Precedence: bulk


INDONESIA TAKUT JAJAK PENDAPAT DI HARI MINGGU

        JAKARTA (MateBEAN, 27/5/99), Pemerintah Indonesia, melalui Menteri
Kehakiman/Menteri Sekretaris Negara, Muladi, bermasuk mengubah hari jajak
pendapat bagi rakyat Timor Timur yang semula jatuh pada Minggu 8 Agustus
1999 menjadi Sabtu, 7 Juni 1999. 

        Menurut Muladi, jajak pendapat di hari Minggu akan mengganggu ibadah
umat Katolik yang mayoritas di wilayah itu. 

        Tindakan Pemerintah Indonesia ini dikecam seorang pejabat PBB.
Menurut pejabat itu, pengubahan hari jajak pendapat harus dilakukan antara
Menlu Portugal, Menlu Indonesia dan Sekjen PBB.

        Sumber MateBEAN di Jakarta mengatakan, keinginan Pemerintah
Indonesia mengubah dari hari Minggu ke hari Sabtu dimaksudkan untuk
menghindari kotbah-kotbah di gereja-gereja yang dikawatirkan akan
mempengaruhi pilihan rakyat Timor Timur. Pemerintah Indonesia selalu
mencurigai Gereja Katolik di Timor Timur sebagai lembaga yang pro
kemerdekaan. Jajak pendapat memang akan dilakukan selesai misa pagi di semua
gereja di seluruh Timor Timur.

        Kendati Presiden Habibie nampak ingin melepas Timor Timur dari
Indonesia, namun sebenarnya masih menghendaki wilayah itu menjadi bagian
dari Republik Indonesia dengan cara mempengaruhi rakyat Timor Timur dengan
segala cara untuk memilih integrasi. TNI dengan kelompok-kelompok milisi
bersenjatanya melakukan sejumlah operasi mengancam agar rakyat Timor Timur
memilih integrasi.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke