Precedence: bulk


ORANG YANG GUNAKAN KOLOM SEBAGAI KOLAMNYA SENDIRI UNTUK BERENANG-RENANG
DENGAN PIKIRAN KACAU

Oleh: A. Aidit

        Satu hal yang tidak bisa di enyahkan dari kenyataan bahwa reformasi 
telah memberikan peluang dan kebebasan mengutarakan  pendapat, pikiran dan omong
apa saja pada setiap orang di Indonesia. Terima kasih mahasiswa,terima kasih
rakyat Indonesia meskipun tujuan masih jauh  dan perjalanan masih panjang.
     Bebas mengutarakan pendapat dan macam macam lagi. Kita harus nikamati
apa yang sudah bisa dinikmati. Sayapun ingin pula menikmatinya. Tapi kadang
kadang tidak setiap pikiran bebas manapun bisa dijadikan hiburan sehat. Ada
juga hiburan murah yang disajikan dengan bahasa yang sangat populer, lincah, 
kasar, brutal, binal tapi toh masih bisa menarik. Namun, rupanya segala 
sesuatu ada batasnya.
         Dari puluhan yang sempat saya  baca dari yang 
ratusan yang pernah keluar, yang saya anggap hiburan murah selama ini turun 
nilainya menjadi hiburan tak bernilai ketika saya tersandung pada kata-kata: 
"Orde baru adalah bencana, seperti komunis seharusnya dia diberantas habis 
karna organisasinya sangat berbahaya".
        Ha, ha, ha�saya masih bisa tertawa meski ini sudah jadi hiburan tak 
bernilai. Ini orang sudah jelas tidak mengerti politik. Padahal politik
bukan barang sukar kalau pikiran seseorang masih normal. Setidaknya bukan
seorang pasien sakit jiwa.
     Masa komunis (maaf saya menggunakan Ko dan bukan Kumunis) disamakan
dengan rezim algojo Orba yang telah menyembelih ratusan ribu jiwa rakyat
Indonesia, bahkan jutaan dan telah membuang puluhan ribu orang Komunis ke
Pulau Buru,dan ratusan ribu rakyat yang tidak berdosa ke dalam penjara yang
bertebaran di seluruh Indonesia dan�dan�ah, tak usahlah disebutlkan lebih
panjang lagi anggka-angka dramatis yang mengerikan dan mendirikan bulu roma
setiap manusia yang mendengarnya. Sedangkan apa yang dituduhkan kepada orang
Komunis adalah fitnah seratus persen, omong kosong jahat yang disebarkan oleh
Suharto dengan Orbanya sebagai racun untuk membohongi rakyat Indonesia.
Orang yang digorok kok dituduh sebagai pelaku kekejaman dan harus
diberantas. Memberantas Komunis adalah tipikal kata-kata Suharto dan Orba. 
        Tidak lah sia-sia Suharto melancarkan mesin propagandanya yang terkenal
jahatnya: Berantas Komunis � Bahaya Komunis � Kebangkitan Komunis yang semua
itu untuk menakut nakuti rakyat. Dalam kenyataan,Komunis juga manusia
biasa,orang Indonesia bertanah air Indonesia,beragama ada yang Islam dan
bukan Islam. Yang Islam juga sembahyang Seperti ummat Islam lainnya. Tapi 
memang setiap orang Komunis mencita citakan masyarakat adil yang bebas 
penindasan,memperjuangkan kebebasan. Komunis tidak bisa disamakan dengan 
Orbanya Suharto dan tidak akan bisa diberantas selama masih ada
kediktatoran,penindasan dan kemiskinan.
     Kalau dalam era reformasi sekarang ini masih ada orang orang sintin
yang sok hebat mau meneruskan politik Soeharto: BASMI KUMUNIS!!!
        Luar biasa, luar biasa ini orang awak gadang mului (maksud saya: 
mulut).***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke