Precedence: bulk From: LBH Medan <[EMAIL PROTECTED]> DEKLARASI DEWAN BURUH SUMATERA UTARA Dengan mengambil tempat di lapangan Volley yang terletak disamping kiri gedung DPRD Tk.I Sumut, Selasa (4/5) ratusan buruh dari Jalan Binjai dan Kawasan Industri Medan (KIM) di Belawan, mendeklarasikan berdirinya Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU) yang diketuai Lina Suhana Rambe. Ratusan buruh yang berasal dari PT.Riza Mitra dan PT.Duta Plastik dan sebagian kecil dari buruh dari KIM, sekitar pukul 09.00 Wib dengan mengendarai berbagai kenderaan seperti bus dan lain sebagainya, menuju gedung DPRD Tk.I Sumut. Dengan membawa berbagai spanduk, mereka berkumpul di lapangan samping gedung DPRD Tk.I Sumut tanpa boleh memberi komentar kepada wartawan yang bertanya, kecuali pimpinan mereka. Setelah membacakan deklarasi, mereka melakukan longmarch menuju kantor Gubernur Sumut untuk menyampaikan aspirasi tetapi sayang, kehadiran mereka tidak diterima oleh Gubsu, T.Rizal Nurdin dengan alasan tidak melalui prosedur unjuk rasa yaitu izin dari Polri. Berikut isi Deklarasi Dewan Buruh Sumut tersebut. --------------- DEKLARASI DEWAN BURUH SUMATERA UTARA (DBSU) (Sekretariat Jl.Bersama Gg.Swadaya No.65 Muliorejo-Sunggal, Medan) Hindu Buruh !!! Bersatulah Kaum buruh !!! Cabut Dwi Fungsi ABRI !!! Stop PHK !!! Stop Intimidasi dan kekerasan terhadap Buruh !!! Tahun 1998 sampai tahun 1996 ini adalah era terbukanya sedikit kran Demokrasi di Indonesia, terbukanya kran Demokrasi tersebut tidaklah diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah kepada rakyat, melainkan hasil perjuangan rakyat khususnya kaum mahasiswa yang begitu gigih, dan telah memakan ongkos yang amat mahal, banyak darah tertumpah di jalanan, banyak nyawa hilang di jalanan dan banyak anak bangsa yang masih hilang sampai sekarang juga, banyak anak muda yang masih mendekam di terali besi yang dingin. Dan sebelumnya rakyat Indonesia hidup dalam tekanan dan bayang-bayang intimidasi, semuanya diharapkan pada jawaban kekerasan. Kami, Dewan Buruh sumatera Utara menyadari, bahwa perubahan yang terjadi belumlah menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya, dan sebagai kaum buruh yang selama ini tertindas, sampai sekarang juga masih tertindas. Dwi Fungsi ABRI sebagai tuntutan sentral mahasiswa untuk dicabut, masih tetap saja bercokol, dan kami kaum buruh juga terus merasakan akan keterlibatan Militer dalam urusan perburuhan yang seharusnya mereka tidak terlibat di dalamnya. Gagalnya perubahan total yang dituntut oleh rakyat khususnya kaum muda mahasiwa, tidak terlepas dari ketidakpastian rakyat didalam perjuangan perjuangan tersebut. Rakyat khususnya kaum buruh, belum melibatkan dirinya didalam aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, begitupun juga dengan kaum tani, mereka tidak aktif dijalanan bersama kaum muda mahasiswa. Kaum tani dan kaum buruh Indonesia maupun masyarakat perkotaan, kebanyakan masih bicara pada persoalan normatifnya saja, seperti kasus panggusuran, perampasan tanah dan kenaikan gaji maupun kesejahteraan sosial. Dan akhirnya, tuntutan perubahan total oleh kaum muda mahasiswa identik dengan turunnya Soeharto, dan sekarang dengan turunnya Soeharto struktur pemerintahannya tetap itu-itu juga. Dewan Buruh Sumatera Utara, sebagai wadah kaum Buruh untuk berjuang, akan terus menghimpun kekuatan buruh sebagai satu kekuatan yang akan menyuarakan kepentingan kaum buruh dan kepentingan perubahan total, dan dewan buruh akan siap beraliansi dengan kekuatan rakyat yang lain yang punya platform perjuangan politik oportunis. Dewan buruh sumatera Utara, sebagai salah satu wadah kaum buruh menuntut kepada Pemerintah yang sekarang ini untuk : 1. Menghentikan PHK kepada kaum buruh. 2. Menaikkan Upah 100%. 3. Memberikan jaminan kesejahteraan sosial, sebab dengan kondisi kehidupan sekarang, kami kaum buruh tidak mungkin mampu menyekolahkan anak kami, apalagi untuk memiliki rumah layaknya seperti rakyat yang lain. Kami juga manusia biasa dan punya keinginan seperti manusia lain. 4. Pembagian keuntungan yang adil oleh perusahaan kepada kaum buruh. 5. Menghentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi juga teror kepada seluruh kaum buruh oleh siapapun dan dalam bentuk apapun. 6. Menuntut dicabutnya Dwi fungsi ABRI dan dihentikannya intervensi Militer terhadap iaum buruh dalam segala bentuk. 7. Dijaminnya kebebasan berorganisasi kepada seluruh kaum buruh. 8. Membebaskan seluruh tapol dan napol tanpa syarat, bila pemerintahan tidak membebaskannya, pemerintahan yang sekarang ini amatlah tidak bermoral. 9. Referendum untuk rakyat Maubere dan menghentikan segala kekerasan di seluruh wilayah Indonesia. Dan menyerukan kepada seluruh kaum buruh dan rakyat untuk : 1. Bersatu dalam perjuangan-perjuangan normatif dan perjuangan politik (perubahan total), karena tanpa persatuan tersebut kaum buruh dan rakyat tidak akan mampu menuntut dan menegakkan hak-haknya dan sudah terbukti kepada kita semua bahwa persatuan tersebut sangat menentukan. 2. Kaum buruh dan seluruh rakyat segera menyusun satu palatform perjuangannya. Karena tanpa platform ini tidak akan pernah tercapai satu bentuk perjuangan yang jelas dan arah-arah perjuangan yang jelas dan tidak terjebak pada bentuk-bentuk fanatisme buta dalam bentuk apapun karena hal tersebut sangat merugikan seluruh rakyat. 3. Seluruh rakyat segera menghentikan segala bentuk kekerasan sesama rakyat, karena hal tersebut akan membawa rakyat kepada konflik horizontal yang berkepanjangan dan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan rakyat yang paling mendasar juga akan memperlemah posisi rakyat. Medan, 1 Mei 1999 IMA SUHANA RAMABE (Ketua) ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
