Precedence: bulk


MEMANCING SIMPATI TERHADAP GOLKAR - KASUS RCTI

Pada hari pertama kampanye, kebanyakan media massa memberitakan adanya
pembakaran terhadap atribut kampanye Golkar, termasuk tiga kendaraan pawai
Golkar, di Jakarta. Tak terkecuali RCTI. Stasiun televisi ini juga
memberitakan adanya pencabutan pelbagai atribut kampanye Golkar di Palembang.

Sebagaimana rata-rata media massa dalam hal ini, RCTI tidak berusaha
menggali lebih jauh perihal insiden pembakaran itu dan alasan-alasan yang
mungkin melatarbelakanginya - misalnya adanya rasa sakit hati terhadap
partai yang sedang berkuasa ini. Namun, standar yang diterapkan justru
berbeda dalam memberitakan posisi Golkar; stasiun ini kemudian malah memuat
pernyataan Tadjus Sobirin, salah seorang fungsionaris Golkar, yang
menyatakan bahwa Golkar tak bakal terpancing untuk membalas dendam atas
pembakaran dan perusakan atribut mereka.

Pernyataan Sobirin ini pastilah memancing simpati, dan  memberi kesan bahwa
Golkar telah bertindak arif. Namun, apa fakta-faktanya? Siapakah yang
sebenarnya memporakporandakan atribut Golkar? RCTI gagal menyajikan
jawabannya. Namun karena stasiun ini memampangkan gambar Megawati
Soekarnoputri saat kunjungannya ke Palembang, dapat disimpulkan dengan mudah
bahwa pelaku perusakan di Palembang itu adalah massa PDI Perjuangan.

Setidaknya ada 31 item berita yang disajikan RCTI perihal kegiatan kampanye
selama dua hari pertama kampanye. Ada perihal pawai kendaraan sejumlah
partai, pemasangan panji-panji parpol, doa bersama sejumlah parpol agar
pemilu berjalan mulus, protes mahasiswa Medan terhadap kampanye, hingga soal
jadwal atlet Indonesia yang mendapat kendala karena jadwal kampanye, serta
pengaruh kampanye terhadap kegiatan sehari-hari.

Dari peliputan yang banyak itu, RCTI memberi porsi tayang untuk Golkar
sebanyak tujuh berita -- antara lain soal perusakan atribut, bahwa Golkar
tak memendam dendam, hingga pemasangan bendera partai yang sedang berkuasa
ini. PDI Perjuangan, termasuk Megawati, mendapat porsi dua kali, sementara
PAN atau Amien Rais hanya disebut sekali -- sama dengan PKU, PSI, dan Partai
Krisna. Peliputan yang dilakukan oleh RCTI sejauh ini mengandung kasus-kasus
bias presentasi dan omission yang sangat jelas, yang mana keduanya sangat
menguntungkan Golkar.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke