Precedence: bulk
MENPEN AKAN PECAT STAF DEPPEN PRO-KEMERDEKAAN
DILI (MateBEAN, 14/7/99). Menteri Penerangan M Yunus Yosfiah
mengultimatum para pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Departemen
Penerangan di Timtim yang bersikap pro-kemerdekaan, akan diberhentikan.
"Jangan ingin rupiah tetapi pro-kemerdekaan. Bagaimana mungkin ada PNS yang
pro-kemerdekaan tetapi ingin terus makan rupiah. Itu berarti yang
bersangkutan tidak jujur," tegas Yunus Yosfiah, ketika bertatap muka dengan
seluruh jajaran Kanwil Deppen di Dili, Senin (12/7). Deppen, kata Yunus,
juga memiliki kebijaksanaan bagi staf Deppen yang ingin berkampanye tentang
otonomi luas. Mereka harus minta berhenti sementara dari statusnya sebagai
PNS atau minta cuti.
Anehnya, terhadap kelompok yang pro-kemerdekaan diperintahkan untuk
dipecat, sedangkan untuk kelompok yang pro-otonomi, Deppen memberikan
kelonggaran yakni bisa ikut berkampanye asalkan cuti atau berhenti sebentar.
Seorang staf Deppen yang pro-kemerdekaan kepada MateBEAN mengatakan
bahwa dirinya siap dipecat asalkan staf lain yang otonomi juga dipecat,
sehingga terlihat adanya netralitas dari PNS terhadap dua opsi yang
ditawarkan Pemerintah Indonesia. "Lebih baiknya kalau PNS di Timtim netral,
artinya PNS hanya bertugas untuk kelancaran kampanye baik otonomi maupun
merdeka, sehingga terlihat netralitas dari PNS," katanya.
Menurut dia, persoalan kemudian apakah Timtim ini merdeka atau
otonomi itu adalah pilihan dari nurani rakyat Timtim sendiri, sedangkan
tugas utama PNS adalah membantu kelancaran misi UNAMET di Timtim, bukan
mendukung satu opsi saja. "Kalau PNS yang mendukung satu opsi, berarti kami
juga punya hak untuk mendukung kemerdekaan, karena tidak ada Peraturan
Pemerintah yang mengatakan bahwa PNS Timtim harus mendukung otonomi,"
jelasnya.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html