Precedence: bulk


>From: Komite Independen Pemantau Pemilu <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Urgent action

kepada yth.

(1) Munir, SH
(2) kawan-kawan NGO yang peduli

A. Latar belakang kondisi

Berbagai peristiwa yang terjadi akhir2 ini di Aceh telah menjadikan daerah
tersebut sebagai daerah yang "rawan" dimta pemerintah. Beberapa "kontak
senjata" dan alasan pemilu dijadikan legitimasi dan justifikasi untuk
memobilissi personel dan perlengkapan perang secara besar-besaran ke Aceh.
Hingga saat ini tidak kurang 15.000 personil militer dan berbagai
persenjataan tempur telah disiapkan untuk suatu skenarion operasi militer.
Bahkan pasukan tersebut telah mulai memasuki desa-desa dengan alasan
memburu apa yang disebut tentara sebagai "gerombolan pengacau".

Kehadiran personil militer dan peralatan perang tersebut bukannya membuat
rakyat Aceh merasa aman, justru sebaliknya rakyat merasa terancam
keselamatannya. Perasaan terancam itu merupakan trauma yang dialami rakyat
selama DOM, dimana mesin perang TNI membunuh dan menyiksa rakuyat Aceh.

Reaksi dan ketakujtan rakyat terhadap kehadiran pasukan dan peralatan
tempur tsb ditunjukkan dengan maraknya camp2 pengungsian dari berbagai desa
yang dimasuki militer atau desa yang dijadikan tempat operasi militer.

Hingga saat ini telah berdiri titik konsentrasi tempat rakyat mengungsi.
Beberapa camp pengungsian tersebut antara lain, Ulee glee, Ulim, Peudada,
samalanga serta Teupin Mane Pidie dan Axceh Utara. Jumlah pengungsi hingga
saat ini berkisar antara 11.000 sd 20.000 orangh

Kondisi para pengungsi tersebut sangatlah memprihatinkan. sanitasi buruk,
suplai air yang hampir tak ada, serta persediaan konsumsi dan obat2-an yang
minim telah menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Selain kesehatan fisik para pengungsi juga terancam keselamatan jiwanya,
hal ini dikarenakan pihak militer menilai para pengungsi adalah kaum
separatis atau paling tidak dinilai simpatisan separatis. Hal ini
ditunjukkan dengan sikap militer yang telah memutuskan suplai air terhadapo
pengungsi dan menangkap tim pengumpul dana di camp peudada.

Berangkat dari relaitas tersebut, Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat
(SMUR), KONTRAS ACEH, LBH Banda Aceh dan KIPP Aceh bekerja sama mewujudkan
kamp pengunsian yang representatif dari sebelumnya serta dapat menampung
seluruh pengungsi dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dan pidie. tempat
pengungsian ini mungkion akan mengambil tempat yang relatif aman yaitu di
banda Aceh.

Untuk merealisasi rencana tersebut dibutuhkan berbagai perlengkapan seperti
obat2an, bahan makanan dan bahkan donasi untuk berbagai keperluan
transportasi dan lain2.

terlampir Daftar obat-obatan:

1. Ringer lactat
2. Dextrose 5%
3. Infus set
4. Abocath
5. Tetrasiklin 500 mg
6. Amoxylin 500 mg
7. ampicillin 500 mg 
8. parasetamol 500 mg
9. antalgin 500 mg
10. pavaperin injeksi
11.pavaperin tablet
>12./ Diazepam injeksi
13. diazepam tablet
14. diaform
15. dexamethasan
16. spuit disposible 2,5 cc
17. Xillomidon Injeksi
18. Diphenhidramin injeksi
19. Xitrol
20. salep mata
21. Griseofultrin
22. Pharolit
23. Tetrasiklin 250 mg
24. NaCl 0,9 %
25. Biodiar
26. Phenobarbital

Demikian, atas dukungan kawan2 diucapkan terima kasih

Fuad

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke