Precedence: bulk
MENLU ALATAS: JAJAK PENDAPAT JANGAN DITUNDA
JAKARTA (MateBEAN, 14/7/99), Menlu Ali Alatas mengharapkan PBB
menerima usul Indonesia agar jajak pendapat di Timor Timur berlangsung 21
Agustus 1999 bukannya 22 Agustus. "Jangan diadakan penundaan lagi," kata
Alatas kepada pers di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin seusai diterima
Presiden BJ Habibie.
Ia mengatakan, jika PBB menetapkan 22 Agustus sebagai waktu jajak
pendapat, maka bisa timbul kesulitan karena pada hari Minggu itu rakyat
Timtim yang mayoritas beragama Kristen pergi ke gereja. Jika PBB menetapkan
20 Agustus maka hal itu juga bisa menyulitkan bagi rakyat Timtim yang
beragama Islam, karena mereka salat Jumat.
Karena itu, kata Alatas, sekalipun Sekjen PBB Kofi Annan belum
mengumumkan jadwal jajak pendapat tersebut, Indonesia mengharapkan PBB bisa
menerima usul Indonesia, jajak pendapat 21 Agustus.
Kepala Tim Misi PBB untuk Jajak Pendapat Rakyat Timor Timur (UNAMET)
Ian Martin, di Dili, kemarin, menjelaskan Sekjen PBB Kofi Annan akan membuat
keputusan final mengenai hari 'H' pelaksanaan jajak pendapat jika ada
laporan mengenai tindakan konkret di bidang keamanan termasuk di dalamnya
menindak para pelaku kerusuhan Maliana dan Liquica sesuai hukum yang berlaku.
Sebelumnya PBB menetapkan 8 Agustus 1999 sebagai hari pelaksanaan
jajak pendapat. Namun kegiatan itu terpaksa ditunda dengan alasan keamanan.
Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto di Jakarta, kemarin,
mengatakan, TNI-Polri yang bertanggung jawab atas keamanan di Timtim.
Indonesia, kata dia, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan
keamanan yang lebih kondusif supaya jajak pendapat di Timtim bisa
dilaksanakan sesuai jadwal.
Wiranto berharap, tidak ada lagi tuduhan-tuduhan yang macam-macam,
seperti aparat keamanan tidak sungguh-sungguh atau berpihak kepada kelompok
masyarakat prointegrasi.
Dari Lisabon dilaporkan, pemerintah Portugal menekan Jakarta agar
lebih meningkatkan keamanan dan perdamaian di Timtim. "Jajak pendapat bagi
masyarakat Timtim tidak dapat berlangsung tanpa kondisi damai. Kondisi ini
harus tercipta di lapangan. Portugal akan melanjutkan tekanan ke Jakarta
melalui PBB jika kondisi ini belum tercipta," kata Perdana Menteri Portugal
Antonio Guterres.
Amerika Serikat juga memprihatinkan keamanan di Timtim. Asisten
Menlu AS urusan Asia Pasifik Stanley Roth, di Jakarta, kemarin, menemui
Presiden Habibie. Menurut Roth, dalam pertemuan itu pihaknya banyak
membicarakan masalah Timtim dan pelaksanaan pemilu 7 Juni lalu.
Sedangkan dari Dili dilaporkan, Sekjen PBB Kofi Annan telah menunjuk
Bong-Scuc Shon mantan pejabat tinggi Pemilihan Korea menjadi Pejabat
Pemilihan UNAMET.
"Komisi pemilihan yang dipimpin Bong-Scuc Shon akan bertugas
menyelesaikan semua permasalahan menyangkut kekeliruan pendaftaran peserta
jajak pendapat dan semua pengaduan yang datang dari masyarakat menyangkut
peserta pemilihan yang telah didaftarkan oleh petugas pemilihan," kata juru
bicara UNAMET David Wimhurst. Bong-Scuc Shon, kemarin, tiba di Dili.
Pendaftaran peserta jajak pendapat dimulai 16 Juli, berlangsung selama 20 hari.
Terlepas dari harapan Indonesia agar jajak pendapat dapat
berlangsung pada hari Sabtu, 21 Agustus, merupakan suatu pilihan yang sangat
politis, soalnya Indonesia takut kalau jajak pendapat berlangsung pada hari
Minggu, 22, maka tipis kemungkinan rakyat Timtim akan memilih otonomi.
"Kalau alasan bahwa pada hari itu umat Katolik mengikuti misa, saya kira
suatu alasan yang tak masuk akal, karena misa di seluruh gereja di Timtim
adalah pada pagi diadakan pukul 06.00-07.00, sedangkan misa kedua pukul
08.00 sampai 09.00 Wita, berarti jajak pendapat bisa dilangsungkan pada
pukul 10.00 Wita," kata seorang tokoh masyarakat di Timtim.
Persoalannya adalah pemerintah Indonesia takut kalau dalam misa
tersebut pastor memberikan kotbahnya yang tidak mendukung otonomi, maka
otomatis masyarakat Timtim akan menolak otonomi. Sebenarnya alasan itu yang
dipakai oleh Indonesia untuk mendesak agar jajak pendapat dilangsungkan pada
Sabtu, 21 Agustus mendatang.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html