Precedence: bulk
The United Nations Assistance Mission in East Timor
SIARAN PERS - Segera*
Sumber-sumber yang dapat diandalkan memberitahu PBB bahwa gerombolan 60
orang bersenjata yang tergabung dalam milisi Tim Pancasila melancarkan
serangan brutal di desa Atara, kemarin pagi, yang menewaskan lima orang
penduduk desa di rumah mereka saat tengah bersiap pergi menghadiri misa di
gereja. Anak-anak muda yang tinggal di desa itu, yang terletak sekitar 100
km di sebelah selatan Dili, di Kecamatan Atsabe, melarikan diri ke hutan.
Mereka terus dikejar oleh gerombolan bersenjata tersebut, yang terus
melepaskan tembakan dan membunuh sejumlah orang.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 10 malam hari di Dili, milisi Aitarak
membakar sekitar 10 rumah dan merusak sejumlah rumah lainnya di lingkungan
Metiaut.
PBB secara mendesak mengingatkan pemerintah Indonesia bahwa pada tanggal 5
Mei telah membuat kesepakatan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan
menghindari tindak kekerasan serta bentuk intimidasi lainnya sehingga
pemilihan yang bebas dan adil dapat diselenggarakan di Timor Timur pada
tanggal 8 Agustus.
Selama 12 hari setelah Ali Alatas, Menteri Luar Negeri, menandatangani
kesepakatan tersebut yang disaksikan oleh Sekjen PBB, tindak kekerasan oleh
milisi bersenjata terhadap penduduk sipil Timor Timur, di mana kekerasan di
Atara menjadi buktinya, terus saja berlanjut.
Pernyataan dari pemerintah Indonesia tidaklah cukup. Tindakan tegas harus
diambil oleh pejabat keamanan Indonesia yang sesuai untuk mengakhiri
aktivitas milisi bersenjata, yang anggotanya berkeliaran di jalan-jalan
kota Dili dan kota-kota lain di Timor Timur, menembaki penduduk dan
membakar rumah.
Penyelesaian konflik di Timor Timur tidak dapat dicapai dengan kekerasan,
yang hanya akan melahirkan kekerasan baru. Penyelesaiannya terletak pada
pemungutan suara, dan karena itulah pemerintah Indonesia dengan bijak
dipilih untuk membiarkan penduduk Timor Timur memutuskan masa depannya pada
tanggal 8 Agustus.
Pilihan yang dihadapi para pemilih adalah apakah mereka menerima otonomi
khusus yang ditawarkan bagi Timor Timur dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia, atau menolaknya, yang akan menjadikan Timor Timur berpisah dari
Indonesia.
Milisi bersenjata dan para pendukungnya takut membiarkan pemilihan ini
terjadi, dan karena itulah mereka mencoba mempertahankan situasi yang tidak
aman di Timor Timur dan menghentikan proses konsultasi. Usaha-usaha
tersebut tidak boleh dibiarkan berlanjut.
Dili, Timor Timur, 17 Mei 1999
David Wimhurst,
Juru Bicara UNAMET, Tel: 321662
* Terjemahan tidak resmi (unofficial translation) dari pernyataan pers yang
diterima tanggal 18 Mei 1999, pukul 10.00
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html