Precedence: bulk
KONDISI KEAMANAN DI TIMTIM MASIH MEMPRIHATINKAN
DILI (MateBEAN, 26/8/99). Walau hari jajak pendapat makin dekat,
namun situasi keamanan di Timtim tidak membaik. Sebaliknya para milisi makin
melakukan kekerasan melalui intimidasi, teror dan mencederai beberapa warga
sipil.
Di Viqueque Senin (23/8) kemarin milisi Bebui Junior '59 menteror
dan melukai lima warga sipil di daerah itu. Pihak kepolisian yang
dipercayakan oleh PBB untuk menjaga keamanan di Timtim justru membiarkan
para milisi menteror warga masyarakat di Viqueque. "Polisi hanya melihat dan
membiarkan warga diteror dan diintimidasi oleh para milisi itu," kata
seorang saksi mata di Viqueque pada MateBEAN.
Sedang dari Suai, Covalima, wartawan MateBEAN melaporkan bahwa
milisi Dadurus Merah Putih pimpinan Olivio Moruk terus melakukan aksi
kekerasannya dengan melarang setiap orang untuk mengunjungi para pengungsi
di Gereja Suai yang berjumlah 3 ribu orang itu. "Wartawan juga dilarang
mengunjungi dan memotret para pengungsi itu. Kalau ketahuan maka para milisi
itu bisa mengamuk," kata seorang pemuda kepada MateBEAN.
Kondisi para pengungsi saat ini sangat memprihatinkan, karena
kurangnya bahan pangan serta krisis air bersih. "Para milisi itu memaksa PAM
untuk memblokir air bersih yang mengalir ke gereja, di mana para pengungsi
itu tinggal dengan mendirikan tenda-tenda darurat," katanya.
Sedangkan jurubicara Unamet, David Wimhurst dalam konferensi persnya
mengatakan bahwa di beberapa daerah kondisi keamanan belum kondusif.
Sehingga Unamet meminta pertanggungjawaban dari Polri untuk menjaga
stabilitas keamanan di Timtim sesuai kesepakatan 5 Mei. "Masih mengkuatirkan
kondisi keamanan di Timtm, sehingga Polri harus bertanggungjawab terhadap
masalah keamanan," kata David.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html