Precedence: bulk


JEFFREY WINTERS YAKIN TNI DUKUNG MEGAWATI

        SEMARANG (SiaR, 25/8/99). Pengamat ekonomi politik dari Northwestern
University Ilinois (AS) Jeffrey Winters yakin, bahwa Tentara Nasional
Indonesia (TNI) akan memberikan suaranya untuk mendukung calon presiden PDI
Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Sidang Umum MPR, bulan Oktober
mendatang.

        Hal ini ditegaskan Winters, Selasa (24/8) kemarin dalam suatu seminar
ekonomi politik di Semarang. Keyakinan ini didasarkan Winters pada
kenyataan, bahwa TNI akan berupaya meninggalkan segala hal yang menyangkut
hubungan mereka dengan masa lalunya di masa Orde Baru.

        TNI, menurut Winters, ingin mengaktualisasikan semboyan paradigma barunya
dengan coba menampilkan nilai-nilai yang progresif. Salah satu caranya,
katanya, dengan mendukung pencalonan Megawati sebagai presiden RI, dibanding
mendukung calon presiden dari Partai Golkar, BJ Habibie yang dianggap
sebagian besar masyarakat sebagai "bermasalah".

        Menurut Winters, di dalam prinsip-prinsip demokrasi di banyak negara,
pemenang pemilu sudah sepantasnya diberi kesempatan pertama untuk memimpin
pemerintahan. Tapi, lanjutnya, di Indonesia memiliki karakteristik kehidupan
politik yang berbeda, karena apa yang menjadi pilihan rakyat dalam pemilu
lalu, ternyata tidak disepakati oleh sebagian elite politik. Winters tak
menyebut secara spesifik, siapa yang dimaksud dengan elite politik yang tak
sepakat dengan pilihan rakyat dalam pemilu lalu, meskipun sebagian peserta
dalam seminar itu menduga, maksud Winters ditujukan kepada Amien Rais dan
Poros Tengah-nya.

        Beberapa waktu lalu, Kaster TNI Letjen Soesilo Bambang Yudhoyono dalam
suatu seminar di Jakarta, meskipun tak secara eksplisit menyebutkan nama
Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan, juga menegaskan, bahwa TNI
sepakat agar pemenang pemilu diberi kesempatan pertama untuk memerintah.

        Sementara itu, sumber SiaR dari kalangan terdekat di Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) menyebutkan, kesediaan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk dicalonkan Amien Rais dan Poros Tengah
sebagai calon presiden mereka, merupakan trik politik Gus Dur untuk
mengenyahkan BJ Habibie dari bursa pemilihan capres di SU MPR mendatang.

        Sumber itu menyatakan, dengan menerima pencalonan tersebut, berarti Gus Dur
memecah dukungan terhadap Habibie di PPP, PAN, dan partai-partai Islam kecil
lainnya.

        "Jika suara-suara itu tersebar, maka suara terbesar kemungkinan direngkuh
Mega, karena dukungan terhadap Mega praktis lebih homogen, yakni dari PDI-P,
PKB, dan mungkin TNI, serta sebagian dari Golkar. Yang mesti diwaspadai
justru dari utusan daerah, dan utusan golongan, karena ada kemungkinan
bermainnya politik uang di situ," ujarnya.

        Menurut sumber tersebut, sesaat setelah Gus Dur memberi keterangan pers,
bahwa dirinya menerima pencalonan sebagai presiden dari Poros Tengah, karena
percaya Amien Rais serius dalam hal ini, beberapa orang dekatnya di NU, dan
kadernya di PKB coba mengklarifikasi kepada Gus Dur tentang pernyataannya
itu. Konon Gus Dur menjawab ringan: "Ya wis, kalau calonnya cuman saya
dengan Mbak Mega, opo iki ndak malah bagus to," ujarnya pendek.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke