Precedence: bulk
PARPOL REFORMIS BERKOALISI HADANG GOLKAR-PPP.
JAKARTA(SiaR,4/5/99), Untuk menghadapi koalisi Golkar dengan Partai
Persatuan Pembangunan, Partai Kebangitan Umat dan Partai Nahdlatul Umat dan
sejumlah partai "gurem" lainnya, beberapa Parpol seperti PDI Perjuangan, Partai
Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini menjajaki
kemungkinan untuk berkoalisi.
Setelah Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung di Cilacap Minggu (2/5) lalu
secara terang-terangan mengakui Golkar akan melakukan koalisi dengan PPP, PKU
dan PNU untuk menjegal laju Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno-
putri, maka isu pemimpin wanita bakal dijadikan sebagai pijakan koalisi
strategis tersebut. Dalam koalisi tersebut Akbar secara tegas menyebutkan
Habibie sebagai calon Presiden dari Golkar akan didukung koalisi tersebut.
Sementara di kubu partai reformis, tersiar kabar yang mengatakan adanya
pertemuan rahasia Ketua PAN Amien Rais dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
Soekarnoputri. Konon pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Kemang, Jakarta
Selatan tersebut membahas kemungkinan koalisi kedua partai guna menghadang
kekuatan pro-status-quo. Amien sendiri tidak membantah bahkan menyatakan siap
berkoalisi dengan Mega, jika ia duduk diposisi orang pertama.
Eep Syaefulloh Fatah menyatakan, kemungkinan koalisi ini sebagai koalisi
pragmatis semacam "persekutuan yang menguntungkan di antara mereka untuk
mengimbangi atau melebihi Golkar". Menurutnya, dengan itu kedua partai
dipertemukan oleh pragmatisme yang sama yakni; ingin naik kekuasaan dan
pemerintahan baru untuk menyingkirkan pejabat pejabat korup dan tatanan politik
warisan Soeharto. Menurut Eep, dengan demikian mereka akan melupakan bermacam
perbedaan yang ada, sebab pada saat yang sama mereka harus menghadapi musuh
bersama yakni Golkar dan kekuatan status-quo lainnya.
Sekjen PKB Muhaimin Iskandar menganggap pertemuan antara Megawati
dengan Amien Rais tak jadi persoalan. Apalagi kalau pertemuan itu dalam konteks
untuk melawan Golkar. Menurutnya, dalam menyelamatkan reformasi, tak ada cara
lain kecuali meredam perbedaan.
"Kita harus membunuh ego kelompok dan ego ideologi masing-masing,"
ujar Muhaimin.
Menurutnya, tantangan rakyat sebetulnya adalah adalah status-quo, yang
punya uang, punya infrastruktur kekuasaan. "Jadi, ya itu. Kita berjalan
berdasarkan kepentingan," lanjut Muhaimin. "Memang kendala koalisi PDI
Perjuangan, PAN dan PKB di tingkat basis massa adalah memberi pengertian
terus-menerus dan pengorganisasian massa yang baik. Asal tidak ada
provokasi, rakyat pasti cepat memahami," lanjutnya.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html