Precedence: bulk


Date: Wed, 11 Aug 1999 20:28:57 +0700 (WIB)
From: Si Tjamboek <email address deleted>

MEGAWATI MENGECEWAKAN RAKYAT TIMOR LOROSAE

Pidato Megawati tanggal 29 Juli 1999 sungguh merupakan angin sejuk bagi
rakyat Timor Lorosae yang sudah 23 tahun lebih mendambakan kebebasan dari
penindasan militer Indonesia. Dalam pidato itu, Megawati antara menegaskan
bahwa ia dan PDI-P akan mendukung seandainya rakyat Timor Lorosae memilih
merdeka. Ia juga menghimbau agar siapapun tidak boleh mempengaruhi pilihan
rakyat itu dengan cara apapun. Pidato itu disambut gembira oleh rakyat, yang
juga berharap agar Indonesia nanti dipimpin oleh seorang yang demokratis dan
menghargai hak-hak asasi manusia. 

Tapi kunjungan Megawati ke Dili mengganggu bayangan itu. Dalam acara yang
diselenggarakan kelompok pro-otonomi di Gedung Matahari Terbit tanggal
10/8/99 lalu, Megawati menghimbau rakyat Timor Lorosae agar memilih otonomi.
Pernyataan itu begitu menyentak, dan para pendukungnya yang nekat memilih
PDI-P dalam pemilu lalu di bawah penindasan hebat dari militer Indonesia,
merasa sangat terpukul. "Kalau tahu begitu, buat apa kami pilih PDI-P pemilu
lalu," kata Antonio Alves dari Suai. "Kami pilih partai Ibu Mega karena
yakin kalau Indonesia menjadi negeri yang demokratis, Timor Lorosae pasti
akan bebas."

Berita kunjungan Megawati ke Suai, di kabupaten yang berbatasan dengan NTT,
Megawati rupanya mengucapkan hal serupa. Berita tentang pidatonya sampai
lebih dulu ke kota Dili, sebelum Megawati kembali. Tidak heran jika
masyarakat kemudian enggan datang ke Gedung Matahari Terbit yang
berkapasitas 4.000 orang. "Buat apa kalau pidatonya hanya minta rakyat pilih
otonomi. Dia sendiri yang bilang tidak boleh mempengaruhi pilihan rakyat,
tapi kok sekarang malah kampanye," ujar Domingos da Silva, seorang aktivis
pro-kemerdekaan. Ia memilih PDI-P pada pemilu lalu dengan harapan bahwa
PDI-P bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan Timor Lorosae yang merdeka.

Suara-suara serupa terdengar saat acara itu ditayangkan oleh televisi lokal.
Di Taibessi, warga bahkan mematikan televisi ketika nada pidato Megawati
mulai 'miring' menurut ukuran mereka. "Apa Ibu Mega tidak tahu kalau rakyat
Timor Lorosae sudah lama ingin merdeka. Dari jaman Portugis kami sudah mau
merdeka, berdiri sendiri, sebagai bangsa yang berdaulat seperti Indonesia,"
kata Abilio Monteiro. Seorang ibu yang menimpali bahkan meneteskan air mata
ketika mendengar kata-kata 'pilih otonomi' meluncur dari mulut Megawati.
"Padahal selama ini kami percaya Ibu Mega akan mendukung rakyat Timor Lorosae."

Megawati tiba di Dili pada hari Minggu malam, dengan pesawat carteran. Hal
ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya, karena pejabat setingkat
menteri saja biasanya menggunakan pesawat Merpati. Kecurigaan itu bertambah
kuat ketika mereka melihat jurubicara FPDK Basilio Dias Araujo berpidato
tentang persatuan bangsa Indonesia di televisi. "Kenapa Ibu Mega mau
mendukung orang-orang yang ingin mempertahankan kekuasaan Orde Baru di Timor
Lorosae? Apakah Ibu Mega tidak tahu bahwa mereka itu yang ikut menjegal
pendukungnya tahun 1996 lalu?" tanya Abilio Monteiro.

Orang yang paling kecewa mungkin adalah seorang aktivis yang ikut
mempertahankan kantor DPP-PDI ketika diserbu 26 Juli 1996. Pemuda asal
Baucau ini nekat pergi ke Jakarta bersama sejumlah temannya saat itu, karena
berharap Megawati bisa memimpin Indonesia dan membina hubungan yang baik
dengan rakyat Timor Lorosae. "Ketika mendengar pidato itu, saya merasa
seperti ditusuk dari belakang," katanya. Ia menolak namanya disebutkan,
karena saat Pemilu 1999 ia menjadi incaran orang-orang FPDK dan BRTT yang
juga menjadi fungsionaris Golkar di Dili. "Nyawa pun sudah saya pertaruhkan,
tapi inilah yang kemudian diberikan Ibu Mega."

Mereka semua sangat kecewa karena merasa Megawati mau dipermainkan oleh
orang-orang FPDK yang mendukung Orde Baru. "Kami merasa Ibu Mega itu sahabat
rakyat Timor Lorosae. Tapi kenapa ia malah bersekutu dengan para pembunuh,
koruptor, penindas, dan musuh rakyat seperti orang-orang FPDK itu?" 

Bagaimana, Ibu Mega?

Si Tjamboek

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke