kelompok
pro-otonomi," kata sumber itu.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html