Precedence: bulk


KEBANGKITAN RAKYAT MISKIN KOTA


Pak Usro dari Kwitang, usianya menjelang 72 tahun. Suatu malam, dalam
ngobrol-ngobrol dengan komunitas Kwitang di pinggir Kali Pasir, di
sekitar persoalan kenapa tidak ada hari bersama untuk Rakyat Miskin Kota
dimana rakyat miskin bisa berkumpul, merenungkan keberadaan mereka, Pak
Usro tidak menjawab. Tapi dia menuliskan di selembar kertas bekas dan
menyerahkannya kepada kami. Isi tulisan itu berbunyi: �13 Mei: Hari
Kebangkitan Rakyat Miskin�.
     Kenapa 13 Mei? Kenapa disebut sebagai hari Kebangkitan Rakyat
Miskin Kota?
     13 Mei adalah hari pukulan sangat berat untuk Rakyat Miskin Kota.
Hari dimana mereka dikriminalkan dan dikorbankan dalam kobaran api yang
membakar gedung-gedung yang dijarah. Dipurukkan sebagai yang mungkin
dijadikan tumbal bagi kepentingan untuk menggagalkan Reformasi yang
sedang dijalankan oleh mahasiswa, Mei setahun yang lalu.
    13 Mei kemarin, mereka akhirnya berkumpul. 1000 Lebih Rakyat Miskin
Kota dari Tabaci, Kalideres, Kamal, Kwitang, Tanggul, Gandaria, Kampung
Rawa Gusuran, Pedurenan, Warung Jengkol, Kalimati, komunitas becak,
buruh, dan simpatisan mahasiswa ITI, memenuhi perempatan jalan di
Kampung Rawa Gusuran, Kebon Jeruk Jakarta.
Jam 17.00 WIB mereka memulai acara dengan menyanyikan lagu Padamu
Negeri. Lalu bersama-sama membuat kesaksian:

13 MEI TIDAK LAGI
HATI DARI RAKYAT MISKIN KOTA

Siapakah yang telah mengajari kami untuk menjadi takut selama ini?
Siapakah yang telah mengajari kami untuk selalu diremehkan selama ini?
Siapakah yang telah mengajari kami untuk mudah dihasut selama ini?
Siapakah yang telah mengajari kami untuk menjadi kambing hitam selama
ini? Sekian lama kami hidup seperti ini, tidak ikut menikmati
pembangunan, dikejar-kejar, digusur, di PHK.

Hingga 13 Mei, setahun lalu, Jakarta berubah menjadi lidah api. Dan
rakyat kembali mendapatkan cap sebagai perusuh,kami dikriminalkan lewat
penjarahan, dikorbankan terpanggang dalam bangunan-bangunan yang
dibakar, lalu dihasut lewat konflik ras yang memecah-belah kami.

Sekarang tidak lagi. Kerusuhan tidak lagi. Kekerasan tidak lagi. Rakyat
yang dikorbankan tidak lagi.

Kamilah Rakyat Miskin Kota, para pedagang kaki lima, para penarik becak,
buruh keci. Kamil yang ingin mengembalikan langit biru kami, matahari
baru kami. Inilah sebuah renungan, hati dari Rakyat Miskin Kota.
Kehendak untuk bangkit.

Jakarta, 13 Mei 1999
JARINGAN RAKYAT MISKIN KOTA

     Acara dilakukan dengan shalat maghrib bersama, lalu tahlilan untuk
Rakyat Miskin Kota yang jadi korban terpanggang api dalam
bangunan-bangunan yang terbakar, 13 Mei tahun lalu, maupun untuk mereka
yang hilang dan belum ditemukan hingga kini.
     Monolog �Cermin Rakyat Untuk Calon Presiden� yang dibawakan oleh
komunitas Kamal dibawakan. Cermin itu dihadapkan ke seluruh pemain
pendukung monolog ini, dan akhirnya kepada penonton: Siapakah calon
presiden kamu? Jawabnya adalah hatimu sendiri, kasih sayang, cinta yang
nyaris hilang di negeri ini. Lalu pembacaan puisi, pemutaran slide
kerusuhan, korban-korban yang terpanggang, reformasi mahasiswa, juga
kesaksian atas penderitaan mereka selama ini yang disampaikan oleh
seorang ibu dari Kalideres, dan tiga orang penarik becak (Diro dkk.),
serta seorang penyair kampung yang disampaikan sebagai doa oleh Pak Amin
Hamzah. Anak-anak dari Warung Jenggol, buruh dan mahasiswa juga ambil
bangian mengangkat sumpah bersama rakyat.
     Kebangkitan Rakyat Miskin Kota adalah penting untuk mengembalikan
utopia Rakyat Miskin Kota yang selama Orde Baru disingkirkan. Bahkan
hingga kini mereka masih mudah diteror dengan streotip ideologis yang
sering dipakai oleh penguasa. Isu Komunis hingga kini belum usai untuk
mendeskriditkan setiap kegiatan yang berbau �rakyat�. Rakyat selalu
dikorbankan oleh budaya polotik yang dipimpin oleh ketakutan dan cara
berpikir yang kacau akibat birokrasi yang digunakan sebagai alat
kekuasaan.
     Datanglah ke kampung rakyat kecil. Dan datanglah dengan hatimu.
Bukan dengan kecurigaanmu. (Kompor � UPC)
--

  Urban Poor Consortium (Konsorsium Kemiskinan Kota)
  Billy Moon Blok H-I/7 Jakarta 13450
  Phone/Fax: 62.21.8642915
  e-mail: mailto:[EMAIL PROTECTED]
  Urban Poor Website: http://welcome.to/urbanpoor

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke