Precedence: bulk Direito No. 03/27 Juli 1999 EDITORIAL Sesudah menjadi bahan pembicaraan selama beberapa waktu, kekerasan belum juga dapat dihapuskan dari Bumi Lorosae. Biang kekerasan masih merajalela. Upaya menumbuhkan kesadaran untuk mengurangi tindak kekerasan nampaknya tidak banyak membawa hasil. Adalah suatu pekerjaan sulit untuk menyadarkan penguasa Indonesia bahwa militer tidak lagi dibutuhkan kehadirannya di Timor Timur. Meski banyak fakta menunjukkan bahwa tentara, apapun misinya di Timtim, telah banyak terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap rakyat sipil, confidential memorandum Sekjen PBB yang meminta penarikan pasukan TNI dari Timtim belum juga direalisasikan. Ketika hukum disimplifikasi jadi kekuasaan dan kekerasan, tidak ada lagi yang dapat diharapkan. Apalagi jika petugas penegak hukum menutup mata atau bahkan berkolusi dalam pelanggaran hukum. Berapa lagikah rakyat yang harus jadi korban? --------------------------------------------- DIREITO diterbitkan oleh Yayasan HAK Jl Gov Serpa Rosa T-095 Farol - Dili TIMOR LOROSAE Tel (0390) 313-323 Fax (0390) 313-324 ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
