Precedence: bulk
DEMO ANTI HABIBIE DISIKAT APARAT
JAKARTA (SiaR, 27/08/99). Ratusan mahasiswa Front Aksi Mahasiswa
untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) gagal menuntut Habibie mengusut
keterlibatan tim suksesnya dalam kasus Bank Bali. Ratusan aparat militer dan
polisi memukuli dan mengangkut mereka dari Jl. Patra Kuningan ke Mapolda
Jaya, Kamis26/08) .
Demo yang dilakukan 300 mahasiswa Famred itu dimulai sekitar pukul
13.00 Wib dari Pasar Festival, Kuningan. Setelah orasi dan menyanyikan lagu
mars mahasiswa bergerak menuju kediaman Presiden Habibie. Sesampai di depan
Gedung Great River, tiba-tiba ratusan aparat yang telah bersiaga menyerbu
mahasiswa dan terjadilah bentrokan pertama. Sekitar 500 aparat dari kesatuan
Brimob berhasil membuat kocar-kacir barisan pelopor mahasiswa. Korlap aksi
pun memerintahkan agar mahasiswa jangan terpencar, "Satu komando dan satu
perlawanan!"
Sementara demonstran yang tertangkap diangkut ke Polda Metro Jaya, barisan
mahasiswa di belakangnya menyiapkan diri. Tak lama kemudian dengan tenang
dan dalam tempo sekitar sepuluh menit para demonstran maju lagi dan berusaha
mendobrak barikade petugas. Ternyata, sekitar 300 pasukan dari Pasukan
Penindak Huru Hara (PHH) datang dan membantu pasukan Brimob mengepung
barisan demonstran dari samping dan belakang. Bentrokan kedua terjadi antara
mahasiswa bertangan kosong dengan ratusan aparat dilengkapi senjata laras
panjang, bayonet, dan perisai fiberglass.
Dalam waktu singkat puluhan mahasiswa barisan depan terkapar dan
diangkuti petugas. Saat rekan mereka ditangkapi barisan lainnya duduk
membuat lingkaran yang sangat rapat sembari menyilangkan tangan. Ini membuat
petugas kesulitan mengangkati mereka secara bersama. Beberapa mahasiswa
tetap melakukan orasi di tengah barisan mengutuk kekerasan militer.
Famred menilai sejak naik menjadi Presiden Habibie telah menciptakan
polarisasi yang tajam ditingkat kepemimpinan Nasional. Hal itu menimbulkan
berbagai konflik sosial di antaranya seperti kasus Bak Bali. Mereka
mengatakan skandal kasus Bank Bali adalah salah satu proyek penimbunan
logistik politik Habibie menjelang Sidang Umum (SU) MPR. Dalam pernyataannya
Famred menuding Habibie dan para tim suksesnya telah menyiapkan Rp 3 triliun
untuk Sidang Umum MPR. Karena hal itu maka "Kami menyatakan menolak
kepemimpinan Habibie" demikian bunyi pernyataan Famred.
SiaR mencatat 77 orang mahasiswa ditahan diantaranya sembilan
mahasiswi. Menurut Kaditserse Polda Metro Jaya, Kol Pol Alex Bambang
Riatmojo, penangkapan aksi Famred kali ini karena mereka tidak melakukan
pemberitahuan sebelumnya. Menanggapi komentar tersebut Mario Untu, mahasiswa
Fak Hukum Usakti mengatakan Sejak kapan Famred aksi pakai pemberitahuan.
Penangkapan seperti ini sudah ke 12 kalinya untuk Famred dan mahasiswa akan
aksi terus.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html