Precedence: bulk GAM AKUI TANGKAP 17 PROVOKATOR Bantah Terlibat Pembakaran Serambi-Banda Aceh Kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memberikan pengakuan, bahwa pihaknya telah menangkap 17 orang yang dicurigai sebagai provokator. Tiga di antaranya ditangkap Selasa (8/6) tengah malam, di Desa Lampoh U, Panton Labu, Aceh Utara. Mereka disebut beridentitas ganda. Seorang lainnya juga ditangkap pihak GAM di Idi, Aceh Timur. Pernyataan itu disampaikan kalangan GAM melalui sejumlah wartawan asing di kawasan hutan Aceh Timur, Rabu (9/6) kemarin. Para wartawan itu menyatakan harus berjalan kaki sangat jauh dengan mata tertutup untuk bertemu dengan tokoh GAM tersebut. "Kami juga dilarang membuat foto," kata salah seorang wartawan tersebut melalui telepon ke Serambi, tadi malam. Menurut para wartawan itu, mereka diterima seseorang yang disebut sebagai Tgk Maulida, berjabatan "Komandan Pengatur Strategi Angkatan Perang Aceh Sumatera Merdeka." Dalam penjelasannya Tgk Maulida mengatakan, telah menangkap tiga orang lelaki yang memiliki identitas ganda. "Pihak GAM mencurigai mereka sebagai provokator, dan saat ini ketiganya masih dalam tawanan markas GAM," ujar sumber Serambi. Menurut wartawan asing itu, Tgk Maulida, lelaki berkulit hitam dan berpostur gempal itu memiliki sorot mata yang tajam. Ketika bertemu kemarin, kalangan wartawan melihat tokoh tersebut dikawal ketat oleh sejumlah anggota GAM bersenjata. "Meskipun sangat sulit untuk bertemu, tapi kami diperlakukan dengan baik," kata sumber Serambi. Dijelaskan, kalangan GAM meminta para wartawan agar bersikap netral, dan tidak menyiarkan berita hanya sepihak. Hal itu dikemukakan Tgk Maulida, seraya membantah tudingan bahwa kalangan GAM selama ini melakukan aksi pembakaran sekolah dan kantor-kantor. "Itu tidak benar sama sekali. Itu hanya rekayasa kalangan Pemerintah RI sendiri untuk menyudutkan kami," kata Tgk Maulida, seperti dikutip sumber Serambi. Desersi Ketika ditanya identitas tiga lelaki yang ditangkap kalangan GAM itu, Tgk Maulida tidak bersedia menjelaskannya. Menurutnya, ketiga orang yang disebut sebagai provokator itu, akan diamankan oleh GAM sendiri. Sebab, katanya, penyerahan orang-orang yang dicurigai sebagai provokator kepada penegak hukum RI, dinilai mereka tidak mendapat penanganan serius. Kalangan GAM tersebut, menurut sumber Serambi, telah mendenggar bahwa empat orang yang ditangkap masyarakat Pantonlabu -- tiga oknum TNI serta seorang sipil -- beberapa hari yang lalu, kini sudah dilepas. "Karenanya, kami tidak akan menyerahkan lagi orang-orang yang kami curigai sebagai provokator dan telah kami tangkap, kepada penegak hukum RI," jelas Tgk Maulida, sebagai dikutip sumber Serambi. Kepada para wartawan, Tgk Maulida juga menjelaskan tentang penangkapan ketiga pria yang dicurigai sebagai provokator itu. Sebelumnya, kata Tgk Maulida, kalangan GAM telah mengintai gerak- gerik mereka selama enam hari. Katanya, ketiga orang tersebut malam hari menginap di rumah penduduk. Siang harinya mereka "merayap" ke berbagai kawasan di Pantonlabu. Begitu juga dengan orang yang ditangkap di Idi. Tgk Maulida, menjelaskan, ketiga orang itu telah mereka interogasi. Katanya, selain memiliki KTP sipil, di dalam celana kolor mereka juga ditemukan KTA TNI. Ketika diperiksa kalangan GAM, menurut penjelasan Tgk Maulida, ketiga orang itu mengaku desersi (meninggalkan tugas) dari anggota TNI karena terlibat perdagangan ganja. "Kelihatannya kalangan GAM tidak mempercayainya, karena itu ketiga orang tersebut tetap ditahan," kata sumber Serambi lagi. Namun, sumber Serambi menambahkan, bahwa Tgk Maulida saat itu menyatakan, ketiga orang itu akan diperlakukan secara baik. Sikap seperti itu, katanya, akan terus mereka pertahankan, sepanjang orang yang ditangkap tersebut mengakui semua aktivitasnya di daerah Aceh selama ini. Kepada para wartawan itu, Tgk Maulida menjelaskan, bahwa pihak GAM telah berhasil menangkap 17 orang yang dicurigai sebagai provokator. Pada gelombang pertama, katanya, ditangkap 10 orang yang mengaku GAM, tetapi kerjaannya mencuri dan merampok sepeda motor di berbagai kawasan di Aceh. Sedangkan empat orang (tiga oknum TNI dan seorang sipil) yang ditangkap di terminal bus Pantonlabu Minggu lalu, juga diklaim sebagai tangkapan GAM dan telah diserahkan kepada pemerintah RI. Sedangkan tiga lainnya adalah yang ditangkap di Desa Lampoeh U, Pantonlabu, dan Idi. Kerjaan provokator Berbicara kepada wartawan tersebut, Tgk Maulida mengaku sebagai tokoh GAM, ia sempat menjalani latihan militer selama empat tahun di sebuah negara di kawasan Timur Tengah. Namun dalam penuturun itu, menurut sumber Serambi, Tgk Maulida menyatakan pihak GAM sangat anti kekerasan. Mereka mengecam pihak-pihak yang menyebut bahwa setiap aksi kejahatan dan pembakaran gedung sekolah di Aceh dilakukan GAM. "Supaya Anda tahu, bahwa kami GAM tidak akan merusak sekolah sebagai sarana pendidikan anak-anak bangsa Aceh. Kami saat ini tengah mendidik rakyat Aceh untuk pintar. Itu hanya kerjaannya provokator yang ditugaskan khusus untuk mengacaukan Aceh dengan tujuan tertentu. "Garis perjuangan GAM tidak sebrutal itu," katanya kepada para wartawan asing tersebut, seraya mengingatkan, "Sampaikan kepada wartawan-wartawan semua. "Anda wartawan-wartawan harus menjalani profesi dengan azas netralitas. Saya tegaskan, bahwa Aceh Merdeka tidak pernah melakukan aksi pembakaran sekolah. Itu kerjaannya pihak tertentu untuk tujuan tertentu pula." Menurut sumber Serambi, ketika menyampaikan itu Tgk Maulida berbicara dalam nada tinggi, seraya menuturkan panjang lebar tujuan perjuangan Aceh Merdeka. Pada bagian lain, kata sumber Serambi, tokoh GAM itu juga membantah peristiwa yang menyebutkan bahwa Markas Koramil Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, diberondong peluru oleh Aceh Merdeka, dua hari lalu. Menurut mereka itu tidak benar, dan menuding peristiwa itu sebagai suatu propaganda untuk menyudutkan GAM. Dalam pertemuan yang hampir satu jam itu, menurut sumber Serambi, berkali-kali Tgk Maulida tersebut menegaskan, bahwa GAM tidak akan melakukan kekerasan bersenjata bila tidak terpaksa. "Pihak GAM menyatakan penggunaan senjata merupakan jalan terakhir, dan itu kata mereka adalah menjadi prinsip dasar perjuangan Aceh Merdeka," kata sumber Serambi. (tim) ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
