Precedence: bulk


PAKET OTONOMI LUAS DITANDATANGANI

        DILI (MateBEAN, 7/5/99), Sebuah sejarah  baru sudah tercipta di New
York, Amerika Serikat, dengan ditandatanganinya paket otonomi luas oleh
Indonesia-Portugal dengan disaksikan PBB. Namun rasa optimis dari beberapa tokoh
Timtim tentang penyelesaian masalah Timtim secara damai bakal tidak terwujud.
Soalnya, sejauh ini belum ada niat baik dari kedua kelompok yang bertikai untuk
mengadakan gencatan senjata.

        "Itu adalah sebuah sejarah baru bagi Timtim, karena selama 23 tahun
Timtim bertikai dan sudah jatuh ratusan ribu korban jiwa rakyat yang tak
berdosa, baru sekarang ada niat baik dari Indonesia dan Portugal untuk bisa
menyelesaikan masalah Timtim secara damai. Tapi yang sebenarnya sangat kita
harapkan adalah bagaimana kedua kelompok yang memiliki senjara itu bisa
menghentikan kekerasan di Timtim, yaitu diadakannya gencatan senjata," kata
aktivis Dewan Solidaritas Mahasiswa Pelajar dan Pemuda Timtim, Marito Araujo.

        Sedangkan Presiden CNRT, Kay Rala Xanana Gusmao mengemukakan selama
masih ada Mauser, G3, SKS dan M-16 di tangan para milisi, dengan dukungan
militer terus menerus mengancam dan memaksa rakyat Timtim untuk menandatangani
pernyataan setia terhadap integrasi. Dengan adanya ancaman dan pemaksaan
terhadap masyarakat Timtim, maka Xanana mengharapkan agar masyarakat
internasional mengerti persoalan yang sesungguhnya terjadi di Timtim.

        "Dengan demikian sangat penting sesegera mungkin kehadiran pasukan
perdamaian PBB di Timtim, setelah penandatanganan persetujuan untuk
mengimplementasikan mekanisme yang bisa menjamin terciptanya kembali perdamaian,
secara gradual memberikan ketentraman bagi penduduk," kata Xanana.

        Dalam pernyataan tersebut Xanana mengimbau lembaga-lembaga kemanusiaan
internasional supaya memberikan bantuan kepada penduduk Timtim, yang rumahnya
dibakar dan hartanya dirampas oleh bandit-bandit (Xanana mengistilahkan para
milisi). "Penduduk telah dipaksa untuk meninggalkan kebun-kebun mereka, demi
menghindari ancaman dan kekerasan. Jadi, yang saat ini dibutuhkan adalah pangan,
sandang, papan dan obat-obatan," tandasnya.

        Harapan rakyat Timtim, menurut Xanana, agar masyarakat internasional
terus menuntut penghentian kekerasan yang tidak manusiawi, dan menghargai
prinsip-prinsip universal mengenai demokrasi keadilan. "Saya menganggap dialog
sebagai jalan yang paling adil untuk penyelesaian konflik. Kami akan selalu
ingat komitmen pemerintah Indonesia, dan masyarakat internasional," katanya.

        Tapi tampaknya pemerintah daerah tidak terlalu menyambut baik dengan
diadakannya jajak pendapat yang dilakukan tim PBB itu. Gubernur Abilio Soares
mengatakan pemerintah hanya mendukung, dan tak bisa menjamin keamanan bagi tim
PBB itu. "Bila ada kesan di mata PBB, pro-integrasi menolak jajak pendapat,
karena di dalam jajak pendapat ada kelompok yang menang dan ada yang kalah.
Tidak mungkin kelompok yang kalah menyerah begitu saja. Ini menjadi persoalan.
Karena semua pihak tidak menginginkan bentrok dalam jajak pendapat itu," kata
Abilio. 

        Mahasiswa di Dili menyambut penandatanganan di New York dengan melakukan
aksi demo bertempat di halaman kampus Universitas Timor Timur. "Jangan mau
menerima paket otonomi apapun yang dibidani Pangab Indonesia Wiranto," ujar
salah seorang jurubicara.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke