Precedence: bulk


GERAKAN ANTI-KOMUNIS MEREBAK LAGI

        JAKARTA (SiaR, 5/5/99), Gerakan anti-komunis kembali merebak.
Setelah Habibie secara terang-terangan menyebut adanya kebangkitan
komunisme, marhaenisme dan sosialisme, kemarin (4/5), mereka unjuk kekuatan
di sejumlah tempat di Jakarta.

        Ratusan orang yang mengaku dari Forum Indonesia Baru (FIB) melakukan aksi
demo antikomunis di depan kantor Menko Polkam Jl Medan Merdeka Barat,
Jakarta Pusat itu memajang sejumlah spanduk penolakan segala bentuk ideologi
komunis, "Awas komunis datang lagi". Mereka juga mengimbau masyarakat agar
tetap bersatu membasmi komunis di Indonesia.

        Selain FIB, ratusan orang juga mengadakan apel akbar yang dipimpin Ketua
MUI setempat Drs Satibi Muchtar di alun-alun dekat Kodim 0507 Bekasi. Selain
itu apel akbar juga dilakukan di stadion mini Sunter Tanjung Priok. Sekitar
5 ribu ulama berikrar menentang bangkitnya kembali komunis.

        Menurut mereka, munculnya kembali komunis tersebut bisa dilihat dari
beberapa aktifitas kader-kader PKI belakangan ini.

        "Salah satunya adalah rencana long march mereka ke Lubang Buaya. Dan juga
munculnya kembali kebencian Orde Baru terhadap eks PKI lantaran para eks
tapol PKI belakangan ini mendirikan organisasi untuk menelusuri sejarah
Peristiwa 1965," kata mereka.

        Tapi sejumlah eks tokoh Gerwani yang disebut-sebut akan melakukan long
march tersebut pada wartawan menyatakan tidak akan melakukan kegiatan
seperti yang dituduhkan itu. 

        "Tidak benar itu, itu fitnah saja. Kami tidak akan melakukan apa-apa," kata
Ny Sulami, mantan tokoh Gerwani.

        Menurut sejumlah tokoh eks PKI, sejumlah isu belakangan ini mulai
dihembuskan  kembali oleh penguasa penerus Orde Baru lantaran mereka tidak
ingin diketahui kebusukannya. Sebelumnya isu ini pernah muncul ketika
menjelang Sidang Istimewa MPR. 

        Waktu itu kekuatan Orde Baru melalui sejumlah laskarnya mengorganisir
kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan aksi melawan aksi mahasiswa
penentang Sidang Istimewa dengan mengecap gerakan mahasiswa adalah gerakan
komunis. Tetapi saat itu gerakan mereka tidak berhasil, lantaran gerakan
mahasiswa terus bergerak tanpa terpengaruh oleh tuduhan-tuduhan tersebut.

        Sementara itu, dari 48 partai yang akan bertarung dalam Pemilu nanti
ternyata hanya dua partai yang secara implisit menampung aspirasi para
tahanan politik PKI. Kedua partai itu adalah Partai Rakyat Demokratik dan
Partai Uni Demokrasi Indonesia. Jika PRD sudah membuktikan dengan memasukkan
Pramoedya Ananta Toer ke dalam partai itu, PUDI masih di level verbal.
"Sudah seyogyanya mereka diterima sebagai manusia biasa. Sebab kalau pun
mereka pernah bersalah sudah pernah mendapat hukuman," kata PUDI. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke