Precedence: bulk
ADI SASONO RANGKUL PENGUSAHA ETNIS CINA
JAKARTA (SiaR, 7/5/99), Menteri Koperasi/Pengusaha Kecil Menengah,
Adi Sasono berusaha memperbaiki citranya di kalangan pengusaha etnis Cina.
Selasa, pekan ini di Hotel Shangri-La saat ia bertemu dengan seribu
pengusaha etnis Tionghoa.
Di acara ramah-tamah itu, Adi menyatakan tuduhan yang dialamatkan
kepadanya bahwa ia anti Cina sama sekali tidak benar. "Saya tidak anti Cina.
Saya malah prihatin dengan para pengusaha Cina yang jadi sapi perahan di
zaman Orde Baru," ujarnya dalam pertemuan itu. Adi pun berpelukan dengan
sejumlah pengusaha yang malam itu hadir.
Pertemuan Adi dengan kalangan pengusaha etnis Cina ini amat
mengheran- kan, mengingat Adi selama ini selalu menyerang kalangan ini.
Selama hampir
setahun ini, dengan gagasan Ekonomi Kerakyatan yang kemudian diterima sebagai
kebijakan ekonomi pemerintah, Adi Sasono secara sistematis memotong ruang gerak
bisnis kalangan Tionghoa. Koperasi Distribusi Indonesia. Misalnya konsorsium
koperasi bentukan Depkop, yang memonopoli jalur distribusi minyak goreng, gula
pasir dan rencananya beras, menggantikan peran Badan Urusan Logistik, dianggap
menyingkirkan peran pedagang Cina yang sebelumnya berbisnis di sektor
distribusi.
Memang, para distributor minyak goreng curah dari kalangan non
koperasi tersingkir dari jalur distribusi komoditas penting ini, kendati
belakangan sejumlah koperasi pedagang pasar (Koppas) menjual
minyak-minyaknya pada para pengusaha Tionghoa karena tak sanggup
mendistribusikannya sendiri. Sejumlah pengamat mengatakan: Adi Sasono tengah
menjalankan kembali Politik Benteng yang pernah diberlakukan pada 1950-an.
Manuver Adi mendekati para pengusaha etnis Cina ini diduga bukan
untuk kepentingan Depkop, atau kepentingan pengembangan kerjasama antara
koperasi dan kalangan pebisnis Tionghoa, namun, nampaknya untuk kepentingan
politik Adi Sasono di Partai Daulat Rakyat (PDR).
Seorang pengamat mengatakan permusuhan Adi dengan para pengusaha
etnis Cina memang tak menguntungkan PDR. Apalagi, para pengusaha etnis Cina
lebih memilih mendukung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan Partai
Kebangkitan Bangsa. Sumber lain menyebutkan, Adi mulai mendekati kalangan
pengusaha Cina setelah ia dimusuhi para pejabat tinggi Partai Golkar di
pemerintahan, karena ia mendirikan PDR dan menggembosi Golkar.
Kalangan elit Golkar pun tak menyukai manuver Adi ini. Para petinggi
Golkar sebelumnya sudah berang karena Adi menolak berkampanye untuk Golkar
kendati ia adalah salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat. Para pengurus
DPP Golkar makin berang ketika Adi menggunakan jaringan Depkop untuk
menyokong PDR. Belakangan, ketika Habibie dicalonkan PDR, Marzuki Darusman,
salah satu Ketua DPP Golkar meminta Habibie menentukan sikap, ikut PDR atau
ikut Golkar. Perpecahan pun nampak jelas. PDR tenyata bukan subordinasi Golkar.
Program-program Adi yang menyedot dana besar pun dipangkas. Kredit
program yang dikelola Depkop senilai Rp 10 trilyun tak dikucurkan lagi oleh
Bank Indonesia.
"Ini permintaan Departemen Keuangan. Kami senang menghapus program
itu karena kita memang tak punya dana sebesar itu," ujar sumber di Bank
Indonesia. Kredit program ini berbunga amat lunak sebesar 8% hingga 18% dan
dibagi-bagikan untuk koperasi dan pengusaha kecil binaan Depkop dengandalih
bantuan dari PDR.
Selama ini pengucuran dana kredit program merupakan penganggaran non APBN,
sehingga pengeluarannya akan dibebankan ke APBN tahun berikutnya. Menurut
kalangan Bank Indonesia, sulit mencari sumber dana sebanyak itu tahun depan.
Di samping devisa yang makin menipis, utang luar negeri untuk membiayai
kredit program ini tak dimungkinkan lagi karena jumlah utang luar negeri
kita sudah pada tingkat yang membahayakan untuk kelangsungan ekonomi.
Pemangkasan ini membuat PDR tak berkutik. KDI pun dipotong pasokannya.
Minyak goreng di pasaran langka. Harga naik dan KDI disalahkan.
Jika belakangan ia berdamai dengan para pengusaha Cina yang selama
ini dimusuhinya, itu nampaknya hanya untuk kepentingan politiknya saja.
Sejak dulu, ketika Adi masih jadi aktivis LSM, ia sudah dikenal anti Cina.
Sejumlah aktifis mahasiswa direkrutnya dan diminta membuat kerusuhan
anti-Cina di sejumlah tempat. Untung sejumlah aktifis mahasiswa lainnya
menentang rencana Adi ini dan melakukan penggembosan rencana rasialis Adi
ini.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html