Precedence: bulk
FRONT RAKYAT INDONESIA TUNTUT PEMBUBARAN GOLKAR
JAKARTA (SiaR, 5/5/99), Front Rakyat Indonesia (FRI) yang merupakan
gabungan beberapa kelompok mahasiswa dan buruh menuntut Partai Golongan
Karya (Golkar) dibubarkan. Mereka menilai Golkar adalah penerus rezim Orde
Baru. Dalam aksi itu FRI membakar bendera Golkar dan menduduki Gedung KPU
dan kemudian menggelar sidang tandingan.
Aksi dimulai dengan kedatangan kelompok secara bergelombang pada
pukul 13.05 di halaman Gedung KPU. Setiba di depan gedung, mereka langsung
memasuki halaman dan berdiri di depan pintu. Kedatangan mereka sama sekali
tak dicegah oleh aparat keamanan yang ada di sekitar Gedung KPU. Rombongan
membawa sejumlah spanduk besar, poster dan bendera yang antara lain
bertuliskan "Awas Harto, Habibie, Harmoko", "Tegakkan Segera Suara dan
Kedaulatan Rakyat", "Bubarkan Golkar" dan "Kikis Habis Rezim Orba".
Dalam aksinya, mereka mengecam partai Golkar sebagai partai yang
selama 32 tahun ini mengacak-acak negeri Indonesia. "Kalau Golkar masih ikut
Pemilu, berarti terjadi ketidakadilan. Kalau Golkar masih diizinkan ikut
Pemilu, berarti tidak ada demokrasi dan kami tidak akan ikut Pemilu," teriak
Alwi, seorang aktivis FKSMJ.
Lebih lanjut Alwi menegaskan, bahwa kedatangan mereka ke KPU untuk
meminta parpol-parpol melaksanakan komitmen mereka dalam melaksanakan
reformasi. "Melaksanakan reformasi berarti sekadar membenci Rezim Orba dan
Soeharto," tegasnya.
Sementara itu seorang buruh dari Ujung Pandang menghadiahi sebuah
cenderamata berupa celana dalam berwarna kuning untuk Golkar. Ia menganggap
celana tersebut sebagai simbol Golkar selama 32 tahun yang sering
menyembunyikan dan menutup-nutupi sesuatu. Aksi kian memanas dengan
pembakaran kaos kuning berlambang Partai Golkar. Tindakan itu mendapat
sambutan yang meriah dari para mahasiswa yang ikut demo.
Setelah 5 orang wakil dari FRI dipimpin Achmad Baiquni diterima
dialog Ketua KPU Rudini dan 2 orang anggota KPU, Saut Aritonang (PPI) dan
Masiga Bugis (PID), peserta demo bukannya mengendurkan aksi mereka.
Bahkan mereka menerobos pintu sidang KPU dan menduduki ruang rapat utama KPU
serta menduduki 53 kursi sidang ruang tersebut. Rombongan kemudian menggelar
aksi parodi dan teaterikal di ruang sidang dengan agenda "Sidang Rakyat".
Sang pemimpin sidang menuliskan agenda sidang yang mereka sepakati. Antara
lain, pertama, usut tuntas Soeharto dan para kroninya. Ke dua, cabut
militerisasi. Ke tiga, bubarkan Golkar. Ke empat, kembalikan dan tegakkan
kedaulatan rakyat. Ke lima, hancurkan segala sistem Orde Baru, atas nama
rakyat Indonesia.
Menurut Baiquni, FRI merupakan gabungan dari elemen mahasiswa dan
kesatuan buruh seperti Kesatuan Buruh Marhaen (KBM) dan elemen lain. Mereka
melihat Golkar lama dan baru tetap memakai budaya Orde Baru yang korup,
money politics dan mengobarkan sentimen kelompok untuk menjaga status quo.
"Kami akan terus berkampanye untuk menuntut pembubaran Golkar agar
masyarakat sadar dan tidak terbius janji kosong Golkar yang masih berwatak
Soehartois," tegas Baiquni.
Saat ditanya kesiapan FRI jika menghadapi tuntutan hukum Golkar
seperti somasi partai tersebut ke sejumlah media massa, Baiquni menegaskan,
"Silakan tuntut kami dan kami juga akan menuntut kebusukan politik Golkar
selama 32 tahun."
Sementara itu Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan,
akan mengecek siapa pelaku dan organisasi mana yang melakukan pembakaran
terhadap kaos Golkar. "Bila perlu akan ditindak-lanjuti secara hukum," katanya.
Agaknya mahasiswa memang tidak percaya lagi pada Golkar, baik yang
lama maupun baru. Aksi ini merupakan aksi anti-Golkar ke dua. Sebelumnya
aksi menuntut pembubaran Golkar dilakukan oleh Front Aksi Mahasiswa untuk
Reformasi dan Demokrasi (Famred) April lalu yang berakhir dengan
ditangkapnya 110 mahasiswa.
Kelompok FRI ini dimotori Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ),
Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta (FKMIJ), Komite Mahasiswa Bandung
(KMB), Forum Komunikasi Mahasiswa Sulawesi Selatan (FKMI-Sulsel) dan elemen
dari Kesatuan Buruh Marhaen (KBM).***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html