Precedence: bulk
DILI RUSUH, 3 ORANG TEWAS, 2 WARTAWAN DITANGKAP
DILI (MateBEAN, 10/5/99), Hanya sehari setelah milisi pro-otonomi
menyerahkan senjata kepada aparat keamanan yang disaksikan oleh dua utusan
PBB, Minggu hari ini (9/5) milisi bersenjata, Aitarak kembali menembak warga
sipil di Mercado Lama (pasar peninggalan jaman Portugal). Diberitakan ketiga
orang itu mengalami luka-luka serius dan laporan sementara menyebutkan dua
orang tewas. Satu di antara dua orang yang tewas itu adalah Eugenio Antonio
Fatima (26) seorang mahasiswa Fisipol Universitas Timor Timur.
Selain kerusuhan di Mercado Lama, juga diberitakan bahwa kerusuhan
sudah melebar di Desa Audian, Dili Timur, dan di Audian sempat terjadi aksi
tembak-menembak yang cukup lama yakni sekitar 20 menit, dan dikabarkan
korban akan jatuh lebih banyak lagi, karena saat ini milisi bersama tentara
sudah mengepung Desa Audian, serta sudah puluhan orang mengalami luka-luka
serius saat ini sedang dirawat di Klinik Motael.
Selain itu, dilaporkan juga bahwa dua wartawan asing ditangkap
milisi Aitarak, dan saat ini sedang ditahan di Polda Timtim. Kedua wartawan
yang berkebangsaan Amerika itu ditangkap karena meliput kejadian tersebut.
Namun belum diketahui nasib dari kedua wartawan itu serta tempat media
mereka bekerja. Menurut para saksi mata, milisi Aitarak melepaskan tembakan
secara sporadis sehingga membuat sebagian besar pedagang di pasar itu lari
kalang kabut untuk menyelamatkan diri. Ada yang menembak ke atas sekedar
peringatan, namun sebagiannya langsung mengarahkan senjatanya ke masyarakat,
sehingga mengakibatkan korban berjatuhan.
Kronologi kejadian, menurut beberapa sumber yang dihubungi
MateBEAN, adalah berawal dari permainan judi (bola guling), beberapa anggota
Aitarak yang ikut bermain namun sebagian besar kalah dalam permainan
tersebut, memaksa pemilik bola guling itu untuk mengembalikan uang mereka.
Namun si pemilik tidak mau mengembalikan uang tersebut. Lantas para anggota
Aitarak itu langsung menembak pemilik bola guling tersebut, dan seketika itu
pula si pemilik bola guling yang belum diketahui namanya itu tewas di tempat
kejadian.
Selain satu korban yang tewas, para milisi Aitarak itu juga
menjarah uang serta barang-barang pemilik bola guling tersebut, serta
membakar tempat itu.
Ketika terjadi insiden tersebut empat wartawan asing berada di
tempat itu dan langsung mengabadikan kejadian tersebut, hingga para milisi
Aitarak itu mengejar keempat wartawan berkebangsaan Amerika itu. Dua
wartawati langsung ditangkap dan dianiaya serta dua orang lainnya melarikan
diri. Korban yang mati, menurut saksi mata lebih dari dua orang, dan diduga
ada beberapa mayat yang disembunyikan oleh para milisi tersebut. Dan
beberapa korban yang masih dirawat secara intensif di Klinik Motael, Dili
Barat.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html