Precedence: bulk


SITUASI SEPERTI SIDANG ISTIMEWA MULAI TERASA

        JAKARTA, SiaR (30/8/99). Situasi beberapa tempat di Jakarta sudah
mulai mendekati seperti situasi menjelang Sidang Istimewa MPR Oktober tahun
1998. Upaya mobilisasi massa mendukung status quo kembali digalakkan di
mana-mana.

        Di beberapa wilayah pinggiran Jakarta spanduk-spanduk putih dengan
tulisan hitam terbentang dimana-mana. "Jangan Ajak Rakyat Menumpahkan Darah
hanya Untuk Kepentingan Kelompok", "Mari Kita Sukseskan Sidang Umum MPR '99
Tanpa Pertumpahan Darah", dsb. Spanduk tersebut terpasang di beberapa tempat
strategis di wilayah Pondok Indah, Blok M, Lebak Bulus dan Ciputat.

        Spanduk-spanduk itu memang secara resmi mencantumkan atas nama
Koalisi Rakyat Untuk Demokrasi dan Anti Pemaksaan (Kordap) wilayah Jakarta.
Namun sejumlah orang menduga bahwa spanduk-spanduk itu dibuat oleh kelompok
Habibie untuk menurunkan kredibilitas pendukung Megawati.

        Sementara itu sumber-sumber SiaR juga menyebutkan bahwa anggota Tim
Siluman Habibie yang terdiri beberapa bekas aktivis seperti Agus Edi
Santoso, Santoso Ompong (Jatiwangi), Bursjah Zarnubi, Desmon J Mahesa,
Syahganda. Mereka belakangan aktif konsolidasi dengan Hariman Siregar di
apartemen Ascott (belakang Hotel Indonesia), salah satu titik jaringan Tim
Habibie. Mereka telah ditugaskan untuk mencari penggalangan massa, seperti
ketika mereka menggerakkan pam swakarsa dalam Sidang Istimewa tahun lalu.

        Bahkan Santoso bekas aktivis PIPHAM sudah membuktikan dirinya
berhasil membawa sekitar 100 orang dari pinggiran Jawa Barat (Garut dan
Jatiwangi) yang mengatasnamakan MPHRI (Majelis Penegak Hukum Rakyat
Indonesia) dengan melakukan demo Selasa lalu (24/8) menuntut diadilinya
Pradjoto dan Marzuki Darusman. Pradjoto adalah pembuka tabir skandal Bali,
sementara Marzuki kelompok oenentang Habibie di Golkar.

        Sementara itu di daerah asal Habibie, Sulut, spanduk-spanduk
berukuranbesar-kecil terpampang di beberapa tempat di Ujung Pandang. Bahkan
depan kantor gubernur Ujungpandang pun dipajang spanduk yang berbunyi
"Jangankan jempol darah, mandi darah pun kami siap mengantar Habibie menuju
Presiden RI ke 4."

        Tidak hanya spanduk yang terpampang, akhir-akhir ini Ujungpandang
marak dengan munculnya organisasi milisi sipil pendukung Habibie. Ideologi
mereka "siap mengamankan putra Pare-Pare itu jadi presiden RI yang keempat.
Dua di antara organisasi-organsasi milisi itu adalah Forum Aliansi
Masyarakat Bersatu (Fambers) dan Forum Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa
Muslim (FSPMM).***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke