Precedence: bulk Kawan-kawan, FORTILOS baru saja mendapat berita dari FOKUPERS tentang keadaan Dili dari tanggal 9/5/99 hingga 11/5/99. Berikut kami kirimkan laporan lengkapnya: FOKUPERS Kepada teman-teman pejuang demokrasi, anti kekerasan dan pro Kemanusiaan di mana saja anda berada, kini situasi di Dili semakin parah, banyak masyarakat kota Dili yang mengungsi, banyak pula rumah rusak berat akibat aksi dari para Militer dan Milisi Indonesia. Sehari setelah para milisi pro-otonomi menyerahkan senjata kepada aparat keamanan yang secara langsung disaksikan oleh para pimpinan daerah Gubernur Abilio Osorio Soares, Danrem Dili Tono Suratman dan Kapolda Timtim Timbul Silaen. Dan yang sangat menyedihkan acara tersebut turut disaksikan oleh utusan PBB sementara berada di Timor Loro Sae. Kronologi Kejadian : Awalnya dari permainan judi bola guling dimana ada anggota AITARAK yang menuntut kepada pemilik dan penjudi bola guling dan memeras agar uang yang dimiliki segera diberikan semuanya kepada para milisi. Akan tetapi para pemilik dan penjudi tidak menyerahkan semua. Disitulah mulai mencaci maki dan saling berteriak dan memukul satu dengan yang lain. Dan tiba-tiba Eurico bersama anak buah lainnya tiba di tempat kejadian langsung melepaskan tembakan kearah masyarakat. I. Minggu, 9 Mei 1999 Hari minggu (9/5) para milisi bersenjata Aitarak dibawah pimpinan Komandan Eurico Gutteres mulai beraksi di kota Dili. Awalnya para milisi mendatangi Mercado Lama (pasar-lama) melepaskan tembakan secara sporadis kearah masyarakat sipil. Akibat tembakan tersebut tiga orang penduduk luka parah dan dua orng meninggal dunia. Korban luka dirawat di rumah sakit Wirahusada (sampai sekarang belum diketahui identitasnya. Dua 2 orang yang meninggal dunia adalah: 1. Eugenio Antonio Fatima (26 th) mahasiswa Untim, Fakultas Fisipol 2. yang satunya belum ketahui identitas sampai berita ini diturunkan. Sementara sebagian melepaskan penembakan di Mercado lama, milisi lainnya mengejar wartawan Asing untuk ditembak dan 2 orang wartawati di tangkap dan dianiaya sementara berada di Polda. Di Desa Audian, depan rumah makan Puti Bungsu, sekelompok masyarakat yang sedang menyaksikan penembakan di Mercado lama tiba-tiba muncul sebuah mobil Taf Roky di belakang Stadion Municipal Dili sambil melepaskan tembakan ke arah masyarakat berada, terkena satu orang pemuda luka parah yang bernama Jose Agusto Laranzinha Pinto, korban ditembak pada tangan kiri langsung tembus ke perut (luka dalam). Banyak jatuh korban yang menderita luka parah dan sebagian meninggal dunia, tapi sampai sekarang belum diketahui identitas para korban dan keberadaan mereka. Di desa Bemori, Akadiruhun, Bidau, Lecidere, Mascarinhas, Santa Crus, Balide ditembak secara sporadis tidak ada korban manusia yang tewas dan hanya terjadi pengrusakan berat di setiap rumah masayarakat. II. Senin, 10 Mei 1999 Dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, para milisi Aitarak yang dikawal oleh TNI dan Polisi mulai beraksi sambil melepaskan tembakan di sekitar Bidau Tahu Laran. Menjalar ke seluruh Desa yang berada di kota Dili. Dan para aparat (TNI, Polisi Brimob, dan Milisi) lainnya memblokir jalan persimpangan di depan Toko Dili Jaya untuk mengadakan pemeriksaan terhadap masyarakat yang lewat dengan menggunakan sepeda motor dan mobil dipukul, dan banyak sepeda motor yang dirampas oleh para aparat. Dalam aksi tersebut banyak korban yang berjatuhan antara lain : a. korban luka parah : 1. Rogerio De Sousa (27 th) Warga desa Quintak Kiik, korban ditembak di bagian punggung dan bagian belakang. 2. Asala, Warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik, korban di tembak di bagian dada (luka dalam) dan muntah darah. 3. Marta, ibu Rumah Tangga (RT) warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik, korban di bacok di bagian punggung. 4. Manuel Koku (28 th), warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik, korban di tembak di bagian usus besar dan punggung. 5. Ibu Fatima, warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik, korban dibacok bersama dengan anaknya yang masih bayi. Saksi mata menyatakan bahwa korban yang luka-luka sebanyak 25 orang dan sampai sekarang belum diketahui identitas dan keberadaan para korban tersebut. b. Korban yang meninggal dunia 1. Ano, warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik 2. Abitu Ribeiro, (24 th), warga desa Santa Crus kampung Quintal Kiik, Korban ditembak dan di bacok. 3. Cesaltino da Costa (17 th), Pelajar STM Fatumaca-Baucau kelas III yang sementara berlibur di Dili. Korban berasal dari Kecamatan Alas Kabupaten Same, korban di tembak dibagian kepala, dada dan dibacok di bagian teguk. Sesuai dengan informasi dari seorang dokter yang menyatakan bahwa ada korban yang meninggal di RS Wirahusada Dili sebanyak 3 orang tidak diketahui identitasnya masing-masing. Sesuai informasi bahwa pada saat kejadian di Bidau ada korban yang meninggal sebanyak 9 orang tapi sampai sekarang tidak tahu keberadaan mayat-mayat tersebut. Aparat Keamanan (ABRI dan Polri) keliliing kota Dili sambil membawah bendera Nasional Falintil dengan maksud bila terjadi korban terhadap orang asing dan polici PBB maka akan dituduh ke masyarakat yang pro Kemerdekaan. IV. Selasa, 11 Mei 1999 Para aparat mengadakan operasi dari rumah kerumah tapi sekarang belum ada korban. Operasi sisir akan difokuskan ke desa Santa Crus, Quintal Boot, Bemori, Bidau dan Mascarinhas. Sehingga banyak masyarakat yang mengungsi tempat yang memberi perlindungan untuk keluarganya. Pada umumnya, yang mengungsi adalah perempuan dan anak-anak. Untuk informasi lebih lanjut tentang anak-anak dan perempuan akan bersambung. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
