Precedence: bulk


LAPORAN DARI ACEH YANG MEMBARA

TATKALA ALUNAN KALAM ILLAHI
TERASA SENGAT SEJUK MENYENTUH KALBU

Oleh : ANAK BANGSA


Siang telah berangsur luruh berganti malam
Kegelapan turun menyelimuti bumi yang terluka dan berduka
Terluka karena sejak tengah hari itu bumi basah karena derai air mata
Berduka karena sejak tengah hari itu bumi basah karena derai air mata
yang menghantar berpulangnya puluhan nyawa
yang pulang kembali kepada-Nya
Bumi di kampung sederhana itu
membuka diri, menerima jasad bergelimang darah
dan arwah yang telah tiba waktunya
kembali berpualng ke rahmat-Nya
Dan malam itu,
di pondok sederhana
dipinggiran kota
jauh dari segala yang gemerlap
tatkala cahaya lampu kecil hanya sesekali menembus gelap
sekelompok kecil manusia
yang siang itu kehilangan sanak sangat dekat tercinta
berkumpul melantunkan doa
menutup dan membulatkan ayat demi ayat
Surah 36
Surah Yaasiin,
yang konon adalah panggilan terhadap Rasul tercinta
yang ditutup dan dibulatkan
dengan ayat delapanpuluh dua
maka Maha Suci allah
yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu
dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan
lantunan yang membumbung syahdu
melintasi lembah, gunung dan langit
yang tak sanggup menerima amanah
ketika ditawarkan Sang Maha Pencipta 
yang kemudian 
tersandang di pundak manusia
khalifah-Nya di muka bumi
agar tidak terjadi kerusakan
apapun dari
Namun sekelompok anak manusia
tak lagi bertanya
mengapa buminya terus membara
menyimpan duka mengurai nestapa
ayah dan bunda yang kehilangan jejaka dan remaja
si buyung dan si upik yang tersentak dari peluk kasih bapak dan ibu
yang kehilangan teman bermain kejar-kejaran
yang sekitarnya menjadi sunyi
Dan lantunan ayat-ayat itu terus mengalun menyentuh kalbu
Sangat sejuk
Bagai embun yang turun di kala fajar merebak
Di kala azan Subuh berkumandang
Membuka hari baru
Harapan baru
Kelompok manusia di rumah sederhana dipinggiran kota itu
makin terbenam dalam doa
makin syahdu dalam puji-pujian
dan bumi yang terluka dan berduka
makin luruh namun resah gelisah dalam tanya
apakah makna ini semua
terus membuat manusia terpana tanpa daya
Namun tidak 
ayat-ayat yang melantun itu menghapus derita dan bencana
mengalun sejuk mengukir janji yang tak pernah sia-sia
yang mengukir kata demi kata
sungguh, 
bersama kesukaran datanglah kemudahan
Kepada Tuhanmu 
tujukan permohonan
Dan 
ayat-ayat itu mengalun sejuk
sangat sejuk menyentuh kalbu
bagaikan embun dini hari
yang turun membasuh luka dan duka
Ya Allah yang maha mengampuni
Terimalah kerbatku yang kembali berpulang ke rahmat-Mu
Berilah mereka sebaik-baik tempat disisi-Mu
Ampunkanlah mereka yang memuntahkan peluru maut
Sungguh ampunilah mereka
Jauhkanlah dendam kesumat dari kalbu kami
sejuklah sebagaimana sejuknya lantunan ayat-ayat-Mu
Aku sungguh tidak tahu apakah makna ini
Tapi aku sungguh berserah diri kepada-Mu.-

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke