Precedence: bulk


TAK LOGIS GURU MINTA PINDAH DARI TIMTIM

        DILI (MateBEAN, 17/6/99), Para guru yang mengajar di seluruh SD,
SLTP dan SMU se-Timtim pekan lalu beramai-ramai mendatangi Kanwil Depdikbud
untuk menuntut pindah dari Timtim. Alasannya,  mereka diteror oleh orang tak
dikenal. Selain itu para guru tersebut juga mengatakan bahwa akibat adanya
ancaman itu mereka tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai pendidik di Timtim.

        Mengomentari tuntutan para guru itu, Sekwilda Timtim Drs Radjakarina
Brahmana mengatakan bahwa tuntutan itu sangat tidak logis. Bahkan tuntutan
untuk pindah dari Timtim hanya semata-mata kepentingan pribadi dan
membebaskan diri dari tanggunjawab tanpa mempertimbangkan persoalan yang
dihadapi rakyat Timtim secara menyeluruh. Kondisi, teror, intimidasi dan
penderitaan selama di Timtim tidak hanya dialami para guru, tapi juga oleh
tenaga medis dan pelayanan jasa lainnya.

        "Timtim sedang dihadapkan dua pilihan yang sulit. Semestinya semua
pihak sebagai abdi negara harusnya memberi dukungan positif kepada rakyat
Timtim," katanya.

        Menurut Brahmana sebagai abdi negara para guru itu tidak layak jadi
contoh  hidup bagi siswa dan masyarakat umum, karena terus-menerus mengeluh
soal surat pindah dari Timtim. Mereka lebih mengutamakan kepentingan
pribadi, keselamatan diri, harta benda dan sanak keluarga daripada
menyumbangkan jasa dan tenaga bagi pengembangan pembangunan di Timtim.

        Para guru itu, kata Brahmana, sebelumnya adalah pencari kerja di
Timtim dan melamar menjadi guru. Pengangkatan mereka menjadi guru adalah
melalui Kanwil Depdikbud dan Dinas P dan K Timtim, bukan dari daerah asalnya.

        "Lain halnya dengan anggota PNS lainnya yang dikirim dari luar
Timtim dengan status yang sudah jelas. Akan tetapi para guru yang menuntut
pindah itu adalah mereka yang mencari kerja. Kita kasihan, lalu mengangkat
mereka mengisi pada posisi-posisi yang kosong, ternyata setelah diangkat
malah minta pindah cepat-cepat dari Timtim." Kata Brahmana.

        Tuntutan para guru di Timtim juga sangat disayangkan oleh semua pihak.
Menurut David Ximenes, Pelaksana CNRT Timtim bahwa apa yang dilakukan oleh para
guru itu merupakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Karena para guru itu
menunjukkan sikap yang tidak profesional, dan hanya semata-mata untuk mencari
keuntungan di Timtim, dan mengesampingkan tugas utamanya untuk mencerdaskan
kehidupan rakyat di Timtim.

        "Alasannya bahwa masalah keamanan, sering diteror, diintimidasi dan
diancam. Saya kira itu bukan hanya dialami guru  saja, tapi semua PNS,
swasta dan pekerja lainnya di Timtim juga mengalami hal yang sama. Tapi
mereka tak pernah minta untuk pindah dari Timtim," kata David.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke