Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 30/II/29 Agustus-4 September 99
------------------------------

GENG HABIBIE MENEBAR TEROR

(PERISTIWA): Terdesak fakta dalam korupsi di Bank Bali, orang-orang Habibie
dan Setya Novanto menteror orang-orang yang ingin membongkar skandal ini.
Hasilnya, Rudy Ramli terpaksa mencabut kronologi yang sempat beredar. 

Keluarga Pradjoto, pengamat hukum perbankan yang pertama kali melontarkan
skandal Bank Bali ke publik, sudah dua kali mengalami teror fisik yang
menjurus ke percobaan pembunuhan. Dua kali anaknya yang masih sekolah di
sekolah dasar diancam orang-orang tak dikenal dengan todongan pistol.
Ancaman ini sempat membuat Pradjoto surut. "Saya tak akan bicara lagi soal
skandal Bank Bali. Kalau kepala anak saya ditodong pistol, siapa yang
berani," ujar Pradjoto awal Agustus lalu.

Namun, skandal Bank Bali yang menyeret orang-orang dekat Habibie dari
Baramuli, Tanri Abeng hingga Hariman Siregar ini malah makin heboh justru
ketika Pradjoto menyatakan mundur dari usaha membongkar skandal ini.
Pradjoto jadi besar lagi nyalinya dan tampil lagi. Tapi apa lacur, pekan
ini, anaknya yang dulu ditodong pistol oleh pemuda-pemuda tak dikenal,
kembali mendapat teror lagi. 

Kali ini tak hanya ancaman. Apa yang dialami anak Pradjoto sudah mengarah
percobaan pembunuhan. Mobil minibus Panther yang mengangkut anak Pradjoto
pulang sekolah ditabrak dari belakang oleh sebuah jip yang melaju kencang.
Setelah itu jip itu kabur. Mobil Panther Pradjoto mengalami rusak berat,
namun anaknya selamat dari maut, hanya mengalami luka-luka. Kendati selamat,
anak Pradjoto mengalami ketakutan yang luar biasa.

Ancaman yang modusnya sama dialami Rudy Ramli. Di bawah ancaman pistol dari
gerombolan pemuda tak dikenal yang menemukan mantan Direktur Utama Bank Bali
itu di persembunyiannya, Rudy diminta bungkam. Ancaman terhadap Rudy, yang
diduga dilakukan orang yang sama dengan orang-orang yang mengacungkan
pistolnya ke kepala anak Pradjoto, terjadi setelah transkip pengakuan Rudy
soal pembobolan Bank Bali beredar luas dan dimuat media massa. Transkrip
pengakuan Rudy itu menyeret Habibie dan kawan-kawan dekatnya sebagai pelaku
korupsi di Bank Bali. Transkrip itu merupakan pengakuan Rudy di depan sebuah
tim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang terdiri dari Kwik
Kian Gie, Theo Toemeon, Panda Nababan dan Dimyati Hartono. Tim PDI-P ini
mengundang Rudy, jauh sebelum skandal Bank Bali diketahui umum. Jadi,
transkrip itu memang otentik. Namun karena tekanan yang hebat, akhirnya Rudy
menyerah. Ia menandatangani surat pengingkaran di atas segel. Dan lebih aneh
lagi, surat itu beredar dari mesin facsimile milik Abdul Gafur, dan
disebarluaskan kembali oleh Mensesneg/Menkeh Prof. Muladi.

Ancaman lainnya juga diterima Kwik dan Dimyati. Kwik dan Dimyati diancam
karena baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tentang keterlibatan sejumlah
pejabat tinggi, pengusaha besar, adik kandung Habibie dan kawan dekat
keluarga Habibie dalam skandal Bank Bali. Dalam sebuah kesempatan, Hariman
Siregar mengeluarkan pistolnya dan mengeluarkan kata-kata mengancam Kwik Dan
Dimyati dihadapan Panda Nababan, Caleg PDI-P. Dan Kwik dan Dimyati juga
memperoleh teror sendiri.

Tokoh lain yang memperoleh ancaman serupa adalah Ichsannuddin Noorsy,
anggota Komisi VIII DPR-RI, yang gencar membongkar keterlibatan geng Habibie
dalam korupsi di Bank Bali. Ichsan, juga menerima kiriman dokumen serupa
soal skandal Bank Bali.

Siapa gerombolan pengancam yang suka mengacung-acungkan pistol, mengangkat
telepon dan menabrak mobil yang ditumpangi anak Pradjoto? Kalau dipikir
dengan akal sehat, sudah jelas dari pihak mana para tukang teror itu, jelas
dari pihak geng Habibie dan geng Setya Novanto. Dari geng Habibie,
pengancamnya jelas: Hariman Siregar, kendati belakangan ia mundur dan
membantah hendak menghabisi Kwik setelah para Satgas PDI-P balik mengancam
Hariman. Hariman pun makin ciut mengetahui gerombolan preman yang selama ini
pro-Golkar: Pemuda Pancasila tak mendukungnya. 

Nah, siapa kelompok lainnya yang mengancam secara sembunyi-sembunyi? Hasil
pengumpulan informasi yang dilakukan tim Xpos mengatakan gerombolan
pengancam itu berasal dari satuan tugas Kosgoro, organisasi di mana Setya
Novanto, yang dulu amat dekat dengan Mbak Tutut itu berasal. Dugaan bahwa
Setya menyewa orang-orang Pemuda Pancasila untuk melakukan aksi teror ini
gugur karena antara Setya dan Yapto Soeryasoemarmo sendiri tengah ribut soal
pernyataan Setya bahwa Yapto juga seorang debt colector. Namun, informasi
lainnya yang dikumpulkan Xpos menunjukkan keterlibatan anggota militer yang
kemungkinan disewa Setya untuk melakukan aksi teror ini. Geng Habibie juga
tak segan-segan menggerakkan Front Pembela Islam dan organisasi-organisasi
di bawahnya untuk mengancam pers dalam menulis soal Bank Bali.

Jika polisi ingin mengusut, sebenarnya tak sulit. Paling tidak kalau mau
mengusut siapa pemilik jip yang menabrak mobil yang dikendarai anak Prajoto,
atau siapa yang mengacung-acungkan pistol ke kepala Rudy Ramli dan anak
Prajoto. Masalahnya adalah, polisi kini berada di pihak mana. Ya jelas, di
pihak Habibie. Misalnya soal ancaman Hariman yang sempat memperlihatkan
pistolnya, polisi bisa bergerak tanpa pengaduan orang yang diancam, karena
ini bukan delik aduan yang tak butuh pengaduan korban agar polisi bisa
bertindak. Polisi bisa saja menangkap Hariman dan menyelidiki apakah pistol
yang ditenteng Hariman itu berijin atau tidak. Tampaknya sih tidak, karena
ijin memiliki pistol bagi warga sipil terbatas bagi profesi tertentu seperti
direksi bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya, maupun satuan pengamanan
di lembaga-lembaga perbankan. Nah, apakah direktur sebuah klinik kesehatan
seperti Hariman bisa mengantungi ijin memiliki pistol? Jelas tidak. Tunggu
apa lagi polisi? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke