Precedence: bulk


ACEH SEMAKIN MENCEKAM

        LHOKSEUMAWE, (MeunaSAH, 9/6/99). Situasi belasan desa di Kecamatan
Jambo Aye, Aceh Utara, semakin mencekam akibat masuknya aparat PPRM (Pasukan
Pengendali Rusuh Massa) untuk menggeledah rumah-rumah penduduk. Masyarakat
sangat ketakutan dan sebagian lari meninggalkan desanya. Sementara beberapa
warga ditangkap dan dibawa ke Lhokseumawe.

        Menurut informasi yang diperoleh,aparat keamanan sepanjang hari
hingga larut malam menyisir ke rumah-rumah penduduk di 13 desa (dari 17
desa) di kecamatan Jambo Aye. Tidak hanya menyisir, tentara berkalung kain
merah itu juga melakukan pemblokiran desa-desa tersebut.

        Dalam penyisiran, tentara menggeledah isi rumah mencari
senjata-senjata dan menginterogasi paksa pemilik rumah berkaitan dengan
Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

        Penduduk yang masih trauma dengan tragedi DOM, terlihat sangat
cemas. Sebagian besar dari mereka dilaporkan ada yang menggigil ketakutan.
"Apalagi beberapa warga sempat dipukuli," ujar M. Jalil yang mengaku disepak
petugas saat diperiksa. Korban pemukulan lain di antaranya adalah M. Yusuf
Karim, Bachtiar, Abdullah, Ibrahim Ahmad, dan Yusuf.

        Ternyata tentara tidak hanya mengintimidasi penduduk sipil. Mereka
juga merampas harta milik penduduk. Salah seorang korban, M. Yusuf mengaku
uangnya sebanyak Rp 200 ribu dirampas oknum aparat. Selain Yusuf, soal
kehilangan uang itu juga dialami Tgk Ismail, penduduk Matang
Teungoh-teungoh. Saat penggeledahan, Ismail mengaku bahwa uang kas masjid
sebanyak Rp 480 ribu yang disimpan di rumah hilang.

        Adapun masyarakat sipil yang ditangkap antara lain, Tgk Muhammad
Daud (30) dan Nurdin Usman (25), keduanya penduduk Desa Bukit Padang, serta
Tgk M Jamil (45), penduduk Desa Matang Teungoh-teungoh. Mereka dituduh
anggota GAM dan hingga kini tidak diketahui nasibnya.

        Keduanya menurut masyarakat bukanlah anggota GAM. Melainkan
masyarakat biasa. Tgk M Daud yang sehari-hari sebagai tukang ojek, ditangkap
ketika ia hendak minum kopi ke Keude Lhok Beuringen. Sedangkan M Jamil
selama ini hanya sebagai petani dan Nurdin Usman sehari-sehari berjualan
kopi di Keude Lhok Beuringen.

        Sementara itu sehari sebelum penggeledahan, dua penduduk dari Desa
Buket Masjid, yaitu Ibrahim Din (47) dan M Hasan Ulim (35), dijemput aparat
keamanan. Isu yang beredar menyebutkan keduanya diambil aparat diguankan
sebagai informan untuk pelaksanaan operasi penggeledahan.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke