Precedence: bulk
CHRYS KELANA DAN DESY DITINGGALKAN KAWAN-KAWANNYA
JAKARTA, SiaR (28/7/1999), Para karyawan PT Seputar Indonesia (Sindo),
perusahaan penyuplai berita-berita di RCTI akhirnya benar-benar mewujudkan
ancamannya. Karena deadline (28/7) mundurnya para pimpinan teras Sindo,
antara lain: Chrys Kelana, Desy Anwar dan Adolf Posumah belum juga
dilakukan, maka para karyawan PT Sindo melakukan mogok kerja, Rabu pagi
(28/7).
Buletin Siang RCTI yang biasanya dihiasi dengan sejumlah berita aktual,
Rabu pukul 12.00 WIB lalu muncul dengan berita-berita dari luar negeri dan
juga lebih banyak berita kiriman para koresponden di daerah.
"Untung saja teman-teman daerah masih mau mengirim, kalau tidak pasti Desy
tak akan nongol di Buletin Siang. Awak redaksinya di Jakarta sedang
istirahat tidak mau memburu berita. Mereka berkumpul di ruang presentasi
RCTI, Jl. Kebon Jeruk Jakarta, menunggu dialog dengan pimpinan Sindo,"
tutur salah seorang staf RCTI.
Pemberitaan Bulletin Siang Rabu kemarin memang agak lain. Desy Anwar
sebagai presenter menampilkan sejumlah berita dari Purwokerto tentang
perayaan 27 Juli atau berita Menhankam/Pangliam TNI Wiranto di Jombang
beberapa waktu lalu. Juga berita dari Kediri dan berita tentang Menperindag
Rahardi Ramelan di Kudus. Yang semuanya berlangsung beberapa hari lalu.
Bahkan, Desy yang selama ini tampak selalu dengan senyum khasnya, kali ini
muncul agak tertahan. Ini lantaran Desy salah satu dari dua rekannya - Chrys
Kelana dan Adolf Posumah-yang termasuk dalam daftar tiga orang yang kena
mosi tidak percaya. Mosi tak percaya itu dilancarkan para awak redaksi PT
Sindo yang diikuti sedikitnya 100 orang karyawan yang lain. Alasan mereka,
ketiga orang itu telah membawa RCTI menjadi tidak independen dan terlalu
memihak Golkar dan kubu Habibie. Berita-berita yang disajikan Seputar
Indonesia menjadi tidak
bermutu sehingga jumlah iklan RCTI menjadi sepi.
Sebenarnya, upaya netralisasi keberpihakan gang Chrys Kelana ini dilakukan
Selasa malam lalu dengan menyajikan siaran tunda konferensi pers PDI
Perjuangan. Namun langkah tersebut dianggap terlambat oleh para karyawan
lain. "Tuntutan kami, Chris dkk harus mundur," tutur salah seorang sumber.
Akhirnya, setelah melakukan mogok kerja setengah hari, pada sore harinya
(28/7) para karyawan PT Sindo menerima tawaran dialog dengan pimpinan
Sindo. Hasilnya, mereka membentuk Dewan Redaksi yang berfungsi sebagai care
taker untuk mengambil alih tugas pimpinan Redaksi yang sebelumnya dipegang
Chrys Kelana. Acara Seputar Indonesia Rabu petang sudah kembali mengunjungi
pemirsa, walaupun hanya dengan sedikit materi pemberitaan.
"Jabatan Pimpinan Redaksi ditiadakan digantikan Dewan Redaksi supaya
lebih demokratis," tutur salah seorang karyawan kepada SiaR.
Seperti dalam pemberitaan SiaR sebelumnya, (SiaR 27/7), Pimpinan Redaksi
Seputar Indonesia, Buletin Siang dan Buletin Malam RCTI dituntut mundur
oleh karyawannya yang lain karena dalam kebijakan pemberitaannya terlalu
memihak kepentingan Golkar dan BJ Habibie. Ketiga pimpinan Redaksi PT Sindo
(perusahaan yang mengelola berita Nuansa Pagi, Buletin Siang, Seputar
Indonesia, Buletin Malam, yang diminta mundur tersebut adalah presenter
Chrys Kelana, Desy Anwar dan Adolf Posumah.
Ketiganya dinilai oleh sebagian besar awak Sindop itu terlalu memihak
Golkar baik dalam mengolah berita maupun dalam acara-acara talk show RCTI.
Chrys Kelana yang merupakan salah seorang kunci dalam produksi berita-berita
RCTI adalah kader Golkar tulen. Bahkan dalam Pemilu 1999 yang berlangsung
bulan lalu itu, Chrys termasuk juru kampanye Golkar. Sementara itu,
presenter Desy Anwar disebut-sebut para staf RCTI sebagai kader Golkar
terselubung.
Desy adalah adik kandung Dewi Fortuna Anwar, salah seorang tangan kanan
Habibie yang mati-matian membela Habibie. Selain intervensi-intervensi yang
dilakukan orang-orang Golkar dalam acara-acara yang dibuat oleh PT Sindo,
juga ada informasi Badan Intelijen ABRI juga sering mengintervensi
kebijakan redaksional mereka.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html