Precedence: bulk


MEGAWATI MEMPERSIAPKAN SENDIRI PIDATO POLITIKNYA

        JAKARTA (SiaR, 30/7/99) Megawati Soekarnoputri ternyata mempersiapkan
sendiri pidato politiknya. Hal ini ditegaskan Kwik Kian Gie, Kamis (29/7)
kemarin, salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan seusai pembacaan pidato
politik tersebut di Kantor pusat DPP PDI di Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

        Pidato politik yang banyak dipuji para pengamat politik dan ekonomi, serta
politisi itu, ternyata baru diselesaikan Mega, pagi hari itu, yakni beberapa
jam sebelum ia membacakan pidatonya, pada pukul 14.00 WIB. Kesaksian ini
disampaikan Kwik kepada SiaR. Menurut Kwik, Kamis pagi itu seusai bertemu
Duta Besar Jepang, Mega menampik ajakan Kwik yang ingin mengajaknya
berbicara sambil minum kopi di suatu tempat.

        "Maaf, pak Kwik, saya harus menyelesaikan konsep pidato untuk siang nanti,"
ucap Kwik menirukan penolakan Mega.

        Masih menurut Kwik, untuk penyusunan konsep pidatonya tersebut, Mega
meminta masukan dari para pembantunya, seperti dirinya sendiri untuk bidang
ekonomi, Prof Dr Dimyati Hartono untuk bidang hukum, dan Sabam Sirait untuk
bidang politik. Menurut Kwik, ia mem-fax pokok-pokok pikirannya tentang
program pemulihan ekonomi Indonesia kepada Mega.

        "Tapi, ini yang mengejutkan saya setelah mendengar pidato Ibu Mega siang
ini. Ternyata ia mem-breakdown pokok-pokok pikiran ekonomi saya sedemikian
rupa secara jernih dan baik. Saya kira Pak Dim (maksudnya Dimyati Hartono,
red.) ngasih masukan. Tetapi saya yakin, Pak Dim akan tercengang juga
seperti saya, karena masukannya diolah Ibu Mega jauh lebih apik," puji Kwik.

        Pidato politik Megawati ini, merupakan pidato kedua kalinya dalam sepekan
ini, setelah sebelumnya Megawati berpidato tanpa teks dihadapan ribuan
pendukungnya dalam rangka peringatan Peristiwa 27 Juli.

        Dalam banyak kesempatan pidato politiknya sebelum ini, seperti pada Kongres
Bali, HUT PDI, dan sebagainya, Megawati, menurut sumber di DPP PDI
Perjuangan, biasanya mendiskusikan pokok-pokok pikiran yang akan
diucapkannya, dengan para pembantu dekatnya yang ekspert di bidangnya.
Setelah menyetujui hasil brainstorming tersebut, ia akan menuliskan sendiri
pidato politiknya itu. Dan untuk proses pengeditan, serta untuk memperkaya
"warna" dari isi pidatonya, biasanya, Megawati, kata sumber tersebut,
meminta masukan dari praktisi pers, Eros Djarot.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke