Precedence: bulk


KONTINGEN LOROSAE TIBA DI DILI

        DILI (MATEBEAN, 5/6/99), Ketika terjadi perang di Kamboja, Indonesia
mengirimkan Kontingen Garuda. Kini di Timtim Indonesia kembali
mengirimkan satuan polisi yang diberi nama Kontingen Lorosae yang
terdiri atas anggota Kesatuan Brigade Mobil dari Mabes Polri Jakarta.
Tujuannya, adalah menyukseskan pelaksanaan jajak pendapat untuk
mengetahui diterima tidaknya otonomi luas oleh masyarakat Timor Timur. 

        Penasihat Kontingen Lorosae Brigjen Pol Drs JD Sitorus kepada wartawan
di Dili, Sabtu (5/6) menyatakan, "kontingen Lorosae hadir di Timtim sebagai
bagian dari Operasi Hanoin (pendapat) Lorosae yang digelar Polda Timtim
guna mendukung jajak pendapat. Polda di sini akan mengatur penempatan
mereka dan menjelaskan perkiraan kerawanan Kamtibmas." 

        Kehadiran Kontingen Loro Sae itu, menurut beberapa warga masyarakat
bahwa tidak mungkin aparat akan bersikap netral. Bahkan sebaliknya
memperkuat isu bahwa kalau masyarakat tolak otonomi maka akan terjadi
perang di Dili, hingga TNI terus memakai berbagai macam alasan untuk
mengirimkan aparat keamanannya ke Timtim.

        "Aparat tak akan bersikap netral, buktinya selama ini kerja mereka
adalah mengawal para milisi  untuk menyerang kelompok pro-kemerdekaan.
Bahkan aparat ke Timtim disiapkan untuk  membantu para milisi kalau pada jajak
pendapat nanti masyarakat tolak otonomi. Saya yakin sekali," kata Eugenio da
Silva pada MateBEAN.

        Hal yang sama juga dikatakan oleh Rosa seorang mahasiswi Untim, bahwa
persoalan penyelesaian masalah Timtim adalah hak orang Timtim sendiri
untuk menyelesaikannya, hingga tidaklah wajar kalau Indonesia masih
terus mengirim pasukannya ke Timtim. Kedatangan pasukan TNI, menurut
Rosa, hanya akan menimbulkan ketegangan di Timtim. 

        "Saya kira di Timtim ini sudah cukup kalau hanya ada polisi 
perdamaian PBB dan tak perlu ribuan polisi terus dikirim ke Timtim. Kan 
sesuai kesepakatan sebelum jajak pendapat diadakan, terlebih dahulu akan ada 
gencatan senjata antara kedua kelompok. Kenapa tentara dan polisi terus dikirim
ke Timtim?" kata Rosa.

        Sebelum ini netralitas dari aparat keamanan tidak terlihat, buktinya,
ketika milisi Aitarak menyerang para pemuda di Desa Santa Cruz, Audian,
Kuluhun dan Becora, justru para anggota Brimob yang mengawal para milisi itu.
Akibatnya para milisi dengan leluasa menyerang masyarakat yang mereka curigai
sebagai pro-kemerdekaan.

        Sementara itu dari Canberra, dilaporkan Pemerintah Australia secara
resmi menunjuk James Batley (41), diplomat karir Deplu Australia,
sebagai Konsul Negara "Kanguru" itu di Dili, Timor Timur.  "Batley akan
mulai bertugas secara resmi pada 8 Juni 1999, minggu depan," kata Menlu
Australia Alexander Downer dalam siaran persnya, di Canberra, Jumat (4/6) 
kemarin.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke