Precedence: bulk
SETELAH DIJEGAL, MEGAWATI DIRAYU
JAKARTA (SiaR, 11/9/99), Salah satu Ketua Partai Bulan Bintang (PBB)
Ahmad Soemargono alias Gogon, menanggapi kemenagan sementara PDI Perjuangan
mengatakan, tokoh-tokoh Islam tak mau berangkulan dengan PDI Perjuangan jika
partai itu tak mau mendepak Jakob Tobing dan Mayjen (Purn) Theo Syafei. Menurut
Gogon, Jakob, yang kini juga Ketua Panitia Pemilihan Indonesia adalah salah satu
pendiri CSIS. Sedangkan Theo dinilai anti Islam oleh ketua Komite Indonesia
untuk Solidaritas Dunia Islam ini. Menurut Gogon, setelah mendepak orang-orang
itu, PDI Perjuangan harus merangkul tokoh-tokoh Islam.
"Namun tokoh Islam itu tak termasuk Gus Dur dan kawan-kawannya," ujar
Gogon. Pernyataan serupa dikeluarkan Fahcry Ali, intelektual dari Ikatan
Cendikian Muslim Indonesia (ICMI). Fahcry, anggota MPR dari Fraksi Karya
Pembangunan (Golkar) ini, menanggapi kemenangan sementara PDI Perjuangan dengan
meminta Megawati merekrut orang-orang ICMI di kabinet dalam porsi yang seimbang
dengan kaum nasionalis-sekuler.
Pernyataan Gogon maupun Fahcry ini cukup aneh. Sebelumnya, kalangan
Islam garis keras berusaha keras menghalangi kemenangan PDI Perjuangan dengan
menyerang pribadi Megawati. Ketika Megawati ikut berdoa di sebuah pura di Bali,
ia dituding bukan Muslim, hingga tak bisa jadi presiden. Yang pertama kali
menuding adalah AM Saefuddin, Menteri Urusan Pangan dan Holtikultura yang juga
orang Partai Persatuan Pembangunan. Saefuddin kemudian didukung KISDI.
Setelah itu, Kongres Ummat Islam memutuskan perempuan tak boleh jadi
presiden. Kongres itu tak menyebut nama, namun jelas Megawati sasarannya.
Terakhir, menjelang pemilu, Majelis Ulama Indonesia dan Pimpinan Pusat
Muhammadyah mengeluarkan amanat yang intinya agar ummat Islam tak memilih PDI
Perjuangan, karena Megawati banyak merekrut calon legislatif dari kalangan non
Muslim. Pernyataan MUI tersebut didukung ICMI. Namun, jegalan-jegalan dan
penggembosan- penggembosan itu tak mempan. Massa pendukung PDI Perjuangan tetap
memilih partainya.
Belakangan, setelah ada kecenderungan PDI Perjuangan memenangkan pemilu
dan akan mengambilalih kekuasaan, kelompok-kelompok yang sebelumnya menjegal
Megawati dengan segala cara ini mulai "merayu" atau lebih tepatnya
mengintimidasi Megawati agar merekrut tokoh-tokoh di luar PDI Perjuangan, tentu
dari kalangan muslim, ke dalam kabinetnya mendatang.
"Susunan kabinet bisa saja direkrut dari PAN dan Partai Keadilan dan
PBB," ujar Fahcry Ali.
Apakah "rayuan" orang-orang yang baru saja berusaha menjegal PDI
Perjuangan itu diterima oleh Megawati atau tidak, itu tergantung PDI
Perjuangan. Namun, banyak pihak meramalkan, pemerintahan mendatang akan
merupakan gabungan PDI Perjuangan dan PKB.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html