Precedence: bulk >From: Hafni <email address deleted> >Subject: RE: SiaR-->PANTAU: TELEVISI INDONESIA MEMBELA POLITIK SUAP GOLKAR >Date: Sat, 5 Jun 1999 13:27:47 +0700 Dari dulu Golkar itu pandai mencari alasan adayang sedekah lah, dia menganggap rakyat Indonesia ini bisa di bodohi semua. Namun saya sangat menyayangkan juga kepada seluruh kontestan Pemilu . Tidak satupun yang membahas mengenai Besarnya pembuatan SIM. atau bikin KTP. dan Peng efisiankan pembayara STNK kendaraan. yang harus sampai minimal 3 kali datang ke kantor satlantas. atau tidak satupun partai politik yang membicarakan apakah relevan seorang Polisi yang sudah terdidik lalu duduk di belakang meja untuk mengurusi perpanjangan pajak kendaraan. Issu di atas padahal langsung ke Rakyat. Terima kasih. > ---------- > From: SiaR News Service[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Sunday, June 06, 1999 3:02 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: SiaR-->PANTAU: TELEVISI INDONESIA MEMBELA POLITIK SUAP > GOLKAR > > Precedence: bulk > > > Buletin PANTAU Edisi 3 (21 Mei-30 Mei 1999) > > TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA MEMBELA POLITIK SUAP GOLKAR > > Sekali lagi, media penyiaran Indonesia telah menampilkan bias yang > menguntungkan Golkar dengan cara menggambarkan partai ini secara positif. > Dalam pemberitaan pada putaran awal kampanye setiap stasiun menempatkan > Golkar sebagai partai yang menjadi korban kebrutalan massa partai lain dan > sebagai partai yang bijaksana yang akan menaati hukum. Kini, media > tampaknya > membela Golkar dari desas-desus, yang telah merebak di seluruh pelosok > negeri, bahwa Golkar mempraktekkan politik suap. > > Tadjus Sobirin, salah seorang fungsionaris puncak Golkar, menanggapinya > lewat liputan berita di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Ia tidak > membantah bahwa partainya memang membagi-bagi uang pada rakyat. Tapi, > menurutnya, hal itu dimaksudkan sebagai uang sedekah untuk simpatisan > Golkar. "Jadi, bukan money politics," ujar Sobirin. Ucapannya itu didukung > oleh petinggi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Jenderal Agum > Gumelar > lewat tayangan televisi yang sama. Gumelar menyatakan bahwa bagi-bagi uang > pada rakyat agar mereka mau ikut pawai partai politik serta mau mendatangi > lokasi kampanye sama sekali bukan termasuk suap politik. > > <deleted> ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
