Precedence: bulk
KASI INTEL KOREM 164 ANCAM STT
DILI (MATEBEAN, 11/6/99), Kasi Intel Korem 164/WD Mayor (Inf)
Bambang Wisnumurti mengancam wartawan STT serta institusi itu, berkaitan
dengan berita yang dimuat STT edisi Rabu (9/6) tentang penarikan satu
batalyon teritorial dari Timtim.
Dalam berita ini wartawan STT melakukan wawancara dengan beberapa
warga masyarakat tentang perlu atau tidaknya kehadiran TNI di Timtim. Salah
seorang warga mengatakan, "TNI ditarik dengan digantikan oleh polisi saya
kira baik. Karena tugas TNI selama ini kan suka memeras orang kecil,
mengintimidasi rakyat, mengejar-gejar rakyat, bahkan TNI ini jadikan Timtim
sebagai proyek mereka," kata seorang warga pada STT.
Akibat pernyataan itu, kabarnya Danrem Tono Suratman marah besar,
sehingga Tono perintahkan Kasi Intel Bambang untuk memanggil salah satu wartawan
dan diperingatkan. Kepada wartawan STT Lourenco Martins, Bambang dengan nada
emosional membentak, "Kamu tahu, kalau saya tidak ada, STT sudah dibakar lagi
oleh milisi. Sudah dua kali milisi ingin bakar kantor STT, tapi saya yang
menahan mereka. Kalian hati-hati," kata Bambang.
Bahkan Bambang pada wartawan STT itu mengakui bahwa dia yang mengancam
untuk membunuh wartawan STT Metha Guterres. "Kamu tahu Metha sekarang di mana?
Di Jakarta kan? Saya kasih tahu sama kamu kalau Metha jangan harap bisa
menginjakkan kakinya di Dili lagi. Kalau dia coba-coba menginjakkan kakinya di
Dili dia tak akan hidup. Untuk kamu, Lourenco kamu jangan menginjakan kakimu di
Liquisa. Kalau kamu masih nekad ke sana, kamu akan dihabisi oleh BMP," bentak
Bambang.
Akibat ancaman itu beberapa wartawan STT sempat panik dan
menyarankan kepada pimpinan harian untuk menghentikan penerbitan STT sambil
melihat suasana yang kondusif dulu baru terbit kembali. 'Sebagai aksi boikot
dan protes terhadap ancaman itu sebaiknya STT kita hentikan dulu saja
penerbitannya. Karena risikonya sangat tinggi," kata wartawan STT Cyriakus
Kiik
Beberapa wartawan yang mengikuti perkembangan di Timor Timur berharap
organisasi wartawan seprti Aliansi Jurnalis Indepernden, Pewarta Foto, Ikatan
Jurnalis Televisi Indonesia diharapkan untuk melakukan satu aksi protes pada
Pangab Wiranto berkaitan dengan ancaman itu. Karena saat ini sebagian besar
wartawan STT tidak melaksanakan tugasnya dengan baik karena terus diteror dan
diintimidasi para milisi. Bahkan milisi Aitarak dan BMP secara terang-terangan
mengancam bahwa mereka hanya akan puas kalau salah satu wartawan STT harus jadi
korban.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html