Precedence: bulk


Wakil DPRD Aceh : PROVOKATOR DI ACEH,  BUNUH SAJA  ! 

BANDA ACEH (Nikoya-FM, 12/5).  Wakil Ketua DPRD Tk-I Aceh, Yusril Hajerat
dari F-ABRI, Selasa (11/5) di depan  500-an Mahasiswa Aceh yang datang
berdemonstrasi di gedung dewan tersebut,  mengatakan;  "jika rakyat atau
mahasiswa menjumpai provokator dalam  gerakan mahasiswa maupun rakyat Aceh,
silahkan bunuh saja".   
Aksi demonstrasi mahasiswa Aceh pada pukul 11.15 wib yang dijaga ketat oleh
aparat keamanan disekeliling gedung dewan itu, terdiri dari sebahagian
bafer-bafer aksi mahasiswa Aceh diantaranya, Front Aksi Reformasi Mahasiswa
daerah istimewa Aceh (FARMIDIA), Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR),
Komite Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA), Solidaritas Mahasiswi Islam
Peduli Aceh (SMIPA) yang menuntut pertanggung jawaban pemerintah atas
insiden  'berdarah' Simpang KKA Krueng Geukuh, Lhokseumawe Aceh Utara (3/5)
oleh militer.

Mereka juga mengajukan tuntutan agar segera menarik Pasukan Penindak Rusuh
Massa (PPRM) yang  dikirim oleh Pangab dua hari lalu dengan empat pesawat
Hercules, milik TNI AU  melalui bandara Malikulsaleh Kota Gas Lhokseumawe.

Mahasiswa Aceh juga menolak  tegas terhadap rencana pendirian kembali Kodam
Iskandar Muda di Aceh dan  menuntut pemerintah agar secepatnya mengadili
pelaku-pelaku utama pembantaian  rakyat Aceh semasa diberlakukan DOM (Daerah
Operasi Militer) maupun pasca DOM  yang telah memusnahkan ribuan rakyat
Aceh.   Selain itu 500-an mahasiswa Aceh tersebut, dalam orasi-orasi di
depan  anggota dewan, juga mengutuk keras tindakan TNI (pasukan rudal) di
Aceh atas  kejahatan HAM yang di lakukan pada insiden Simpang KKA
Lhokseumawe 3 Mei lalu  yang telah menelan korban 43 warga sipil tewas
termasuk anak-anak dan wanita  serta ratusan warga sipil lainnya luka-luka
tembakan dan menyesalkan tindakan  aparat keamanan yang membiarkan para
provokator-provokator membuat kerusuhan di  Aceh serta menembaki rakyat
sesuka hati mereka.

Dalam aksi moral itu, mahasiswa Aceh menghimbau seluruh komponen dan
masyarakat Aceh untuk mewaspadai isu-isu yang mengarah ke upaya
pengkondisian  kembali Operasi Militer / DOM 3 di Aceh dengan
memperkuat/mengikat erat 'ukhuah  islamiah' dan tidak terpancing dengan aksi
para provokator yang diduga sengaja  dikirim dari luar Aceh, untuk memancing
kemarahan rakyat Aceh sehingga ada  alasan untuk kembali memposisikan Aceh
menjadi Daerah Operasi Militer (DOM) atau dengan nama-nama yang lebih halus
lagi, serta tetap mewaspadai pihak-pihak yang berupaya membuat 'pembusukan'
terhadap Gerakan Moral Mahasiswa Aceh yang hingga hari ini masih yang paling
dipercaya oleh masyarakat Aceh.

Aksi mahasiswa yang menjadi perhatian warga Kotamadya Banda Aceh saat
melintasi jalan protokol depan gedung DPRD Tk-I Aceh itu akhirnya bubar
dengan  tertib pada pukul 12.50 Wib setelah menyanyikan lagu perjuangan dan
lagu  referendum, untuk selanjutnya dengan berjalan kaki dari gedung dewan
menuju ke  mesjid kebanggaan rakyat Aceh, Mesjid Raya Baiturrahman, sembari
mengusung  'boneka mayat' korban kejahatan HAM Simpang KKA Lhokseumawe
dengan mengucapkan  'selawat rasul' di sepanjang jalan hingga tiba di mesjid
agung Aceh tersebut,  disana para mahasiswa itu melaksanakan 'shalat gaib'
dan do'a bersama masyarakat  Banda Aceh bagi 43 korban insiden berdarah
Simpang KKA Lhokseumawe, Aceh Utara.  (tim).***

CATATAN:

Sebahagian sumber di kutip dari Koalisi NGO HAM - Aceh.  News  Devision
RADIO  NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station

URL-1 : http://come.to/nikoyafm
URL-2 : http://www.un.or.id/unesco/localrad/Stations/nikoya.htm

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke