Precedence: bulk
PIDATO LENGKAP MEGAWATI PADA PERINGATAN TRAGEDI 27 JULI
JAKARTA (SiaR, 28/7/99) --Berikut ini pidato lengkap tanpa teks
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang diucapkan dalam rangka
peringatan tiga tahun "Tragedi 27 Juli". Pidato ini diucapkan dengan
intonasi suara yang berbeda-beda, kadang pelan, kadang pada bagian-bagian
tertentu keras menggelegar. Selamat membaca.
"Saudara-saudaraku yang tercinta, warga PDI Perjuangan dimanapun
saudara-saudara berada, terutama yang ikut memperingati peristiwa 27 Juli
1996. Dimana pada waktu itu, tepat pada hari Sabtu kantor pusat DPP partai
yang pada waktu itu bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) diserang
dengan suatu cara yang tidak berbudaya, yang tidak menunjukkan budaya
bangsa Indonesia. Yang mengakibatkan jatuhnya korban diantara warga PDI
Perjuangan, sehingga pada hari ini kita memperingatinya untuk tahun yang
ketiga.
Kalau kita memperhatikan dengan baik, maka alangkah cepatnya waktu
berlalu. Tahun 1996 ketika peristiwa itu terjadi, maka yang ada rasanya adalah
keprihatinan yang menumpuk didalam dada warga PDI Perjuangan. Ketika itu,
sebagai Ketua Umum terpilih saya meyakinkan warga saya untuk tetap tabah,
untuk tetap tegar, untuk terus berjalan melanjutkan perjuangan anti kekerasan.
Sekali lagi saya katakan, anti kekerasan. Dan alhamdulillah, selama ini PDI
Perjuangan didalam melangkahkan kakinya dan meneruskan tapak-tapak
perjuangan itu tetap melakukannya dengan disiplin. Dan dengan keyakinan
yang mantap, bahwa hanya satu-satunya perjuangan di bumi Indonesia ini yang
bisa dilakukan dengan baik, yaitu dengan rasa cinta damai dan anti
kekerasan. Makna inilah yang selalu harus kita gaungkan kemana-mana. Kita
rasakan bahwa langkah-langkah yang kita lakukan dengan anti kekerasan itu
terus berlanjut, dan hari ini pada tanggal 27 Juli 1999, alhamdulillah
dengan cara kita, kita peringati dengan khusuk. Bahwa kembali anti
kekerasan itulah yang bisa tetap membawa ke jalan benar. Kekerasan itu
tidak akan pernah bisa selesai, bisa dilakukan dimana-mana saudara-saudara.
Yakini ini, yakini ini.
Alhamdullilah bahwa pemilu telah kita lalui dengan tertib, dengan damai.
Dan inilah yang selalu terus-menerus dijaga oleh warga PDI Perjuangan.
Tetap mantapkan langkah dengan tegar, dengan keyakinan bahwa perjuangan
akan terus kita lanjutkan. Tetapi sekali lagi saudara-saudara, perjalanan
yang kita lakukan, perjuangan yang kita lakukan tetap berprinsip kepada
anti kekerasan, saudara-saudara. Satu padukan langkah, satu padukan langkah,
saling bergandengan tangan. Bukan saja saat sekarang ini dengan setiap warga
PDI Perjuangan, tetapi satu padukan langkah dan gandeng bergandeng dengan
seluruh rakyat Indonesia.
Rakyat Indonesia pada saat sekarang ini meminta adanya perubahan.
Meminta supaya semuanya yang dijalankan dewasa ini tetap bisa berjalan
didalam rel kebenaran. Untuk struktural, saya instruksikan untuk tetap
bekerja dengan penuh semangat karena kita masih akan menghadapi suatu
peristiwa penting yaitu
Sidang Umum MPR. Sidang Umum yang akan datang itu tetap merupakan satu
tarikan nafas panjang dari aspirasi rakyat yang selama ini sudah dilakukan.
Hal ini harus diyakini oleh warga PDI Perjuangan, dan juga saya menghimbau
kepada seluruh kawan-kawan yang ada di dalam masyarakat bangsa Indonesia,
yakinilah bahwa didalam SU MPR itu kita harus tunjukkan kembali bahwa kita
ini adalah bangsa Indonesia yang berbudaya.
Tanpa itu, tidak ada artinya apakah itu akan memilih seorang presiden
didalam SU MPR. Tetapi dalam SU yang sebenarnya harus ditunjukkan bahwa
inilah bangsa Indonesia, inilah bangsa Indonesia yang akan menuju ke masa
depan. Pilihlah pemimpin-nya dengan baik, saudara-saudara. Inilah hakekat
dari pada peristiwa 27 Juli, dimana anti kekerasan itu lah yang harus
dilakukan.
Saya tahu, warga PDI Perjuangan itu selalu dengan penuh semangat tetapi
juga dengan penuh kesabaran, terus menunggu-nunggu. Tetapi saya katakan
dengan tawakal, dengan keyakinan, Insya Allah, fajar di timur akan
menyingsing.
Kembali lagi, rapatkan barisan, rapatkan barisan. Galang seluruh
persatuan untuk menuju Indonesia merdeka di masa yang akan datang."
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html