Precedence: bulk


SOLIDARITAS MAHASISWA DAN RAKYAT UNTUK ACEH BERDARAH (SOMARAH)
Kronologi aksi peringatan HUT RI ke 54 :

Untuk yang kedua kalinya SOMARAH Palu Sulawesi Tengah, menggelar aksi. Aksi
ini dilakukan sebagai wujud rasa keprihatinan atas kondisi yang terjadi di
Negara kita. Bahwa setiap tahun kita memperingati hari Proklamasi, tapi
kemerdekaan ternyata belum ada, kemerdekaan hanya milik penguasa dan ABRI.
Lewat ini pula SOMARAH Palu, menyampaikan dukungan dan rasa solidaritas atas
perjuangan rakyat Aceh dan ungkapan duka yang dalam atas segala praktek
penindasan yang terjadi di ACEH.

Jam 09.00       :       Massa mulai kumpul di kampus PAT. Massa terdiri dari beberapa
elemen organisasi yang terlibat di SOMARAH diantaranya : FMIST Palu, HMI
MPO, SPIP, SPPR. Jumlah massa berkisar 150 orang.

Jam 09.30       :       Kordinator lapangan Yopie Teguh Lesmana, menginstruksikan
massa untuk merapatkan barisan. Mimbar bebas, orasi secara bergantian  mulai
di gelar.  Setelah memberitahukan rute dan sasaran aksi yang akan di lalui,
KORLAP kemudian menginstruksikan massa untuk berjalan. Rute awal dari jalan
Setia Budi menuju ke Muh. Hatta.

Jam 09.40       :       Barisan aksi memasuki jalan Muh. Hatta. Di sepanjang jalan
massa tidak berhenti-hentinya, meneriakkan yel-yel, membagikan selebaran
kepada semua masyarakat yang lewat, dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Selain lagu darah juang-yang merupakan lagu wajib setiap aksi-juga
dinyanyikan lagu-lagu plesetan seperti, PANCASILA, ABRI dan SAYONARA. Para
orator secara bergiliran menyampaikan orasinya, muatan orasi berkisar
hakekat kemerdekaan yang selama ini belum ada. Kecaman terhadap DWI FUNGSI
ABRI dan sorotan tajam terhadap praktek penindasan yang selama ini terjadi
di Negara kita.

Jam 10.00       :       Massa tiba di depan markas Polisi Militer. Korlap
menginstruksikan massa untuk merapatkan barisan, dan sembari menyanyikan
lagu " Yang mau Revolusi ayo duduk " Korlap mengintruksikan massa untuk
duduk. Happyning ART mulai di gelar. Orasi secara bergantian oleh semua
pemimpin organisasi yang terlibat dalam somarah. Mereka secara bergantian
mengemukakan pandangannya tentang kasus Aceh. HMI MPO dalam pernyataan
sikapnya secara tegas menyatakan mendukung referendum untuk rakyat aceh,
penarikan pasukan non organik dan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Aceh.

Beberapa orang anggota PM datang menemui massa meminta pernyataan sikap dan
mencatat isi tulisan yang ada dalam spanduk.

Jam 10.30       :       Korlap menginstruksikan massa untuk berdiri, berjalan
meninggalkan PM menuju ke Markas KOREM 132 Tadulako.

Jam 10.40       :       Barisan aksi tiba di depan markas KOREM 132 Tadulako. Kembali
digelar acara yang sama. Orasi yang mengecam penindasan yang terjadi di Aceh
yang dilakukan oleh tentara. Tuntutan untuk se-segera mungkin mencabut DWI
Fungsi ABRI, pembacaan puisi serta pembacaan pernyataan sikap secara bergantian.
Beberapa saat, salah seorang komandan tentara datang menemui massa, mencari
koordinator dan menanyakan surat ijin. Hal ini tidak ditanggapi oleh massa,
sehinga sang "komandan" pergi tanpa mendapatkan informasi.
Dalam pembacaan Puisi, Yang dibacakan oleh seorang aktivis perempuan. Sempat
membuat situasi terharu, karena sang pembaca puisi tidak dapat menahan emosi
dan meneteskan air mata. 

Jam 11.50       :       Korlap megintruksikan massa untuk berdiri, mengepalkan tangan
kiri dan membacakan sumpah rakyat secara bersama. Barisan aksi kemudian
bergerak meninggalkan KOREM menuju ke markas POLDA Palu.

Jam 11.55       :       Dalam perjalanan menuju ke Polda terlihat satu truk pasukan
BRIMOB dan satu  mobil patroli menyusul dari belakang.

Jam 12.00       :       Barisan aksi tiba di depan kantor POLDA Palu. Nampak pasukan
Polisi di halaman POLDA berbaris rapi, siap dengan senjata di tangan. Para
pemimpin aksi kemabli melakukan orasi secara bergantian, mempertanyakan
indepensi POLRI yang sampai sekarang ternyata masih dibawah kendali pangab
dan mengutuk pernyataan kapolri Rusmanhadi yang menginstruksikan tembak di
tempat bagi masyarakat Aceh.

Jam 12. 30      :       3 truk pasukan POLISI dan satu truk Angkatan laut dengan
senjata lengkap tiba di depan Polda. Secara spontan situasi ini direspon
massa dengan menyerukan Cabut Dwi Fungsi ABRI, ABRI penindas rakyat dan
yel-yel lain yang mengekspresikan kebencian terhadap aparat. Korlap
menginstruksikan massa untuk tenang  dan tidak terpancing provokasi.

Jam 12.40       :       Setelah pembancaan statetmen secara bergantian, korlap kemudian
menginstruksikan massa untuk bergerak menuju ke kampus PAT.

Jam 12.50       :       Dalam perjalan pulang -melewati jln. S. Parman-yang di tempuh
selama 1 jam, massa tidak henti-hentinya melakukan orasi, menyanyikan lagu
perjuangan dan mengecam tindak kekerasan yang terjadi di Aceh.  Sementara di
belakang barisan aksi, terlihat patroli polisi terus mengikuti.

Jam 13.55       :       Massa tiba di kampus PAT, melakukan rapat evaluasi dan pulang
ke tempat masing-masing.

Palu, 17 Agustus 1999

Zulharbi
Koordinator SOMARAH.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke