Precedence: bulk TVRI MENJALANKAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN BUKAN KEBIJAKAN PARTAI Sebagai stasiun televisi milik negara, TVRI selama ini selalu mengalokasikan peliputan yang sangat banyak mengenai kegiatan pemerintah. Namun, selama dua hari pertama kampanye stasiun ini ternyata tidak bersikap pilih kasih terhadap Golkar, partai pemerintah itu. Dari 24 item berita yang ditayangkan TVRI, hanya ada dua item mengenai Golkar. Pertama, perihal gangguan terhadap Golkar. Kedua, mengenai liputan kampanye berbagai partai -- termasuk Golkar. Dalam berita yang disebut terakhir, Golkar tidak mendapatkan peliputan khusus - melainkan dirangkaikan dengan partai-partai lain: MKGR, PADI, dan PNU. PAN, sebagai perbandingan, justru diberitakan sebanyak tiga kali secara tersendiri. Namun sebagaimana biasanya, TVRI masih sangat sering memberitakan pernyataan para pejabat pemerintah begitu saja tanpa melaporkan situasi sebenarnya. Misalnya, ketika TVRI menyatakan bahwa kampanye di Timor Timur terkendali sekalipun sempat terjadi kesalahpahaman akibat ketidakjelasan jadwal kampanye, tak ada penayangan yang menampilkan pandangan lain atas pernyataan itu, dan TVRI juga tidak secara mandiri memeriksa situasi yang sebenarnya atau 'turun langsung ke lapangan'. Demikian juga halnya dengan pernyataan Kapolri saat berkunjung ke Aceh yang menyatakan bahwa pengamanan kampanye membutuhkan 'inovasi'. Selain kurang jelas dan tidak dijabarkan lebih jauh 'inovasi' pengamanan macam apa yang dimaksud itu, persoalan esensial mengenai kemungkinan terjadinya insiden kampanye di Aceh juga menjadi terkaburkan. Hal ini menunjuk pada adanya gejala yang mengkhawa- tirkan dalam kampanye yang seharusnya bebas dan jurdil (fair): kecenderungan TVRI untuk menerima dan menyiarkan begitu saja pernyataan-pernyatan pemerintah tanpa disertai sikap kritis.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
