Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 24/II/18-24 Juli 99
------------------------------

STT DIGEMBOSI TENTARA

(PERISTIWA): Tabloid harian Suara Timor Timur terancam tidak terbit.
Intervensi tentara sudah keterlaluan.

Menyuarakan Keadilan dan Kebenaran adalah moto dari Harian Suara Timor Timur
(STT). Karena konsep yang dipakai ketika itu adalah memberitakan sebuah
fakta yang benar tanpa harus memanipulasi berita, serta STT harus menjadi
pers yang melakukan kontrol sosialnya terhadap masyarakat dengan meletakan
keadilan sebagai pembenaran dalam mengungkap sebuah kasus. Mereka yakin
bahwa selama 23 tahun masyarakat Timtim telah diperlakukan secara tidak adil
oleh penguasa Indonesia.

Dan munculnya moto itu disambut dengan gembira oleh pembaca STT di Timtim,
seiring perubahan yang sedang terjadi di Timtim. Jatuhnya presiden Soeharto
di bulan Mei 1998 ikut pula mengobarkan kembali semangat sebagian besar
wartawan STT yang selama empat tahun hidup dalam represi pemerintah.

Di saat di Jakarta dan wilayah lain Indonesia semua media massa sedang
menikmati kebebasannya, STT hanya mengenyamnya sebentar saja. Bahkan rencana
pemberian opsi untuk Timtim justru bukanlah saat yang menggembirakan bagi
STT. Sebaliknya, sejak saat itu kontrol terhadap media justru lebih kuat
lagi. Aparat keamanan dan kelompok pro-kemerdekaan melakukan teror dan
intimidasi terhadap redaksi STT, karena berita-berita tentang Falintil.
Puncaknya, ketika kantor STT diluluh-lantakkan oleh milisi BMP pada tanggal
17 April 1999. Bahkan beberapa wartawannya dikejar-kejar milisi  dan harus
mengungsi dan bersembunyi ke luar Dili, karena akan dibunuh. Sebagian besar
yang lain tetap tinggal di Dili dan harus bersembunyi. Buntutnya STT, tidak
terbit.

Baru awal Mei 1999, STT terbit lagi. Itu pun harus mengingkari motto
penerbitan STT. Misalnya tentang pola investigasi reporting harus diubah,
porsi pemberitaan harus lebih condong ke kelompok pro otonomi, dan lain-lain. 

Tapi kemunculan kembali itu dengan kebijakan baru itu, justru memunculkan
konflik baru secara internal dalam tubuh harian yang sempat dikatrol Grup
Kompas-Gramedia itu. Sebagian besar wartawan menolak kebijakan baru itu,
karena bertentangan dengan semangat kebebasan pers. Sebaliknya dari sisi
perusahaan, beberapa wartawan yang kritis mulai disingkirkan, bahkan
dinonaktifkan. Alasannya cukup sederhana: menyelamatkan STT, dan memuaskan
aparat keamanan di Timtim. 

"Ini koran, bukan buletin. Kalau pers yang harus bebas untuk memberitakan
apa saja, tanpa perlu dikekang oleh kelompok pro otonomi," kata Aderito Hugo
da Costa yang menjabat Redaktur Pelaksanan harian itu.

Menurut Aderito Hugo da Costa, setelah terbit kembali justru koran ini tidak
lebih dari sebuah buletin kelompok pro otonomi, khususnya Barisan Rakyat
Timtim (BRTT) yang diketuai Lopez da Cruz. Bahkan selama seminggu belakangan
ini STT menurunkan berita BRTT yang sangat berlebihan. Setiap hari STT
memuat berita BRTT dengan foto. Dan itu adalah perintah resmi dari pimpinan.
Sementara setiap press release dari UNAMET dilarang untuk dimuat. 

Kondisi demikian semakin memperuncing konflik di STT. Puncaknya adalah
keluarnya ancaman pemboikotan terhadap koran STT. Ancaman pemboikotan itu
didukung penuh oleh Wakil Pimpian Redaksi STT Otelio Ote, dengan sebagian
besar wartawan serta karyawan di bagian percetakan dan setting layout. Di
lain pihak, Pemimpin Redaksi sekaligus pemilik tabloid harian ini, Salvador
Ximenes  Soares lebih dulu akan menonaktifkan Redpel, Wapemred dan sejumlah
wartawan. Konon pemecatan ini atas permintaan pejabat TNI, Mayjen Zacky
Anwar Makarim yang saat ini bertugas mempersiapkan jajak pendapat di Timtim. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke