Precedence: bulk


16 SENAT MAHASISWA ACEH PERTEGAS TOLAK KODAM

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Selasa, 24/8). Pro dan Kontra terhadap
pendirian kembali Kodam Iskandar Muda di Aceh yang rencananya akan
diresmikan hari Sabtu (28/8) mendatang, menjadi perbincangan hangat
masyarakat Aceh, bahkan 16 organisasi mahasiswa Aceh dalam siaran pers yang
diterima Radio Nikoya-FM kembali menengaskan penolakan pendirian Kodam
tersebut, Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala, Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEMA) IAIN Ar-Raniry, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM)
Universitas Abulyatama Aceh, Dewan Mahasiwa Universitas Iskandar Muda Aceh,
Senat Mahasiswa STMIK Abulyatama, Senat Mahasiswa ATI Cut Meutia, Senat
Mahasiswa STIK Pante Kulu, Senat Mahasiswa ASM-Com, Senat Mahasiswa STIEI
Lamlagang, Senat Mahasiswa STIES AMBA, Dewan Mahasiswa Serambi Mekkah, Senat
Mahasiswa Universitas Jabal Gafur, Keluarga Mahasiswa Akper Fakinah,
Keluarga Mahasiswa Akper Mona, Mahasiswa Akper Depkes, Keluarga Mahasiswa
Akper Muhammadiyah, membantah pernyataan Menhamkan/Panglima TNI Jenderal
Wiranto tentang realisasi Kodam yang disetujui Mahasiswa Aceh, Mahasiswa
Aceh tetap menolak pembentukan Kodam di Aceh, demikian isi siaran pers itu.

Keenam belas Dewan / Senat mahasiswa Aceh itu juga menolak pernyataan Wakil
Ketua KNPI Aceh yang telah mengatas namakan pemuda dengan meminta di
bentuknya Kodam di Aceh, padahal menurut mahasiswa itu Kodam belum dapat
diterima oleh masyarakat sebagaimana kondisi riil diseluruh plosok Daerah
Istimewa Aceh. Pernyataan pemerintah daerah di Anjong Mon Mata Banda Aceh
tempo hari itu, menurut mahasiswa hanya kepentingan politik semata tanpa
memandang untung dan ruginya bagi masyarakat Aceh, hal ini terbukti dengan
berbagai pernyataan mereka saat berada di Aceh berbicara hampir sesuai
dengan fakta, akan tetapi setibanya di pusat/Jakarta mereka berbicara lain
dari kenyataan, tulis siaran pers mahasiswa Aceh tersebut.

Sementara itu aksi teror di Kodya Banda Aceh, sejak terjadi konflik
bersenjata di Aceh, intensitasnya terus meningkat baik melalui telepon
maupun secara langsung atau lewat surat-surat tanpa identitas pengirim yang
jelas, yang ditujukan kepada para relawan, LSM, mahasiswa, para medis dan
sejumlah wartawan media massa dan lembaga-lembaga independen lainnya,
menyusul aksi teror pemboman di kediaman H Sjamsul Kahar, Ketua PWI Aceh
yang juga Pimred harian Serambi Indonesia terbitan Banda Aceh beberapa pekan
lalu, ternyata aksi-aksi teror dari orang tak dikenal itu juga diterima oleh
Aguswandi BR, Sekjen Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh, serta
ancaman akan mem-bom kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang dianggap
sebagai tempat pendidikan demonstran yang membrontak terhadap pemerintah RI,
yang mungkin karena kebanyakan para mahasiswa relawan pejuang kebenaran di
Aceh berbasis pendidikan di perguruan tinggi negeri itu.

Selain itu sejak pagi tadi dilaporkan di Aceh Utara dan Aceh Timur,
aktivitas masyarakat dan hubungan transportasi darat dari Kodya Banda Aceh
menuju Kodya Medan-Sumatera Utara, kembali lancar, kendaraan angkutan
penumpang antar propinsi dan truk angkutan barang pun sudah beroperasi
kembali setelah beberapa hari lalu sempat dihalangi oleh rintangan pohon
kayu besar yang berada diatas badan jalan propinsi itu di singkirkan oleh
aparat keamanan, kemarin. Para pengungsipun berangsur-angsur mulai kembali
di desa masing-masing dan bahkan menurut sebuah sumber, menyebutkan
masyarakat di kawasan itu sudah mulai ada yang menggarap sawahnya, apalagi
Aceh dalam beberapa hari terakhir ini terus diguyur oleh hujan dan bahkan
sempat mengakibatkan banjir di kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Barat yang
menelan seorang korban tewas terbawa arus air dua hari lalu. (Tim).

News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station

URL : http://welcome.to/nikoyafm

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke