Precedence: bulk


HARIMAN COBA LOLOSKAN ADNAN BUYUNG JADI JAGUNG

        JAKARTA (SiaR,18/6/99), Operator politik Habibie yang mantan
demonstran, Hariman Siregar, mencoba meloloskan Adnan Buyung Nasution
menjabat posisi Jaksa Agung, setelah DR Kastorius Sinaga dan Burzah Zyarnubi
dianggap gagal menghimpun kekuatan reformis di kalangan aktivis.

        Hariman Siregar, mantan tokoh peristiwa Malari 74, konon, belakangan sedang
pusing karena penurunan perolehan suara Golkar. Apalagi setelah harapannya
digembosi kalangan aktivis reformasi yang anti-status quo. Semula Adnan
Buyung Nasution, tokoh pembela HAM yang juga pengacara IPTN dalam kasus
penyelewengan dana reboisasi, direkomendasi agar disetujui presiden Habibie
sebagai Jaksa Agung pengganti Andi Muh. Ghalib. Namun, belakangan banyak
suara menginginkan agar Ismudjoko selaku wakil jaksa agung yang naik.

        Hariman yang sekarang mempunyai posisi sebagai Asisten Pribadi Presiden
Habibie ini memang sekuasa Ali Murtopo jaman Soeharto dulu. Bahkan menurut
sumber SiaR, ia diberi rekomendasi dari Fanny Habibie, adik kandung Habibie
yang merupakan teman main perempuan dan judi sejak masa kuliah hingga sekarang. 
Konon, Hariman juga yang mengusulkan agar Habibie mengeluarkan opsi agar
Timor Leste dilepas dari Indonesia agar terjadi perseteruan didalam
masyarakat Timor Leste antara yang pro dan kontra. Menurut sumber SiaR yang
dekat dengan Hariman,
dikatakan, "Bahkan Dewi Fortuna sendiri harus mendengarkan ide dan konsep
Hariman."

        Menurut sumber itu, keinginan meloloskan Adnan Buyung sebagai
Jakgung agar didapatkan citra bahwa kabinet Habibie adalah kabinet yang
memperjuangkan demokratisasi. Keinginan Hariman tersebut berlatar belakang
kegagalan intelektual suruhannya Dr Kastorius Sinaga dan Burzah Zyarnubi,
jadi simbol perekat aktivis LSM dan mahasiswa. Kasto dianggap gagal jadi
simbol perekat yang mampu meraih dukungan kalangan aktivis NGO dan
intelektual. Sedangkan Burzah yang merupakan pendiri Yayasan Himpunan Untuk
Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) dianggap gagal dalam projek Gabungan
Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI). Sebuah wadah yang diharapkan sebagai
wadah perekrut aktivis gerakan menjadi pendukung Habibie. 

        Sumber SiaR mengatakan, "Kasto direkrut Hariman sejak ia, selaku konsultan
projek World Bank dianggap lalai yang mengakibatkan ada sekitar puluhan juta
alokasi dana tidak mampu dipertangungjawabkan. Saat itu masalahnya
diselesaikan oleh Hariman," ujar sumber tersebut. 

        Karena kegagalannya itu, konon, Hariman marah besar pada Kasto
sembari mengumpat kata-kata tak senonoh. Tampaknya pertemuan rutin Hariman,
Kasto, Burzah dan timnya di suatu hotel bintang lima di daerah Jalan MH
Thamrin mubazir, karena kegagalan para operatornya.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke