Precedence: bulk


BEREDAR ISU RUSUH 4-10 JUNI

        JAKARTA (SiaR, 26/5/99), Isu bakal terjadi kerusuhan dengan sasaran
etnis Cina di kawasan Jakarta Utara merebak belakangan ini. Isu itu
menyebutkan kalangan radikal belakangan ini melatih para anggotanya di
berbagai tempat, termasuk di Warakas, Jakarta Utara. Warakas adalah wilayah
di mana terdapat konsentrasi massa PPP dan PDI Perjuangan. Sasaran kerusuhan
ini tak beda dengan sasaran kerusuhan Mei tahun lalu, yakni pertokoan di
Glodok, Kota, Mangga Dua dan sekitarnya. 

        Berdasar sebuah informasi yang kemudian dilansir dalam sebuah
mailing-list di internet malah menyebutkan dengan jelas, tempat-tempat di
mana orang-orang dari kelompok-kelompok radikal ini dilatih. Menurut
informasi itu diperolehnya dari seorang kiai Nahdlatul Ulama. 

        "Kuli Tinta" bahkan menyebut sejumlah kelompok Islam, seperti KISDI
dan Kelompok Amir Biki terlibat dalam pelatihan-pelatihan itu. Kerusuhan
itu, juga dikabarkan akan melibatkan massa PPP.

        Menurut skenario, antara 4 hingga 10 Juni, kelompok terlatih akan
memulai aksi penjarahan, pembakaran dan pembunuhan. Kelompok lainnya akan
menggerakkan massa. Targetnya kerusuhan besar yang menjalar ke seluruh
Jakarta seperti Mei 1998 lalu.

        Sumber  kepolisian di Jakarta yang dihubungi SiaR menyebutkan, pihak
keamanan sudah mengendus gelagat itu dan telah menyiagakan pasukannya antara
tanggal 4 hingga 10 Juni 1999.

        Kelompok terlatih yang dalam kerusuhan itu akan bertindak sebagai
provokator, ungkap kiai tersebut, adalah juga yang berperan dalam kerusuhan
Mei tahun 1998 lalu, serta kerusuhan-kerusuhan lainnya di berbagai daerah di
Indonesia. Kelompok ini, merupakan pasukan siluman yang kepiawaiannya
melebihi satuan paling elit di Korps Baret Merah, Detasemen 81. Kelompok
terlatih ini dibentuk Prabowo ketika dirinya masih menjabat sebagai Danjen
Kopassus. Satuan ini juga yang diduga menjadi penggerak pembantaian para
kiai dan dukun santet di Banyuwangi dan Ciamis. 

        Sumber itu menganjurkan agar masyarakat waspada. Sumber kepolisian
itu juga mengatakan agar satuan-satuan tugas partai ikut berperan mencegah
terjadinya kerusuhan, jika apa yang dikabarkan ada pihak-pihak yang akan
mengacau Jakarta itu benar-benar melakukan aksinya.

        Menurut kiai tersebut, tujuan kerusuhan itu jelas untuk menggagalkan
seluruh proses penyelenggaraan Pemilu 1999, sehingga kekuatan status quo
dapat terus memegang kendali pemerintahan di Indonesia.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke