Precedence: bulk
LAGI, KANTOR UNAMET MALIANA DISERANG MILISI
DILI (MateBEAN, 14/7/99), Kembali Kantor UNAMET di Maliana diserang
milisi Dadurus Merah Putih (DMP) pimpinan Juliao Soares anggota Kodim 1636
Bobonaro, Selasa, 21.00 Witeng. Namun hingga berita ini diturunkan belum
diketahui nasib petugas UNAMET yang ada di Maliana.
Reporter MateBEAN di Maliana melaporkan serangan itu merupakan
bagian dari rencana milisi yang didukung Bupati Bobonaro, Guilherme dos
Santos, yang beberapa waktu lalu secara terang-terangan mengancam tim UNAMET
di kota itu. Sebelum menyerang Kantor UNAMET, sekitar pukul 19.00 Witeng
para milisi lebih dahulu menteror petugas UNAMET dengan kata-kata kotor.
Menurut sumber itu, para milisi yang berjumlah sekitar 30 orang
tersebut dengan dilengkapi delapan pucuk senjata laras panjang hanya
melempari kantor UNAMET dan mencoba menerobos masuk ke dalam kantor UNAMET.
Namun usaha itu berhasil dicegah oleh aparat kepolisian yang terlambat
datang ke kantor PBB itu sekitar satu jam lebih.
"Kaca-kaca jendela, atap rumah dan pintu depan hancur berantakan,
akibat lemparan milisi Dadurus Merah Putih. Namun sampai saat ini belum
diketahui berapa anggota UNAMET yang menjadi korban dari penyerangan itu,"
kata sumber itu.
Ketika polisi tiba di Kantor UNAMET, para milisi itu bukannya takut
melainkan malah duduk dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Kelompok Dadurus pimpinan Juliao Soares merencanakan akan menculik setiap
pemuda di Maliana, bila para pemuda di daerah itu tidak mendukung otonomi.
"Para pemuda yang berjumlah sekitar 60 orang itu dipaksa mengikuti apel pada
pukul 04.00 Witeng. Namun sebagian besar dari para pemuda itu sudah
melarikan diri dari Maliana ke Dili, sedangkan yang tinggal di Maliana
sekitar 30 orang saja," ujar sumber MateBEAN.
Bahkan bukan hanya pemuda yang dipaksa untuk menjadi anggota
Dadurus, melainkan pensiunan PNS serta TNI. Kalau ada yang menolak maka
nyawa akan melayang. Khusus pemuda yang sudah berumur 15 tahun diwajibkan
menjadi anggota Dadurus. "Para pemuda, pensiunan PNS dan TNI yang baru
direkrut diawasi oleh anggota Wanra dengan kekuatan senjata empat hingga
lima pucuk," ujar sumber tadi.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html